Satgas PKH Masuk Kalteng, Negara Mulai Mengetuk Pintu Kawasan Hutan Bermasalah
- account_circle D'Borneo
- calendar_month Jum, 23 Jan 2026
- visibility 106
- comment 0 komentar

Gubernur Agustiar Sabran saat menyambut kedatangan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH)
MAHARATINEWS, Palangka Raya – Negara akhirnya benar-benar hadir di Kalimantan Tengah. Kedatangan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, Kamis (22/1/2026), menjadi sinyal keras bahwa praktik penguasaan kawasan hutan yang bermasalah tidak lagi dibiarkan mengendap tanpa kepastian hukum.
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menyambut langsung rombongan Satgas PKH di VIP Room Isen Mulang. Ia didampingi Wakil Gubernur Edy Pratowo, Plt. Sekda Leonard S. Ampung, jajaran kepala OPD, serta unsur Forkopimda. Penyambutan ini bukan sekadar seremoni, tetapi penegasan posisi daerah dalam mendukung langkah tegas pemerintah pusat.
Rombongan Satgas PKH datang dari Jakarta menggunakan pesawat TNI AU Boeing A-7308. Sekitar 50 personel lintas lembaga ikut serta, mulai dari BPKP, Kejaksaan, Kabareskrim Polri, Kementerian ESDM, BAIS TNI, BIG, MIND ID, hingga unsur media. Komposisi ini menunjukkan bahwa penertiban kawasan hutan bukan agenda simbolik, melainkan operasi serius lintas sektor.
Usai transit singkat di bandara, rombongan bergerak cepat menuju Kabupaten Murung Raya menggunakan helikopter. Di sana, Satgas PKH dijadwalkan melakukan pemasangan plang penguasaan di area PT Asmin Koalindo Tuhup. Langkah ini menjadi penanda visual bahwa negara mengambil alih kendali atas kawasan yang dinilai bermasalah secara hukum.
Gubernur Agustiar Sabran menyatakan Kalimantan Tengah siap menjadi bagian dari upaya pembenahan tata kelola hutan. Ia menegaskan bahwa daerah tidak boleh ragu mendukung penegakan aturan demi masa depan lingkungan dan masyarakat.
“Ini bukan sekadar kunjungan. Ini kerja negara. Kita sebagai tuan rumah wajib mendukung penuh, karena penertiban kawasan hutan menyangkut kedaulatan, keadilan, dan masa depan daerah,” tegas Agustiar.
Masuknya Satgas PKH ke jantung Kalimantan Tengah menandai babak baru. Negara mulai mengetuk, bahkan mendobrak, pintu-pintu kawasan hutan yang selama ini sunyi dari penertiban. Kini, semua mata tertuju pada konsistensi dan keberanian penegakan hukum di lapangan. (red-fe)
- Penulis: D'Borneo

Saat ini belum ada komentar