Prabowo Dorong Miangas Masuk Peta Digital Nasional
- account_circle D'Borneo
- calendar_month Ming, 10 Mei 2026
- visibility 76
- comment 0 komentar

Dok. BPMI Setpres.
DAYABORNEO, Kepulauan Talaud — Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya memperkuat wilayah perbatasan bukan hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga lewat penguatan konektivitas digital.
Dalam kunjungan kerja ke Pulau Miangas, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Sabtu (9/5/2026), Presiden meluncurkan langkah strategis untuk membuka akses komunikasi yang lebih luas bagi masyarakat di pulau terluar Indonesia tersebut.
Sebagai bagian dari penguatan infrastruktur digital, pemerintah menyalurkan 250 unit layanan internet berbasis satelit Starlink, 250 perangkat telepon genggam, modem internet, serta dukungan pengembangan jaringan Base Transceiver Station (BTS).
Langkah ini diarahkan agar masyarakat Miangas tidak lagi menghadapi keterbatasan komunikasi yang selama ini menjadi tantangan besar di kawasan perbatasan.
Presiden menekankan bahwa akses internet dan telekomunikasi kini merupakan kebutuhan dasar yang berkaitan langsung dengan kualitas hidup masyarakat, mulai dari pendidikan, layanan kesehatan, hingga aktivitas ekonomi.
“Wilayah terluar Indonesia tidak boleh tertinggal dalam akses komunikasi. Konektivitas adalah pintu masuk kemajuan sekaligus bagian dari penguatan kedaulatan negara,” tegas Presiden Prabowo.
Bagi masyarakat Miangas, peningkatan jaringan komunikasi dinilai akan membawa perubahan besar. Nelayan akan lebih mudah mengakses informasi cuaca dan pasar, tenaga kesehatan dapat mempercepat koordinasi layanan darurat, sementara sektor pendidikan mendapat ruang lebih luas untuk mengakses pembelajaran digital.
Tak hanya itu, penguatan sinyal komunikasi di kawasan perbatasan juga memiliki nilai strategis bagi pertahanan negara. Kehadiran jaringan yang stabil memungkinkan koordinasi lebih cepat dalam kondisi darurat, sekaligus mempertegas kehadiran negara di garis terdepan wilayah kedaulatan.
Program ini menandai perubahan pendekatan pembangunan di kawasan 3T—terdepan, terluar, dan tertinggal—yang kini tidak lagi hanya fokus pada infrastruktur konvensional, tetapi juga pada transformasi digital yang inklusif.
“Negara harus hadir sampai titik terluar. Tidak boleh ada warga Indonesia yang hidup terputus dari informasi dan kemajuan teknologi,” ujar Prabowo.
Dengan langkah ini, Miangas tak lagi sekadar dikenal sebagai pulau terdepan republik, tetapi juga mulai diposisikan sebagai gerbang digital Indonesia di kawasan perbatasan. (red-fe).
- Penulis: D'Borneo

Saat ini belum ada komentar