Selasa, 28 Jul 2026
light_mode
Beranda » DPRD Kalteng » Rehabilitasi Hutan Kalteng Baru 18 Persen, DPRD Soroti Lemahnya Pengawasan dan Kinerja Kehutanan

Rehabilitasi Hutan Kalteng Baru 18 Persen, DPRD Soroti Lemahnya Pengawasan dan Kinerja Kehutanan

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Sab, 16 Mei 2026
  • visibility 172
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Palangka Raya — DPRD Provinsi Kalimantan Tengah kembali melontarkan kritik keras terhadap kinerja sektor kehutanan dalam pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Tahun Anggaran 2025. Sorotan tajam itu muncul setelah capaian rehabilitasi hutan dan lahan di Kalimantan Tengah dinilai masih jauh dari target yang ditetapkan.

Dalam Rapat Paripurna ke-4 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2026, DPRD mengungkapkan rehabilitasi hutan dan lahan yang dijalankan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah baru mencapai 18,99 persen. Angka tersebut dinilai belum sebanding dengan luas kawasan kritis dan ancaman kerusakan lingkungan yang terus meningkat di sejumlah wilayah.

Juru Bicara DPRD Kalteng, H. Sudarsono, menegaskan rendahnya capaian tersebut tidak bisa dianggap persoalan administratif semata, melainkan menyangkut keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.

“DPRD melihat pengelolaan kehutanan masih membutuhkan langkah yang lebih konkret dan terukur. Rehabilitasi lahan tidak boleh berjalan lambat sementara kerusakan kawasan hutan terus terjadi,” tegas Sudarsono dalam laporan gabungan komisi DPRD, Senin (11/5/2026).

DPRD juga menyoroti lemahnya pengawasan di lapangan. Karena itu, legislatif meminta Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memperkuat sistem pengawasan berbasis Geographic Information System (GIS) guna memantau kondisi kawasan hutan secara real time dan mencegah potensi kerusakan lebih luas.

Selain itu, DPRD mendesak percepatan rehabilitasi hutan melalui pola kemitraan bersama masyarakat dan pihak swasta agar pemulihan kawasan kritis tidak hanya bergantung pada anggaran pemerintah.

“Penguatan fungsi operasional Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) juga harus menjadi prioritas agar pengelolaan hutan di tingkat tapak benar-benar efektif dan tidak hanya berhenti di atas kertas,” lanjutnya.

DPRD menilai Kalimantan Tengah membutuhkan kebijakan kehutanan yang lebih agresif dan berpihak pada keberlanjutan lingkungan, mengingat provinsi ini terus menghadapi ancaman deforestasi, degradasi lahan, hingga kebakaran hutan dan lahan setiap tahun. (red-fe)

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polisi Aktif Isi Jabatan ASN, UU ASN Digugat ke MK

    Polisi Aktif Isi Jabatan ASN, UU ASN Digugat ke MK

    • calendar_month Sab, 14 Feb 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 153
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Penempatan anggota Polri aktif di jabatan sipil kembali digugat. Tiga pemohon, yakni Dokter Ria Merryanti, Advokat Syamsul Jahidin, dan Dokter Hapsari Indrawati, resmi mengajukan uji materi Pasal 19 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara (UU ASN) ke Mahkamah Konstitusi (MK). Mereka menilai norma yang membuka ruang pengisian jabatan ASN […]

  • Indonesia Tegaskan Diplomasi Dialog dan Arah Pembangunan Inklusif di WEF Davos 2026

    Indonesia Tegaskan Diplomasi Dialog dan Arah Pembangunan Inklusif di WEF Davos 2026

    • calendar_month Sen, 26 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 91
    • 0Komentar

    DAYABORNEO — Indonesia menegaskan komitmennya pada diplomasi dialog dan pembangunan inklusif dalam World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss. Forum global tersebut mengusung tema “A Spirit of Dialogue” sebagai ajakan membangun komunikasi terbuka dan kolaboratif di tengah dinamika geopolitik yang kian kompleks. Dikutip dari akun Facebook nya, Dalam forum itu, Presiden RI Prabowo Subianto […]

  • Nuzulul Quran di Palangka Raya, Gubernur Agustiar: Persatuan Jadi Kunci Hadapi Tantangan Zaman

    Nuzulul Quran di Palangka Raya, Gubernur Agustiar: Persatuan Jadi Kunci Hadapi Tantangan Zaman

    • calendar_month Sel, 10 Mar 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 76
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menyerukan pentingnya memperkuat persatuan dan kebersamaan dalam momentum Peringatan Nuzulul Quran 1447 Hijriah. Seruan itu disampaikan saat kegiatan Buka Puasa Bersama dan Peringatan Nuzulul Quran yang digelar di Aula Masjid Raya Darussalam Palangka Raya, Selasa (10/3/2026). Di hadapan aparatur sipil negara dan tokoh masyarakat yang hadir, […]

  • KPK Bongkar Celah Korupsi Kehutanan, Potensi Kerugian Negara Capai Rp355 Triliun

    KPK Bongkar Celah Korupsi Kehutanan, Potensi Kerugian Negara Capai Rp355 Triliun

    • calendar_month Sab, 2 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 114
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperkuat langkah pencegahan korupsi di sektor kehutanan dengan meluncurkan dua kajian strategis yang menyoroti tata niaga kayu dan pelepasan kawasan hutan. Langkah ini dinilai mendesak di tengah besarnya potensi kebocoran penerimaan negara serta masih tingginya angka perkara korupsi yang membelit sektor pengelolaan sumber daya alam tersebut. Peluncuran kajian dilakukan […]

  • Karhutla Mengintai 2026, BPBD Kalteng Peringatkan Daerah Jangan Lengah Hadapi Musim Kemarau

    Karhutla Mengintai 2026, BPBD Kalteng Peringatkan Daerah Jangan Lengah Hadapi Musim Kemarau

    • calendar_month Rab, 28 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 57
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali membayangi Kalimantan Tengah pada 2026. Menghadapi potensi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Pengendalian Karhutla secara daring, sebagai langkah awal memperketat kewaspadaan lintas daerah, Kamis (22/1/2026). Rapat ini melibatkan Kepala Pelaksana BPBD kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah, BMKG Provinsi […]

  • Ramai Disebut ODGJ, Benarkah Pelaku Mengalami Gangguan Jiwa?

    Ramai Disebut ODGJ, Benarkah Pelaku Mengalami Gangguan Jiwa?

    • calendar_month Sen, 8 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 54
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Di tengah derasnya spekulasi yang beredar di media sosial, kepolisian meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan kondisi kejiwaan RB (23), pria yang mengamuk menggunakan mandau dan melukai dua warga di kawasan Jalan G Obos, Palangka Raya, Minggu (7/6/2026). Pasca peristiwa yang menggegerkan warga tersebut, berbagai informasi bermunculan yang menyebut pelaku merupakan Orang Dengan […]

expand_less