Sabtu, 12 Sep 2026
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Ratusan Kilometer Demi Sebuah Mimpi

Ratusan Kilometer Demi Sebuah Mimpi

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Jum, 26 Jun 2026
  • visibility 63
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Palangka Raya – Tidak semua anak berani meninggalkan rumah demi mengejar masa depan. Namun, bagi Resi Septriasa, mimpi lebih besar daripada rasa takut berpisah dengan kampung halaman.

Lulusan SMP Negeri 5 Selat, Kabupaten Kapuas, itu memilih merantau ke Palangka Raya untuk mengikuti Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Pelajaran 2026/2027 di SMKN 2 Palangka Raya, Rabu (24/6/2026).

Keputusan itu diambil dengan satu tujuan sederhana: memiliki bekal keterampilan agar bisa segera bekerja setelah lulus.

Di saat sebagian teman seusianya memilih sekolah yang lebih dekat dari rumah, Resi justru menempuh jalan berbeda. Baginya, kualitas pendidikan lebih penting daripada jarak yang harus ditempuh.

“Saya memilih jurusan Akuntansi karena setelah lulus nanti saya ingin langsung bekerja dan tidak berencana melanjutkan kuliah. Saya memilih SMKN 2 Palangka Raya karena menurut saya sekolahnya bagus dan fasilitasnya juga bagus,” ujar Resi.

Keputusan itu bukan sekadar memilih sekolah. Itu adalah pilihan hidup. Artinya, ia harus meninggalkan keluarga, beradaptasi dengan lingkungan baru, dan hidup lebih mandiri di ibu kota provinsi.

Di balik langkahnya tersimpan harapan sederhana yang dimiliki banyak anak daerah: memperoleh pendidikan terbaik agar masa depan tidak berhenti di tempat kelahirannya.

Resi mengaku proses SPMB yang dijalaninya berlangsung mudah. Seluruh tahapan dimulai melalui pendaftaran secara daring, kemudian dilanjutkan dengan wawancara di sekolah.

“Pendaftarannya tidak susah. Awalnya dilakukan secara online, kemudian datang ke sekolah untuk wawancara. Selama proses pendaftaran semuanya berjalan lancar dan tidak ada kendala,” katanya.

Baginya, pelayanan panitia juga cukup membantu. Informasi yang diberikan jelas sehingga setiap tahapan dapat diikuti tanpa kesulitan berarti.

Cerita Resi sesungguhnya bukan hanya tentang seorang siswi yang ingin masuk SMK. Kisah ini mencerminkan bagaimana sekolah vokasi kini menjadi magnet baru bagi pelajar dari berbagai penjuru Kalimantan Tengah.

Mereka rela menempuh perjalanan jauh, meninggalkan zona nyaman, bahkan hidup jauh dari orang tua demi memperoleh keterampilan yang diyakini mampu membuka pintu dunia kerja.

Di tengah tantangan ekonomi dan persaingan kerja yang semakin ketat, pilihan Resi menjadi potret keberanian generasi muda Kalimantan Tengah. Sebab bagi mereka, merantau bukan sekadar berpindah kota, tetapi langkah pertama untuk mengubah masa depan. (red-fe) 

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa Kelompok BBK Unair Ajak Warga Bakalrejo Sulap Sampah Dapur Jadi Eco Enzyme

    Mahasiswa Kelompok BBK Unair Ajak Warga Bakalrejo Sulap Sampah Dapur Jadi Eco Enzyme

    • calendar_month Sen, 26 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 83
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Lamongan – Tumpukan sampah bioorganik dari aktivitas rumah tangga masih menjadi momok di banyak daerah, termasuk Desa Bakalrejo. Sampah dapur yang selama ini berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan menyumbang sekitar 30 persen timbunan limbah, kini mulai dilawan dengan cara berbeda. Kelompok Belajar Bersama Komunitas (BBK) Universitas Airlangga turun langsung ke tengah warga […]

  • HUT Ke-69 Kalteng, Agustiar Kobarkan Semangat Isen Mulang

    HUT Ke-69 Kalteng, Agustiar Kobarkan Semangat Isen Mulang

    • calendar_month Sab, 23 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 68
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya — Lapangan Kantor Gubernur Kalimantan Tengah,  menjadi saksi bagaimana semangat Isen Mulang kembali digaungkan dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah, Sabtu (23/5/2026). Di tengah tantangan ekonomi dan tuntutan pembangunan, Gubernur Agustiar Sabran menegaskan Kalteng tidak boleh kehilangan arah dan keberanian untuk maju. Mengusung tema “Betang Huma Itah”, upacara HUT […]

  • Gubernur Agustiar Sabran: Jangan Biarkan Dayak Hanya Jadi Penonton di Tanah Sendiri

    Gubernur Agustiar Sabran: Jangan Biarkan Dayak Hanya Jadi Penonton di Tanah Sendiri

    • calendar_month Sab, 6 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 118
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-16 GERDAYAK Indonesia tidak sekadar menjadi ajang seremonial organisasi masyarakat Dayak. Dari panggung peringatan itu, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mengirim pesan yang lebih dalam: masyarakat Dayak harus bersatu, memperkuat kapasitas diri, dan mengambil peran utama dalam pembangunan daerah. Di hadapan pengurus GERDAYAK se-Kalimantan Tengah, unsur Forkopimda, […]

  • Pimpinan DPRD Kalteng Ikuti Retret Nasional di Akmil

    Pimpinan DPRD Kalteng Ikuti Retret Nasional di Akmil

    • calendar_month Sab, 18 Apr 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 205
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pimpinan DPRD dari seluruh Indonesia mengikuti retret nasional di Akademi Militer, Magelang, pada 15–19 April 2026. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat integritas kepemimpinan sekaligus menyelaraskan arah pembangunan pusat dan daerah. Sebanyak 478 pimpinan parlemen daerah ambil bagian dalam agenda yang diinisiasi oleh Lembaga Ketahanan Nasional tersebut. Dari Kalimantan Tengah, […]

  • DPRD Kalteng Minta Pembangunan Diiringi Perluasan Lapangan Kerja

    DPRD Kalteng Minta Pembangunan Diiringi Perluasan Lapangan Kerja

    • calendar_month Sen, 17 Agu 2026
    • account_circle fe
    • visibility 57
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi refleksi penting bagi Kalimantan Tengah untuk terus memperkuat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal itu disampaikan Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Arton S. Dohong, seusai mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Senin (17/8/2026). Menurut […]

  • Kalimantan Tengah Lahir dari Perlawanan Rakyat Dayak

    Kalimantan Tengah Lahir dari Perlawanan Rakyat Dayak

    • calendar_month Sab, 23 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Kalimantan Tengah tidak lahir dari hadiah kekuasaan. Provinsi ini lahir dari tekanan, tuntutan, dan perjuangan panjang masyarakat Dayak yang merasa tanah mereka selama bertahun-tahun hanya menjadi halaman belakang pembangunan di Pulau Kalimantan. Jauh sebelum resmi berdiri pada 23 Mei 1957, suara kemarahan rakyat pedalaman sudah menggema dari Barito, Kapuas, hingga Kotawaringin. Masyarakat Dayak saat itu […]

expand_less