Rabu, 29 Jul 2026
light_mode
Beranda » Pemprov Kalteng » Yovie Tantang Kalteng Jadi Episentrum Ekonomi Kreatif Kalimantan

Yovie Tantang Kalteng Jadi Episentrum Ekonomi Kreatif Kalimantan

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Sel, 10 Feb 2026
  • visibility 202
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah tancap gas membidik lompatan besar sektor ekonomi kreatif. Gubernur Agustiar Sabran menyambut langsung Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif, Yovie Widianto, sebagai sinyal bahwa Kalteng siap keluar dari bayang-bayang daerah penyangga sumber daya alam menuju pusat kreativitas baru di Kalimantan.

Kunjungan Yovie ke Palangka Raya bukan seremoni kosong. Ia datang dengan pesan tegas: generasi muda harus memimpin perubahan. Usai mengisi kuliah umum di UIN Palangka Raya, Yovie berdialog dengan pelaku kreatif muda dan menangkap kegelisahan mereka soal keterbatasan ruang, modal, dan ekosistem.

“Kreativitas justru lahir dari keterbatasan. Energi anak muda Kalteng kuat, tinggal dipoles agar berdaya saing global,” kata Yovie di Istana Isen Mulang, Selasa (10/2/2026).

Yovie menilai potensi seni pertunjukan dan musik lokal memiliki otentisitas yang jarang dimiliki daerah lain. Ia mendorong Pemerintah Provinsi menyiapkan creative hub sebagai mesin penggerak 17 subsektor ekonomi kreatif—dari kriya, fesyen, UMKM, hingga seni pertunjukan—agar pelaku tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Kalau ekosistemnya dibangun serius, lima tahun cukup untuk menjadikan Kalteng episentrum kreatif Kalimantan,” tegasnya.

Gubernur Agustiar Sabran menangkap tantangan itu. Ia menegaskan Pemprov tidak boleh sekadar menjadi penonton gelombang ekonomi kreatif.

“Kami ingin anak muda Kalteng naik kelas. Pemerintah harus hadir membuka ruang, mempercepat kolaborasi, dan memotong birokrasi yang menghambat,” ujarnya.

Di tengah tekanan efisiensi anggaran, Pemprov Kalteng memilih menjadikan ekonomi kreatif sebagai sumber pertumbuhan alternatif yang berkelanjutan.

“Kami akan memacu sektor kreatif agar memberi nilai tambah, menciptakan lapangan kerja, dan menggerakkan ekonomi daerah,” pungkas Gubernur. (red-fe)

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dishut Tak Punya Alasan Cuci Tangan Lindungi Hutan

    Dishut Tak Punya Alasan Cuci Tangan Lindungi Hutan

    • calendar_month Ming, 28 Des 2025
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 227
    • 0Komentar

    Pernyataan bahwa penindakan kejahatan kehutanan bukan kewenangan Dinas Kehutanan (Dishut) patut dikritisi secara serius. Dalam konteks kerusakan hutan yang kian masif, narasi semacam ini justru berisiko memperlemah kehadiran negara di sektor yang paling rentan terhadap kejahatan terorganisir. Negara tidak pernah merancang sistem perlindungan hutan sebagai mekanisme yang sepenuhnya diserahkan kepada kepolisian. Dalam kerangka hukum kehutanan, […]

  • Program MBG Disorot, DPRD Kalteng: Jangan Sampai Gagal di Lapangan

    Program MBG Disorot, DPRD Kalteng: Jangan Sampai Gagal di Lapangan

    • calendar_month Sel, 21 Apr 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 89
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pelaksanaan program MBG di Kalimantan Tengah mulai menuai sorotan serius. Anggota DPRD Kalteng, Tomy Irawan Diran, menegaskan pihak legislatif tidak akan tinggal diam melihat berbagai persoalan yang muncul di lapangan. Ia mengungkapkan, DPRD telah menerima sejumlah laporan masyarakat yang mengindikasikan pelaksanaan program belum berjalan maksimal. Persoalan yang muncul tidak hanya bersifat […]

  • Kartini di Era Layar: Ibu, Garda Terdepan Menjaga Karakter Anak

    Kartini di Era Layar: Ibu, Garda Terdepan Menjaga Karakter Anak

    • calendar_month Sel, 21 Apr 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Peringatan Hari Kartini setiap 21 April kembali menggugah satu pertanyaan mendasar: siapa yang paling menentukan arah karakter generasi muda di tengah derasnya arus digital? Jawabannya tetap sama sejak dulu—ibu. Bedanya, tantangan hari ini jauh lebih kompleks dan agresif. Di era global yang serba terhubung, anak-anak tidak lagi hanya belajar dari sekolah dan lingkungan sekitar. Gawai […]

  • Pansus DPRD Kalteng Perdalam Revisi Raperda Penanaman Modal

    Pansus DPRD Kalteng Perdalam Revisi Raperda Penanaman Modal

    • calendar_month Sen, 27 Apr 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 37
    • 0Komentar

    DAYABIRNEO, Palangka Raya — DPRD Provinsi Kalimantan Tengah  (Kalteng) melalui Panitia Khusus (Pansus) terus mengintensifkan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang penyelenggaraan penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu (PTSP). Pembahasan ini dilakukan untuk memastikan regulasi daerah selaras dengan aturan nasional terbaru, serta mampu memberikan kepastian hukum bagi para investor. Ketua Komisi II DPRD Kalimantan […]

  • DPRD Kalteng Kritik Disdukcapil, Anggaran Terserap Tinggi tapi KTP-el dan Akta Masih Bermasalah

    DPRD Kalteng Kritik Disdukcapil, Anggaran Terserap Tinggi tapi KTP-el dan Akta Masih Bermasalah

    • calendar_month Jum, 15 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 67
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya — DPRD Provinsi Kalimantan Tengah melontarkan kritik keras terhadap kinerja Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Provinsi Kalteng dalam pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Tahun Anggaran 2025. Meski serapan anggaran dinilai tinggi, DPRD menilai pelayanan administrasi kependudukan belum menunjukkan hasil maksimal. Cakupan kepemilikan KTP elektronik (KTP-el) dan akta pencatatan sipil disebut […]

  • OTT Bea Cukai: KPK Kejar Satu Tersangka, Aset Rp40,5 Miliar Disita

    OTT Bea Cukai: KPK Kejar Satu Tersangka, Aset Rp40,5 Miliar Disita

    • calendar_month Sab, 7 Feb 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 212
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperkeras sikap dalam pengusutan dugaan suap dan gratifikasi terkait importasi barang di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. Lembaga antirasuah itu secara terbuka mengultimatum pemilik PT Blueray berinisial JF (John Field) untuk segera menyerahkan diri setelah melarikan diri saat upaya penindakan dilakukan. Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan […]

expand_less