Harga Batu Bara Menguat pada Awal November 2026, HBA Tertinggi Tembus US$125,60 per Ton
- account_circle fe
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 18
- comment 0 komentar

Dok. Ilustrasi
DAYABORNEO, Jakarta – Harga batu bara acuan nasional kembali bergerak naik pada periode pertama November 2026. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan kenaikan pada seluruh kategori Harga Batu Bara Acuan (HBA), dengan harga tertinggi mencapai US$125,60 per ton.
Penguatan ini terjadi setelah harga batu bara pada periode kedua Oktober 2026 berada di bawah penetapan terbaru. Kenaikan tersebut juga mencakup batu bara berkalori menengah hingga rendah yang menjadi bagian dari empat kelompok acuan pemerintah.
Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM menjelaskan, peningkatan harga pada kelompok tersebut berkaitan dengan tingginya permintaan energi di pasar global.
“Harga Batu Bara Acuan (HBA) untuk kalori sedang, hingga rendah I, II dan III mencatatkan kenaikan berlanjut yang didorong oleh tingginya permintaan energi di pasar global,” demikian keterangan Ditjen Minerba melalui akun Instagram resminya, dikutip Senin (2/11/2026).
Dalam penetapan periode pertama November, HBA untuk batu bara dengan nilai kalor 6.322 kcal/kg GAR mencapai US$125,60 per ton. Angka tersebut meningkat US$3,08 dibandingkan penetapan sebelumnya sebesar US$122,52 per ton.
Kenaikan paling besar secara nominal justru terjadi pada HBA I dengan nilai kalor 5.300 kcal/kg GAR. Pemerintah menetapkan harga sebesar US$97,85 per ton, naik US$7,25 dari sebelumnya US$90,60 per ton.
Berikutnya, HBA II untuk batu bara dengan nilai kalor 4.100 kcal/kg GAR ditetapkan US$69,28 per ton. Harga tersebut meningkat US$5,83 dibandingkan periode kedua Oktober yang berada di level US$63,45 per ton.
Sementara itu, HBA III dengan nilai kalor 3.400 kcal/kg GAR naik menjadi US$46,64 per ton dari sebelumnya US$43,84 per ton. Kategori ini mencatatkan kenaikan US$2,80 per ton.
Penetapan harga tersebut tercantum dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 409.K/MB.01/MEM.B/2026 tentang Harga Mineral Logam Acuan dan Harga Batu Bara Acuan.
Kenaikan pada empat kelompok tersebut menandai penguatan HBA pada awal November. Ditjen Minerba mengaitkan tren kenaikan harga batu bara kalori menengah hingga rendah dengan perkembangan permintaan energi di pasar internasional.
Dengan penetapan terbaru ini, seluruh kategori HBA mencatatkan harga lebih tinggi dibandingkan periode kedua Oktober 2026.
- Penulis: fe

Saat ini belum ada komentar