Sabtu, 12 Sep 2026
light_mode
Beranda » Berita Nasional » PPATK Bongkar Modus Pengemplangan Pajak Tekstil, Omzet Rp12,49 Triliun

PPATK Bongkar Modus Pengemplangan Pajak Tekstil, Omzet Rp12,49 Triliun

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Jum, 30 Jan 2026
  • visibility 82
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Jakarta Praktik pengemplangan pajak di sektor tekstil kembali terkuak. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap adanya modus penyembunyian omzet dengan memanfaatkan rekening milik karyawan maupun rekening pribadi untuk menghindari kewajiban pajak negara.

Kepala Biro Humas PPATK, Natsir Kongah, mengatakan temuan tersebut teridentifikasi sepanjang tahun 2025. Dari hasil analisis PPATK, nilai omzet yang diduga disembunyikan mencapai Rp12,49 triliun, dengan aliran dana tidak tercatat secara resmi dalam laporan perusahaan.

“Pihak tertentu diduga menyembunyikan omzet hingga Rp12,49 triliun dengan menggunakan rekening karyawan atau pribadi untuk menerima transaksi hasil penjualan ilegal,” ujar Natsir dalam keterangan tertulis, Kamis (29/1).

Menurut Natsir, pola ini dilakukan untuk memecah aliran transaksi agar tidak terdeteksi sistem perbankan dan pengawasan perpajakan. Praktik tersebut dinilai berisiko tinggi terhadap penerimaan negara sekaligus menciptakan persaingan usaha tidak sehat di sektor industri tekstil.

PPATK, lanjut Natsir, telah menjalin kerja sama intensif dengan Direktorat Jenderal Perpajakan (DJP) melalui penyampaian laporan dan analisis transaksi keuangan yang mencurigakan. Sinergi ini diklaim mampu memperkuat penindakan dan pemulihan potensi kerugian negara.

“Melalui kerja sama PPATK dan DJP, optimalisasi penerimaan negara yang berhasil dicapai selama periode 2020 hingga Oktober 2025 mencapai Rp18,64 triliun,” ungkapnya.

Sepanjang tahun 2025, PPATK juga mencatat telah menghasilkan 173 Hasil Analisis, 4 Hasil Pemeriksaan, serta 1 Informasi yang berkaitan dengan sektor fiskal. Total nilai transaksi yang dianalisis dalam laporan tersebut mencapai Rp934 triliun.

PPATK menegaskan temuan ini menjadi peringatan serius terhadap praktik penyalahgunaan sistem keuangan untuk menghindari kewajiban pajak. Lembaga ini memastikan akan terus memperkuat analisis dan koordinasi lintas lembaga guna menutup celah kejahatan fiskal yang merugikan negara. (red-fe)

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Alasan Keberadaan Kodam XXII/Tambun Bungai di Kalimantan Tengah

    Alasan Keberadaan Kodam XXII/Tambun Bungai di Kalimantan Tengah

    • calendar_month Sen, 10 Agu 2026
    • account_circle fe
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Keberadaan Kodam XXII/Tambun Bungai di Kalimantan Tengah menandai perubahan penting dalam struktur pertahanan di Pulau Kalimantan. Sejak resmi dibentuk pada 10 Agustus 2025, Kodam yang bermarkas di Palangka Raya ini menjadi komando kewilayahan baru yang menangani wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Lantas, apa alasan keberadaan Kodam XXII/Tambun Bungai di Kalimantan Tengah? Jawabannya berkaitan dengan […]

  • Pemprov Dorong Modernisasi Pertanian, PM-AAS Disiapkan Dongkrak Produksi Pangan di Kalteng

    Pemprov Dorong Modernisasi Pertanian, PM-AAS Disiapkan Dongkrak Produksi Pangan di Kalteng

    • calendar_month Sel, 21 Jul 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 44
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mulai menggenjot percepatan transformasi sektor pertanian melalui Program Modern Agriculture System (PM-AAS). Langkah ini dinilai menjadi jawaban atas tantangan produktivitas yang selama ini masih bergantung pada pola budidaya konvensional dan keterbatasan mekanisasi di lapangan. Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pelaksanaan Pertanian Modern PM-AAS yang mempertemukan […]

  • https://dayaborneo.com/wp-admin/post-new.php

    Ekspor CPO Diselidiki Kejagung, Kerugian Negara Ditaksir Rp10–14 Triliun

    • calendar_month Rab, 11 Feb 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 176
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Kejaksaan Agung terus mengusut dugaan korupsi dalam kegiatan ekspor crude palm oil (CPO) dan produk turunannya yang dinilai telah merugikan keuangan negara dalam jumlah fantastis. Berdasarkan penghitungan awal, potensi kerugian negara akibat praktik tersebut diperkirakan mencapai Rp10 triliun hingga Rp14 triliun. Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Dirdik Jampidsus), Syarief […]

  • Presiden Prabowo Targetkan Kredit Rakyat Kecil di PNM Mekar di Bawah 9 Persen

    Presiden Prabowo Targetkan Kredit Rakyat Kecil di PNM Mekar di Bawah 9 Persen

    • calendar_month Kam, 14 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 107
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah tegas untuk meringankan beban pembiayaan masyarakat kecil dengan menginstruksikan penurunan suku bunga program Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekaar hingga di bawah 9 persen. Kebijakan itu diumumkan Presiden saat memberikan arahan di Kompleks Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Rabu (13/5/2026). Dalam pidatonya, Prabowo menilai selama ini terjadi ketimpangan besar […]

  • Disperkimtan Kalteng Gencarkan Sosialisasi Cegah Permukiman Kumuh

    Disperkimtan Kalteng Gencarkan Sosialisasi Cegah Permukiman Kumuh

    • calendar_month Rab, 31 Des 2025
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 157
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka RAYA – Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hunian masyarakat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus mendorong pencegahan kawasan permukiman kumuh melalui pendekatan edukatif. Langkah tersebut dilakukan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Kalteng dengan menggencarkan kegiatan sosialisasi di berbagai daerah. Kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan di sejumlah kabupaten itu bertujuan membangun kesadaran masyarakat […]

  • Bupati Gunung Mas Soroti Dampak Kemarau, Bukan Hanya Karhutla yang Mengkhawatirkan

    Bupati Gunung Mas Soroti Dampak Kemarau, Bukan Hanya Karhutla yang Mengkhawatirkan

    • calendar_month Kam, 3 Sep 2026
    • account_circle fe
    • visibility 20
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo – Ancaman musim kemarau di Kabupaten Gunung Mas ternyata tidak hanya datang dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ketika titik api masih bisa dikendalikan, persoalan lain mulai muncul: sejumlah sumber air masyarakat perlahan mengering. Kondisi itu menjadi perhatian Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong setelah menghadiri Rapat Evaluasi Pencegahan dan Penanganan Karhutla di […]

expand_less