Minggu, 1 Nov 2026
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Saat Rakyat Tak Lagi Percaya Negara, Bahayanya Bisa Mematikan

Saat Rakyat Tak Lagi Percaya Negara, Bahayanya Bisa Mematikan

  • account_circle fe
  • calendar_month Ming, 16 Agu 2026
  • visibility 90
  • comment 0 komentar

Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia. Delapan puluh satu tahun Indonesia berdiri sebagai negara merdeka. Namun, di balik pembangunan, pertumbuhan ekonomi dan berbagai pencapaian yang terus dikejar, ada satu fondasi yang tidak boleh runtuh: kepercayaan rakyat kepada negara.

Sebab negara tidak selalu hancur karena perang. Tidak selalu pula karena krisis ekonomi. Ada kehancuran yang datang perlahan, dimulai dari sesuatu yang jauh lebih sederhana: rakyat tidak lagi percaya.

Krisis kepercayaan atau distrust terjadi ketika masyarakat mulai meragukan pemerintah, lembaga negara, hukum, data resmi hingga kebijakan publik. Pada tahap awal mungkin hanya berupa kritik dan kekecewaan. Tetapi jika terus dibiarkan, distrust dapat berubah menjadi persoalan yang jauh lebih serius.

Ketika kepercayaan hilang, penjelasan pun bisa dianggap kebohongan.

Pernyataan pejabat dicurigai. Data pemerintah dipertanyakan. Kebijakan yang sebenarnya dibuat untuk kepentingan masyarakat ditolak karena publik sudah lebih dulu kehilangan keyakinan terhadap pembuat kebijakan.

Inilah titik berbahayanya.

Negara dapat memiliki aturan yang lengkap, tetapi aturan tanpa kepercayaan akan sulit dijalankan secara efektif.

Pemerintah dapat mengeluarkan kebijakan, tetapi kebijakan tanpa legitimasi sosial akan menghadapi resistensi. Aparat dapat menjalankan tugas, tetapi kewibawaan institusi akan melemah ketika masyarakat merasa hukum tidak bekerja secara adil.

Lebih jauh lagi, krisis kepercayaan bisa merembet ke ekonomi.

Pelaku usaha membutuhkan kepastian. Investor membutuhkan rasa aman. Masyarakat membutuhkan keyakinan bahwa masa depan masih dapat diprediksi. Ketika ketidakpercayaan menjadi terlalu besar, keputusan ekonomi pun dapat berubah.

Uang ditahan. Investasi ditunda. Risiko dihitung lebih tinggi. Ketidakpastian meningkat.

Di ruang publik, persoalannya bisa menjadi lebih panas.

Masyarakat terbelah. Informasi yang belum terbukti mudah dipercaya. Hoaks menemukan ruang. Kritik berubah menjadi kebencian, sementara perbedaan pendapat dianggap sebagai permusuhan.

Itulah mengapa krisis kepercayaan tidak boleh dianggap sebagai persoalan komunikasi belaka.

Kepercayaan publik harus dijawab dengan tindakan nyata.

Transparansi harus menjadi kebiasaan. Penegakan hukum harus konsisten. Pemerintah harus berani membuka data yang memang layak diketahui publik. Kritik tidak boleh selalu dipandang sebagai serangan. Kesalahan harus diakui dan diperbaiki.

Sebab rakyat tidak menuntut negara menjadi sempurna.

Rakyat membutuhkan negara yang jujur, adil dan dapat dipercaya.

Di usia 81 tahun Republik Indonesia, pertanyaannya bukan hanya seberapa tinggi pembangunan yang berhasil dicapai, tetapi juga seberapa kuat kepercayaan rakyat terhadap negara yang mereka miliki.

Indonesia akan semakin kuat jika pemerintah dan rakyat saling percaya.

Sebaliknya, jika distrust dibiarkan menjadi budaya, dampaknya dapat sangat destruktif—bahkan mematikan sendi-sendi sosial, ekonomi dan demokrasi.

Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia.

Semoga kemerdekaan tidak hanya berarti bebas dari penjajahan, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun negara yang semakin transparan, adil, bermartabat dan dipercaya rakyat.

Merdeka!

