Rabu, 29 Jul 2026
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Fordayak Segel Kantor Mandiri Tunas Finance, Ada Apa? 

Fordayak Segel Kantor Mandiri Tunas Finance, Ada Apa? 

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Rab, 10 Jun 2026
  • visibility 56
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Palangka Raya – Kesabaran Forum Pemuda Dayak (Fordayak) tampaknya telah mencapai batas. Setelah mengaku berulang kali menempuh jalur mediasi tanpa hasil yang jelas, organisasi tersebut akhirnya melakukan aksi penyegelan terhadap kantor PT Mandiri Tunas Finance (MTF) di Jalan G. Obos, Palangka Raya, Rabu (10/6/2026).

Aksi itu dipicu sengketa objek jaminan fidusia milik CV Cahaya Borneo yang disebut telah menggantung selama hampir empat tahun tanpa kepastian penyelesaian. Fordayak menilai persoalan tersebut bukan lagi sekadar hubungan antara debitur dan perusahaan pembiayaan, melainkan menyangkut transparansi, hak nasabah, dan kepastian hukum.

Koordinator aksi Fordayak, Zakaria Gasan, mengatakan pihaknya terpaksa mengambil langkah lebih keras setelah berbagai upaya komunikasi yang dilakukan tidak menghasilkan penyelesaian yang dianggap memadai.

“Kami sudah beberapa kali meminta penjelasan dan melakukan pertemuan, tetapi tidak ada titik terang. Karena itu hari ini kami melakukan penyegelan sampai ada solusi yang tidak memberatkan debitur,” tegas Zakaria.

Menurut Fordayak, persoalan bermula pada 2021 ketika satu unit truk milik CV Cahaya Borneo yang menjadi objek jaminan fidusia diserahkan kepada MTF akibat keterlambatan pembayaran selama 56 hari. Namun setelah aset tersebut diserahkan, debitur mengaku tidak pernah menerima informasi mengenai proses penjualan kendaraan, hasil pelelangan maupun rincian kewajiban yang tersisa.

“Kalau kendaraan sudah dijual, berapa nilainya, bagaimana perhitungannya, dan apakah masih ada kewajiban debitur? Itu yang menurut pengakuan nasabah tidak pernah dijelaskan secara terbuka,” kata Zakaria.

Persoalan tersebut kembali mencuat pada 2026 ketika CV Cahaya Borneo mengajukan pembiayaan ke perbankan dan mengetahui status kolektibilitasnya berada pada kategori lima dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).

Ketua Harian Fordayak, Ziburahman, menilai kondisi itu menunjukkan adanya persoalan yang belum terselesaikan secara tuntas.

“Empat tahun berlalu, tetapi dampaknya masih dirasakan debitur. Ketika ingin mengembangkan usaha dan mengakses modal, justru muncul kendala yang selama ini tidak pernah dijelaskan secara terbuka,” ujarnya.

Di tengah aksi penyegelan, pihak MTF akhirnya memberikan tanggapan singkat. Seorang karyawan yang memperkenalkan diri bernama Yadi mengatakan pihaknya belum dapat memberikan penjelasan rinci karena harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan kantor pusat dan tim yang menangani persoalan tersebut.

“Tetap harus koordinasi kantor. Kita masih belum ada arahan karena ini kan ujungnya, jadi kami harus koordinasi dulu,” ujar Yadi saat dimintai keterangan awak media.

Namun ketika diminta menjelaskan lebih lanjut mengenai langkah yang akan ditempuh perusahaan pasca penyegelan maupun keberadaan perwakilan manajemen dan tim legal, pihak MTF belum memberikan jawaban substantif.

Fordayak menegaskan penyegelan akan tetap berlangsung hingga ada kejelasan atas tuntutan mereka, mulai dari penghapusan denda, pemulihan nama baik debitur dalam sistem informasi keuangan, hingga penyelesaian sengketa yang dinilai telah berlarut-larut selama empat tahun.

