Ratusan Kilometer Demi Sebuah Mimpi
- account_circle D'Borneo
- calendar_month Jum, 26 Jun 2026
- visibility 63
- comment 0 komentar

Dok. Resi Septriasa
DAYABORNEO, Palangka Raya – Tidak semua anak berani meninggalkan rumah demi mengejar masa depan. Namun, bagi Resi Septriasa, mimpi lebih besar daripada rasa takut berpisah dengan kampung halaman.
Lulusan SMP Negeri 5 Selat, Kabupaten Kapuas, itu memilih merantau ke Palangka Raya untuk mengikuti Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Pelajaran 2026/2027 di SMKN 2 Palangka Raya, Rabu (24/6/2026).
Keputusan itu diambil dengan satu tujuan sederhana: memiliki bekal keterampilan agar bisa segera bekerja setelah lulus.
Di saat sebagian teman seusianya memilih sekolah yang lebih dekat dari rumah, Resi justru menempuh jalan berbeda. Baginya, kualitas pendidikan lebih penting daripada jarak yang harus ditempuh.
“Saya memilih jurusan Akuntansi karena setelah lulus nanti saya ingin langsung bekerja dan tidak berencana melanjutkan kuliah. Saya memilih SMKN 2 Palangka Raya karena menurut saya sekolahnya bagus dan fasilitasnya juga bagus,” ujar Resi.
Keputusan itu bukan sekadar memilih sekolah. Itu adalah pilihan hidup. Artinya, ia harus meninggalkan keluarga, beradaptasi dengan lingkungan baru, dan hidup lebih mandiri di ibu kota provinsi.
Di balik langkahnya tersimpan harapan sederhana yang dimiliki banyak anak daerah: memperoleh pendidikan terbaik agar masa depan tidak berhenti di tempat kelahirannya.
Resi mengaku proses SPMB yang dijalaninya berlangsung mudah. Seluruh tahapan dimulai melalui pendaftaran secara daring, kemudian dilanjutkan dengan wawancara di sekolah.
“Pendaftarannya tidak susah. Awalnya dilakukan secara online, kemudian datang ke sekolah untuk wawancara. Selama proses pendaftaran semuanya berjalan lancar dan tidak ada kendala,” katanya.
Baginya, pelayanan panitia juga cukup membantu. Informasi yang diberikan jelas sehingga setiap tahapan dapat diikuti tanpa kesulitan berarti.
Cerita Resi sesungguhnya bukan hanya tentang seorang siswi yang ingin masuk SMK. Kisah ini mencerminkan bagaimana sekolah vokasi kini menjadi magnet baru bagi pelajar dari berbagai penjuru Kalimantan Tengah.
Mereka rela menempuh perjalanan jauh, meninggalkan zona nyaman, bahkan hidup jauh dari orang tua demi memperoleh keterampilan yang diyakini mampu membuka pintu dunia kerja.
Di tengah tantangan ekonomi dan persaingan kerja yang semakin ketat, pilihan Resi menjadi potret keberanian generasi muda Kalimantan Tengah. Sebab bagi mereka, merantau bukan sekadar berpindah kota, tetapi langkah pertama untuk mengubah masa depan. (red-fe)
- Penulis: D'Borneo

Saat ini belum ada komentar