  • Penulis: fe

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Kalteng Turun ke Jalan Bagikan Masker dan Bubur Kepada Masyarakat

    Gubernur Kalteng Turun ke Jalan Bagikan Masker dan Bubur Kepada Masyarakat

    • calendar_month Sen, 14 Sep 2026
    • account_circle fe
    • visibility 21
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayanorneo – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran turun langsung ke jalan membagikan masker kepada masyarakat yang melintas di depan Istana Isen Mulang, kawasan Bundaran Besar Talawang, Palangka Raya, Minggu (13/9/2026). Aksi tersebut dilakukan bersama sejumlah jurnalis yang ikut membagikan masker kepada warga. Selain masker, Agustiar juga membagikan vitamin dan bubur kacang hijau kepada […]

  • Prabowo Jenguk Korban Tabrakan KA di Bekasi

    Prabowo Jenguk Korban Tabrakan KA di Bekasi

    • calendar_month Sel, 28 Apr 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 163
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Bekasi – Presiden Prabowo Subianto bergerak cepat merespons kecelakaan tabrakan kereta api di Bekasi dengan menjenguk para korban di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Selasa (28/4/2026) pagi sekitar pukul 08.30 WIB. Setibanya di rumah sakit, Presiden langsung meninjau ruang perawatan, mulai dari poli bedah hingga ruang Bougenville. Ia menyapa korban, berdialog dengan keluarga, serta memastikan […]

  • Evaluasi PSN Jadi Alarm Pembenahan, Pemprov Kalteng Minta OPD Tak Menghindar

    Evaluasi PSN Jadi Alarm Pembenahan, Pemprov Kalteng Minta OPD Tak Menghindar

    • calendar_month Jum, 14 Agu 2026
    • account_circle fe
    • visibility 110
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo — Evaluasi terhadap pelaksanaan Program Strategis Nasional (PSN) di Kalimantan Tengah menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Kalteng. Pemerintah daerah mendorong seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) tidak sekadar mengejar pemenuhan administrasi, tetapi memastikan setiap program memiliki capaian yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. Hal itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi Pemenuhan Penilaian Tim Evaluasi Laporan […]

  • Satgas PKH Masuk Kalteng, Negara Mulai Mengetuk Pintu Kawasan Hutan Bermasalah

    Satgas PKH Masuk Kalteng, Negara Mulai Mengetuk Pintu Kawasan Hutan Bermasalah

    • calendar_month Jum, 23 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 153
    • 0Komentar

    MAHARATINEWS, Palangka Raya – Negara akhirnya benar-benar hadir di Kalimantan Tengah. Kedatangan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, Kamis (22/1/2026), menjadi sinyal keras bahwa praktik penguasaan kawasan hutan yang bermasalah tidak lagi dibiarkan mengendap tanpa kepastian hukum. Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menyambut langsung rombongan Satgas PKH di […]

  • Fordayak Segel Kantor Mandiri Tunas Finance, Ada Apa?

    Fordayak Segel Kantor Mandiri Tunas Finance, Ada Apa? 

    • calendar_month Rab, 10 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 97
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Kesabaran Forum Pemuda Dayak (Fordayak) tampaknya telah mencapai batas. Setelah mengaku berulang kali menempuh jalur mediasi tanpa hasil yang jelas, organisasi tersebut akhirnya melakukan aksi penyegelan terhadap kantor PT Mandiri Tunas Finance (MTF) di Jalan G. Obos, Palangka Raya, Rabu (10/6/2026). Aksi itu dipicu sengketa objek jaminan fidusia milik CV Cahaya Borneo […]

  • Delapan Desa di Rungan Hulu Menjerit Butuh Air Bersih, Sengkon: Jadi Prioritas Saya

    Delapan Desa di Rungan Hulu Menjerit Butuh Air Bersih, Sengkon: Jadi Prioritas Saya

    • calendar_month Rab, 9 Sep 2026
    • account_circle fe
    • visibility 84
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo – Krisis air bersih ternyata masih membayangi warga di pelosok Gunung Mas. Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Tengah, Sengkon, mengungkap temuan mengejutkan usai blusukan ke delapan desa di Kecamatan Rungan Hulu saat masa reses. Politikus Partai Perindo dari Daerah Pemilihan Kalteng I—yang mencakup Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan, dan Gunung Mas—ini membeberkan […]

expand_less