HUT Palangka Raya ke-69, Huma Betang Night Jadi Simbol Persatuan
- account_circle D'Borneo
- calendar_month Sen, 20 Jul 2026
- visibility 12
- comment 0 komentar

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Linae Victoria Aden saat membacakan sambutan Gubernur Kalteng.
DAYANORNEO, Palangka Raya – Semangat kebersamaan dan keberagaman mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Kota Palangka Raya melalui gelaran Huma Betang Night (HBN), Sabtu (18/7/2026) malam.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memanfaatkan momentum tersebut untuk menegaskan bahwa kemajuan daerah harus dibangun di atas fondasi persatuan, budaya, dan gotong royong.
Mewakili Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Linae Victoria Aden mengatakan Huma Betang Night bukan sekadar hiburan rakyat, tetapi menjadi ruang mempererat persaudaraan masyarakat dari berbagai latar belakang.
“Palangka Raya bukan sekadar tempat tinggal, melainkan rumah besar atau Huma Betang tempat kita hidup, bertumbuh, dan membangun masa depan bersama. Karena itu, jangan pernah berhenti membangun kota ini,” ujarnya saat membacakan sambutan Gubernur.
Menurutnya, semangat Huma Betang harus terus dijaga sebagai perekat masyarakat Kalimantan Tengah yang hidup dalam keberagaman suku, agama, dan budaya. Nilai toleransi, saling menghormati, dan gotong royong dinilai menjadi modal utama menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
“Kalau kita tetap guyub, rukun, dan menjunjung tinggi toleransi, tidak ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan bersama,” katanya.
Selain memperkuat persatuan, Huma Betang Night juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Kehadiran pelaku UMKM dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui promosi produk lokal.
Gubernur juga mengingatkan agar pembangunan yang terus berlangsung di Kalimantan Tengah tidak mengikis adat istiadat dan budaya leluhur.
“Kita ingin membangun Kalimantan Tengah yang maju, tetapi tetap berakar pada budaya dan kearifan lokal. Spirit Huma Betang harus menjadi pedoman dalam setiap langkah pembangunan,” tegasnya.
Perayaan Huma Betang Night semakin semarak dengan penampilan tari tradisional Sanggar Seni Budaya Ruai Bahalap Taheta, Igal Jue, Tandak Timang, serta hiburan dari Kalimbeat Production, Delta Band, Yayang Welia, dan Pony Vallen.
Momentum HUT ke-69 Kota Palangka Raya menjadi pengingat bahwa kekuatan terbesar ibu kota Kalimantan Tengah bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga persatuan masyarakat yang terus terjaga dalam semangat Huma Betang. (red-fe)
- Penulis: D'Borneo

Saat ini belum ada komentar