Kasus ini kini menjadi sorotan karena menyentuh isu yang lebih luas: transparansi perusahaan pembiayaan dalam pengelolaan objek jaminan fidusia serta perlindungan hak-hak debitur setelah aset jaminan diserahkan. Sementara itu, publik masih menunggu penjelasan resmi manajemen PT Mandiri Tunas Finance terkait substansi tuntutan yang disampaikan Fordayak. (red-fe) 

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hari Otonomi Daerah: Antara Kemandirian Fiskal dan Tantangan Ekonomi Modern

    Hari Otonomi Daerah: Antara Kemandirian Fiskal dan Tantangan Ekonomi Modern

    • calendar_month Sab, 25 Apr 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 286
    • 0Komentar

    Peringatan Hari Otonomi Daerah setiap 25 April bukan sekadar seremoni administratif. Momentum ini menjadi refleksi atas sejauh mana desentralisasi benar-benar memperkuat ekonomi daerah di tengah dinamika global yang semakin kompleks. Sejak diberlakukan pascareformasi, otonomi daerah memberi kewenangan luas kepada pemerintah daerah untuk mengelola sumber daya dan menentukan arah pembangunan sesuai potensi lokal. Namun, lebih dari […]

  • Kapolda Buka Kronologi Tragedi Katingan: Operasi Narkoba Berubah Jadi Serangan Brutal

    Kapolda Buka Kronologi Tragedi Katingan: Operasi Narkoba Berubah Jadi Serangan Brutal

    • calendar_month Kam, 23 Jul 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 10
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Fakta-fakta baru di balik gugurnya tiga personel Satresnarkoba Polres Katingan mulai terkuak. Operasi penindakan terhadap jaringan narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, berubah menjadi aksi penyerangan brutal setelah massa diduga terprovokasi dan mengepung aparat yang tengah menjalankan tugas negara. Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol. Iwan Kurniawan membeberkan kronologi lengkap […]

  • KPK Akhiri Penyidikan Kasus Tambang Nikel Rp2,7 T Bupati Konawe Utara

    KPK Akhiri Penyidikan Kasus Tambang Nikel Rp2,7 T Bupati Konawe Utara

    • calendar_month Ming, 28 Des 2025
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 170
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Dalam dinamika penegakan hukum tindak pidana korupsi, keputusan penghentian perkara kerap memantik perhatian publik. Hal itu pula yang terjadi saat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutuskan menghentikan penanganan kasus dugaan korupsi dan suap izin pertambangan nikel yang sempat menyeret nama mantan Bupati Konawe Utara, Aswad Sulaiman. KPK melalui Juru Bicaranya, Budi Prasetyo, menjelaskan […]

  • Neraca Perdagangan Tetap Surplus di Tengah Tekanan Global

    Neraca Perdagangan Tetap Surplus di Tengah Tekanan Global

    • calendar_month Sen, 4 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 70
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya — Kinerja perdagangan luar negeri Indonesia kembali menunjukkan sinyal optimistis. Nilai ekspor tercatat meningkat dan neraca perdagangan tetap mencetak surplus, memperlihatkan ketahanan ekonomi nasional di tengah situasi global yang belum sepenuhnya stabil. Dalam konferensi pers yang digelar di Ruang Vicon BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Palangka Raya, Senin (4/5/2026), Statistisi Ahli Madya Badan […]

  • DPD Gerindra Kalteng Gelar Bukber, Perkuat Sinergi dengan Pemda

    DPD Gerindra Kalteng Gelar Bukber, Perkuat Sinergi dengan Pemda

    • calendar_month Ming, 22 Feb 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 51
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – DPD Partai Gerindra Kalimantan Tengah memanfaatkan momentum Ramadan untuk memperkuat komunikasi politik dan kebersamaan sosial melalui kegiatan buka puasa bersama di Kantor DPD Gerindra Kalteng, Minggu (22/2/2026). Kegiatan yang dihadiri kader, simpatisan, tokoh masyarakat, serta Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran itu dikemas dengan pembagian sembako kepada masyarakat yang hadir. Dalam sambutannya, […]

  • Gebyar Ramadan Harus Cetak Generasi Berkarakter, Bukan Sekadar Ajang Lomba

    Gebyar Ramadan Harus Cetak Generasi Berkarakter, Bukan Sekadar Ajang Lomba

    • calendar_month Sel, 3 Mar 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 43
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menegaskan komitmennya membangun generasi muda berkarakter saat membuka Gebyar Ramadan Berkah Jilid 5 di Halaman TVRI Kalteng, Jalan Yos Sudarso, Senin (2/3/2026) sore. Didampingi Wakil Gubernur Edy Pratowo, ia menolak jika kegiatan tersebut dipandang sebatas perlombaan tahunan tanpa makna strategis. Di hadapan peserta dan tamu undangan, […]

expand_less