Jumat, 30 Okt 2026
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Ekspor CPO Diselidiki Kejagung, Kerugian Negara Ditaksir Rp10–14 Triliun

Ekspor CPO Diselidiki Kejagung, Kerugian Negara Ditaksir Rp10–14 Triliun

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Rab, 11 Feb 2026
  • visibility 189
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Jakarta – Kejaksaan Agung terus mengusut dugaan korupsi dalam kegiatan ekspor crude palm oil (CPO) dan produk turunannya yang dinilai telah merugikan keuangan negara dalam jumlah fantastis.

Berdasarkan penghitungan awal, potensi kerugian negara akibat praktik tersebut diperkirakan mencapai Rp10 triliun hingga Rp14 triliun.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Dirdik Jampidsus), Syarief Sulaeman Nahdi, menyampaikan bahwa angka tersebut merupakan hasil sementara dari audit internal Kejagung. Ia menegaskan, nilai kerugian masih berpotensi bertambah seiring berjalannya proses penyidikan.

“Berdasarkan perhitungan sementara oleh auditor kami, kerugian keuangan negara atau kehilangan penerimaan negara diperkirakan berada di kisaran Rp10 triliun sampai Rp14 triliun,” ujar Syarief dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (10/2/2026) malam.

Syarief menjelaskan, penyidik juga tengah menghitung potensi kerugian perekonomian negara secara lebih luas, yang tidak hanya terbatas pada penerimaan fiskal, tetapi juga dampak kebijakan dan tata niaga komoditas strategis nasional.

Kasus ini berkaitan dengan dugaan penyimpangan ekspor CPO sepanjang periode 2022 hingga 2024, di tengah kebijakan pengendalian ekspor yang diterapkan pemerintah melalui skema Domestic Market Obligation (DMO). Kebijakan tersebut bertujuan menjaga pasokan minyak goreng dan stabilitas harga di dalam negeri.

Namun, penyidik menemukan adanya dugaan rekayasa klasifikasi barang ekspor. Sejumlah produk yang sejatinya merupakan CPO dengan kadar asam tinggi diduga diklaim sebagai palm oil mill effluent (POME) atau residu lain, sehingga menggunakan kode kepabeanan berbeda.

“Rekayasa klasifikasi ini dilakukan agar komoditas tersebut dapat diekspor tanpa tunduk pada pembatasan dan kewajiban ekspor CPO,” jelas Syarief.

Akibat praktik tersebut, negara diduga kehilangan penerimaan dari Bea Keluar dan Pungutan Sawit. Penyidik juga menemukan indikasi adanya pemberian imbalan kepada oknum pejabat untuk meloloskan proses administrasi dan pengawasan ekspor.

Dalam perkara ini, Kejagung telah menetapkan 11 tersangka yang terdiri dari unsur penyelenggara negara dan pihak swasta. Seluruh tersangka saat ini menjalani penahanan guna kepentingan penyidikan lebih lanjut. (red-fe)

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BPJS Warga Miskin Tak Boleh Disentuh Efisiensi: Pemprov Kalteng Bayari 650 Ribu Jiwa

    BPJS Warga Miskin Tak Boleh Disentuh Efisiensi: Pemprov Kalteng Bayari 650 Ribu Jiwa

    • calendar_month Ming, 1 Mar 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 113
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengambil posisi tegas dalam melindungi hak kesehatan masyarakat miskin. Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Pemprov memastikan iuran BPJS Kesehatan bagi sekitar 650 ribu jiwa warga tidak mampu tetap dibayarkan penuh. Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, bahkan memperingatkan pemerintah kabupaten/kota agar tidak menjadikan sektor kesehatan sebagai korban pemangkasan […]

  • Pemprov Kalteng Sambut Utusan Vatikan, Perayaan 25 Tahun Tahbisan Uskup Palangka Raya Jadi Momentum Persaudaraan

    Pemprov Kalteng Sambut Utusan Vatikan, Perayaan 25 Tahun Tahbisan Uskup Palangka Raya Jadi Momentum Persaudaraan

    • calendar_month Sab, 9 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 97
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyambut kedatangan Sekretaris Duta Besar Vatikan untuk Indonesia, Michael Pawlowicz, di VIP Room Bandara Tjilik Riwut, Sabtu sore (9/5/2026). Penyambutan dilakukan langsung oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kalteng, Linae Victoria Aden, mewakili Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran. Kedatangan Monsinyur Michael Pawlowicz ke Bumi Tambun Bungai merupakan bagian dari […]

  • Cuaca Panas Meningkat, Dishut Kalteng Pasang Mode Siaga

    Cuaca Panas Meningkat, Dishut Kalteng Pasang Mode Siaga

    • calendar_month Sel, 27 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 105
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Cuaca panas yang melanda Kalimantan Tengah dalam beberapa pekan terakhir kembali menyalakan alarm kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Di tengah kondisi atmosfer yang cenderung kering dan suhu udara yang meningkat, Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah memastikan seluruh perangkat pencegahan berada dalam status siaga. Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan […]

  • Minyakita Dijual Rp21.000, Ada yang Tidak Beres dalam Tata Niaga Sawit?

    Minyakita Dijual Rp21.000, Ada yang Tidak Beres dalam Tata Niaga Sawit?

    • calendar_month Rab, 17 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 53
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya –  Kalimantan Tengah selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kelapa sawit terbesar di Indonesia. Namun di tengah melimpahnya produksi sawit, masyarakat justru harus membeli minyak goreng bersubsidi Minyakita dengan harga yang jauh di atas ketentuan pemerintah. Anggota DPRD Kalimantan Tengah, Bambang Irawan, S.St.Pi., menyoroti kondisi tersebut setelah menemukan harga Minyakita […]

  • DPRD Kalteng Kritik Tindak Lanjut Rekomendasi Pemprov, Dinilai Masih Bersifat Administratif

    DPRD Kalteng Kritik Tindak Lanjut Rekomendasi Pemprov, Dinilai Masih Bersifat Administratif

    • calendar_month Kam, 14 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 100
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya — DPRD Provinsi Kalimantan Tengah mengkritik tindak lanjut rekomendasi pemerintah daerah terhadap hasil evaluasi legislatif yang dinilai masih sebatas administratif dan belum menyentuh akar persoalan di lapangan. Kritik tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna ke-4 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2026, saat DPRD membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Kalimantan Tengah Tahun Anggaran […]

  • Inflasi Kalteng Melejit Nomor 4 se-Nasional, Pengamat: Ini 3 Jurus Ampuh Redamnya

    Inflasi Kalteng Melejit Nomor 4 se-Nasional, Pengamat: Ini 3 Jurus Ampuh Redamnya

    • calendar_month Kam, 6 Agu 2026
    • account_circle fe
    • visibility 70
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo — Ekonomi Bumi Tambun Bungai lagi diuji. Kalimantan Tengah kini resmi jadi provinsi dengan inflasi tertinggi se-Kalimantan, sekaligus nangkring di peringkat empat nasional per Juli 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan inflasi year-on-year Kalteng melesat ke 4,32 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 112,87. Angka ini bikin pengamat kebijakan publik […]

expand_less