Minggu, 13 Sep 2026
light_mode
Beranda » Artikel » Kartini di Era Layar: Ibu, Garda Terdepan Menjaga Karakter Anak

Kartini di Era Layar: Ibu, Garda Terdepan Menjaga Karakter Anak

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Sel, 21 Apr 2026
  • visibility 62
  • comment 0 komentar

Peringatan Hari Kartini setiap 21 April kembali menggugah satu pertanyaan mendasar: siapa yang paling menentukan arah karakter generasi muda di tengah derasnya arus digital? Jawabannya tetap sama sejak dulu—ibu. Bedanya, tantangan hari ini jauh lebih kompleks dan agresif.

Di era global yang serba terhubung, anak-anak tidak lagi hanya belajar dari sekolah dan lingkungan sekitar. Gawai di tangan mereka membuka akses tanpa batas ke informasi, budaya, hingga nilai-nilai yang belum tentu sejalan dengan norma lokal.

Data nasional menunjukkan penetrasi internet pada anak dan remaja terus meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir, dengan durasi penggunaan yang kian panjang setiap harinya. Ini berarti, sebagian besar proses pembentukan karakter kini terjadi di ruang digital.

Kondisi ini menghadirkan realitas baru: rumah bukan lagi satu-satunya pusat pendidikan. Tanpa pengawasan, algoritma media sosial bisa menjadi “guru liar” yang membentuk pola pikir anak secara instan. Di sinilah peran ibu mengalami transformasi besar—dari pengasuh menjadi navigator digital.

Momentum Kartini mengingatkan bahwa kekuatan perempuan bukan hanya pada kesetaraan, tetapi pada pengaruh strategis dalam membangun peradaban. Ibu yang melek digital terbukti mampu membatasi konten negatif, mengarahkan anak pada aktivitas produktif, serta menanamkan etika bermedia sejak dini. Sebaliknya, minimnya literasi digital orang tua berpotensi menciptakan celah pengawasan yang berbahaya.

Analisis menunjukkan bahwa anak dengan pendampingan aktif dari orang tua memiliki kecenderungan lebih rendah terpapar risiko digital seperti kecanduan gawai, perundungan siber, hingga paparan konten tidak layak. Ini bukan sekadar isu teknologi, melainkan persoalan karakter.

Namun, tantangan terbesar justru datang dari ketimpangan adaptasi. Anak bergerak cepat mengikuti perkembangan teknologi, sementara banyak orang tua tertinggal. Akibatnya, kontrol melemah dan nilai-nilai yang seharusnya ditanamkan di rumah perlahan tergeser oleh pengaruh luar.

Karena itu, Hari Kartini tidak cukup dirayakan dengan seremoni. Ini adalah momentum evaluasi: sudah sejauh mana peran ibu diperkuat dalam menghadapi perubahan zaman? Negara dapat menghadirkan regulasi, tetapi benteng utama tetap berada di keluarga.

Kartini masa kini bukan hanya simbol perjuangan, tetapi representasi ketangguhan ibu dalam menjaga arah generasi. Di tengah gempuran dunia digital, ibu tetap menjadi kompas—penentu apakah anak-anak Indonesia tumbuh dengan karakter kuat atau kehilangan arah di tengah arus global. (red).

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkot Palangka Raya Tutup Diskotik dan Bar Selama Ramadan, Sanksi Kurungan Bagi Pelanggar

    Pemkot Palangka Raya Tutup Diskotik dan Bar Selama Ramadan, Sanksi Kurungan Bagi Pelanggar

    • calendar_month Jum, 13 Feb 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 114
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Kota Palangka Raya mengambil langkah tegas menjelang Ramadan 1447 Hijriah dengan mengunci operasional diskotik, klub malam, dan bar hingga Idulfitri 2026. Kebijakan ini diterapkan untuk menjaga ketertiban umum sekaligus menghormati umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa di ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah. Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, memimpin langsung […]

  • Prabowo Ingin Kampus Jadi Problem Solver Daerah

    Prabowo Ingin Kampus Jadi Problem Solver Daerah

    • calendar_month Sen, 4 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 105
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta — Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mulai mengarahkan perguruan tinggi sebagai kekuatan strategis dalam pembangunan daerah. Kampus tidak lagi hanya diposisikan sebagai ruang akademik yang menghasilkan lulusan dan penelitian, tetapi didorong menjadi pusat solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi pemerintah daerah—dari pengelolaan sampah, penataan kawasan, hingga inovasi teknologi lingkungan. Arah baru itu mengemuka setelah […]

  • Prabowo Tiba di Paris, Indonesia Mulai Perkuat Poros Strategis dengan Prancis

    Prabowo Tiba di Paris, Indonesia Mulai Perkuat Poros Strategis dengan Prancis

    • calendar_month Kam, 28 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 61
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Paris — Presiden Prabowo Subianto resmi memulai kunjungan kenegaraan ke Republik Prancis setelah tiba di Bandara Orly, Paris, Selasa (26/05/2026) sekitar pukul 10.00 waktu setempat. Kedatangan Prabowo menandai dimulainya agenda diplomasi strategis Indonesia di kawasan Eropa yang telah dipersiapkan sejak tahun lalu. Setelah menempuh sekitar 16 jam penerbangan, Presiden Prabowo disambut langsung Menteri Tenaga […]

  • Kenapa Orang Indonesia Menamai Anak dengan Tokoh Anime?

    Kenapa Orang Indonesia Menamai Anak dengan Tokoh Anime?

    • calendar_month Sen, 10 Agu 2026
    • account_circle fe
    • visibility 70
    • 0Komentar

    DAYABORNEO – Bagi sebagian orang, nama bukan sekadar rangkaian kata yang tertulis di kartu identitas. Nama bisa menyimpan kenangan, harapan, bahkan cerita tentang hal yang pernah begitu dekat dengan kehidupan seseorang. Itulah yang membuat fenomena nama tokoh anime di Indonesia menarik perhatian. Di tengah beragamnya nama yang digunakan masyarakat, sejumlah nama karakter anime ternyata masuk […]

  • Produksi Nikel Dipangkas, Penambang Berpeluang Raup Untung

    Produksi Nikel Dipangkas, Penambang Berpeluang Raup Untung

    • calendar_month Ming, 21 Des 2025
    • account_circle fe
    • visibility 131
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Rencana pemerintah memangkas target produksi bijih nikel nasional pada 2026 dinilai berpotensi menjadi titik balik bagi industri pertambangan nikel di Indonesia. Kebijakan tersebut diperkirakan mendorong pemulihan harga nikel global sekaligus memperbaiki profitabilitas penambang lokal yang sempat tertekan akibat kelebihan pasokan. Analis menilai pengurangan target produksi bijih nikel dari 379 juta ton pada […]

  • Lahan Bekas Terbakar di Sabaru Kembali Dilalap Api

    Lahan Bekas Terbakar di Sabaru Kembali Dilalap Api

    • calendar_month Ming, 16 Agu 2026
    • account_circle fe
    • visibility 79
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali menunjukkan taringnya di Kota Palangka Raya. Kali ini, api membakar lahan kosong di kawasan Jalan Pasendeng Ujung, Kelurahan Sabaru, Kecamatan Sabangau, Minggu (16/8/2026) malam. Kebakaran dilaporkan warga melalui Call Center 112 sekitar pukul 18.24 WIB. Laporan tersebut langsung direspons Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan […]

expand_less