Target Taruna Tani Meleset Jauh, Pendaftar Baru 14 Persen
- account_circle fe
- calendar_month Kam, 6 Agu 2026
- visibility 36
- comment 0 komentar

Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo
PALANGKA RAYA, Dayaborneo — Ambisi besar Kalimantan Tengah jadi lumbung pangan nasional ternyata belum diimbangi minat anak muda turun ke sawah. Pendaftaran calon Taruna Tani untuk Pendidikan Tinggi Vokasi Bidang Pertanian baru terisi 25 orang, alias cuma 14 persen dari target.
Fakta ini terungkap saat Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo, mewakili Gubernur Agustiar Sabran, membuka Rapat Koordinasi Percepatan Pelaksanaan Pendidikan Tinggi Vokasi Bidang Pertanian di Aula Eka Hapakat, Kantor Gubernur Kalteng, Kamis (6/8/2026).
Padahal, lahan cetak sawah di Bumi Tambun Bungai sudah tembus 26,4 ribu hektare. Modal besar yang percuma kalau tak ada petani terampil yang mengelolanya.
“Kami meyakini bahwa investasi terbaik bukan hanya membangun lahan pertanian, tetapi juga membangun sumber daya manusia. Lahan yang luas tidak akan memberikan hasil optimal tanpa petani yang terampil dan berdaya saing,” tegas Edy membacakan sambutan Gubernur.
Program Diploma 1 Bidang Pertanian ini digagas bareng Kementerian Pertanian dan Akademi Komunitas Muhammadiyah Palangka Raya, dengan porsi 70 persen praktik langsung di lapangan. Bonusnya pun menggiurkan: gratis biaya kuliah, plus peluang insentif. Tapi kenyataannya, minat generasi muda masih adem-adem saja.
Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian Idha Widi Arsanti pun angkat bicara, menyebut Kalteng punya posisi strategis dalam program cetak sawah nasional.
“Kami mendorong generasi muda bergabung dalam Brigade Pangan agar mampu mengelola pertanian modern secara produktif dan berkelanjutan,” ujarnya, sembari menyinggung peserta bakal dibekali teknologi drone pertanian.
Sekretaris Daerah Kalteng Linae Victoria Aden menambahkan, program ini bagian dari Kartu Huma Betang Sejahtera dengan kuota 178 kursi di Gelombang I.
“Keberhasilan program bergantung pada sinergi seluruh pemangku kepentingan,” tegasnya. (red-fe)
- Penulis: fe

Saat ini belum ada komentar