Minggu, 1 Nov 2026
light_mode
Beranda » Artikel » Kartini di Era Layar: Ibu, Garda Terdepan Menjaga Karakter Anak

Kartini di Era Layar: Ibu, Garda Terdepan Menjaga Karakter Anak

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Sel, 21 Apr 2026
  • visibility 82
  • comment 0 komentar

Peringatan Hari Kartini setiap 21 April kembali menggugah satu pertanyaan mendasar: siapa yang paling menentukan arah karakter generasi muda di tengah derasnya arus digital? Jawabannya tetap sama sejak dulu—ibu. Bedanya, tantangan hari ini jauh lebih kompleks dan agresif.

Di era global yang serba terhubung, anak-anak tidak lagi hanya belajar dari sekolah dan lingkungan sekitar. Gawai di tangan mereka membuka akses tanpa batas ke informasi, budaya, hingga nilai-nilai yang belum tentu sejalan dengan norma lokal.

Data nasional menunjukkan penetrasi internet pada anak dan remaja terus meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir, dengan durasi penggunaan yang kian panjang setiap harinya. Ini berarti, sebagian besar proses pembentukan karakter kini terjadi di ruang digital.

Kondisi ini menghadirkan realitas baru: rumah bukan lagi satu-satunya pusat pendidikan. Tanpa pengawasan, algoritma media sosial bisa menjadi “guru liar” yang membentuk pola pikir anak secara instan. Di sinilah peran ibu mengalami transformasi besar—dari pengasuh menjadi navigator digital.

Momentum Kartini mengingatkan bahwa kekuatan perempuan bukan hanya pada kesetaraan, tetapi pada pengaruh strategis dalam membangun peradaban. Ibu yang melek digital terbukti mampu membatasi konten negatif, mengarahkan anak pada aktivitas produktif, serta menanamkan etika bermedia sejak dini. Sebaliknya, minimnya literasi digital orang tua berpotensi menciptakan celah pengawasan yang berbahaya.

Analisis menunjukkan bahwa anak dengan pendampingan aktif dari orang tua memiliki kecenderungan lebih rendah terpapar risiko digital seperti kecanduan gawai, perundungan siber, hingga paparan konten tidak layak. Ini bukan sekadar isu teknologi, melainkan persoalan karakter.

Namun, tantangan terbesar justru datang dari ketimpangan adaptasi. Anak bergerak cepat mengikuti perkembangan teknologi, sementara banyak orang tua tertinggal. Akibatnya, kontrol melemah dan nilai-nilai yang seharusnya ditanamkan di rumah perlahan tergeser oleh pengaruh luar.

Karena itu, Hari Kartini tidak cukup dirayakan dengan seremoni. Ini adalah momentum evaluasi: sudah sejauh mana peran ibu diperkuat dalam menghadapi perubahan zaman? Negara dapat menghadirkan regulasi, tetapi benteng utama tetap berada di keluarga.

Kartini masa kini bukan hanya simbol perjuangan, tetapi representasi ketangguhan ibu dalam menjaga arah generasi. Di tengah gempuran dunia digital, ibu tetap menjadi kompas—penentu apakah anak-anak Indonesia tumbuh dengan karakter kuat atau kehilangan arah di tengah arus global. (red).

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prabowo: Masa Depan Indonesia Ditentukan Ilmu Pengetahuan, Bukan Sekadar Kekayaan Alam

    Prabowo: Masa Depan Indonesia Ditentukan Ilmu Pengetahuan, Bukan Sekadar Kekayaan Alam

    • calendar_month Sen, 29 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 74
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa masa depan Indonesia tidak lagi cukup bergantung pada melimpahnya sumber daya alam. Kemajuan bangsa, menurutnya, hanya dapat dicapai melalui penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi yang lahir dari perguruan tinggi serta lembaga riset nasional. Pesan tersebut disampaikan Presiden saat membuka Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia […]

  • Gubernur Kalteng Beri Bantuan Rp5 Juta kepada Veteran di Hari Kemerdekaan

    Gubernur Kalteng Beri Bantuan Rp5 Juta kepada Veteran di Hari Kemerdekaan

    • calendar_month Sen, 17 Agu 2026
    • account_circle fe
    • visibility 60
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo – Suasana peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kalimantan Tengah tidak hanya diwarnai upacara. Pemerintah Provinsi Kalteng juga memberikan perhatian khusus kepada para veteran yang telah berjasa dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menyerahkan bantuan sebesar Rp5 juta kepada veteran sebagai bentuk penghargaan dan kepedulian […]

  • Prabowo Bahas Skema Pendanaan Koperasi Merah Putih, Target Ratusan Unit Baru

    Prabowo Bahas Skema Pendanaan Koperasi Merah Putih, Target Ratusan Unit Baru

    • calendar_month Sab, 14 Feb 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 80
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto memaparkan arah pendanaan Koperasi Merah Putih (KMP) dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026). Pemerintah mengarahkan pembiayaan agar koperasi desa berfungsi sebagai simpul ekonomi rakyat yang efektif, dekat, dan terjangkau. Prabowo menyebut pengembangan KMP memasuki tahap percepatan. Dalam waktu dekat, pemerintah menargetkan penambahan […]

  • Prabowo Mulai Rapikan Uang Ekspor, Devisa RI Tak Boleh Lagi “Kabur” ke Luar Negeri

    Prabowo Mulai Rapikan Uang Ekspor, Devisa RI Tak Boleh Lagi “Kabur” ke Luar Negeri

    • calendar_month Jum, 22 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 71
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta — Pemerintah era Presiden Prabowo Subianto mulai menunjukkan sikap keras terhadap arus devisa hasil ekspor (DHE). Hal itu diungkap dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Kamis (21/05/2026). Prabowo memastikan kebijakan DHE siap diberlakukan awal Juni 2026 demi memperkuat posisi ekonomi nasional di tengah tekanan global. Kebijakan ini menjadi sinyal bahwa negara tidak ingin […]

  • Pemprov Kalteng Buka Kartu Soal SiLPA Rp216 Miliar, Edy Pratowo Tegaskan Bukan Dana Mengendap

    Pemprov Kalteng Buka Kartu Soal SiLPA Rp216 Miliar, Edy Pratowo Tegaskan Bukan Dana Mengendap

    • calendar_month Sen, 6 Jul 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 97
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) Tahun 2025 yang mencapai sekitar Rp216 miliar. Angka tersebut menjadi salah satu sorotan dalam Rapat Paripurna ke-5 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2026 DPRD Kalimantan Tengah yang digelar di Ruang Rapat Paripurna DPRD, Senin (6/7/2026). Mewakili Gubernur […]

  • Kunker ke Tanah Laut, Komisi IV DPRD Kalteng Gali Referensi Penanganan RTLH

    Kunker ke Tanah Laut, Komisi IV DPRD Kalteng Gali Referensi Penanganan RTLH

    • calendar_month Sel, 4 Agu 2026
    • account_circle fe
    • visibility 62
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo – Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Tengah melaksanakan kunjungan kerja (kunker) ke Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Kunjungan ini bertujuan menggali referensi terkait penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang dinilai berjalan efektif di daerah tersebut. Anggota Komisi IV DPRD Kalteng dari Fraksi PKS, Sirajul […]

expand_less