Sabtu, 31 Okt 2026
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Harga Pangan dan BBM Kompak Naik, Inflasi Kalteng Tembus 4,47 Persen

Harga Pangan dan BBM Kompak Naik, Inflasi Kalteng Tembus 4,47 Persen

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Rab, 1 Jul 2026
  • visibility 128
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Palangka Raya – Kenaikan harga kebutuhan pokok, bahan bakar minyak (BBM), hingga minyak goreng mendorong laju inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) provinsi ini melonjak menjadi 4,47 persen pada Juni 2026. Angka tersebut meningkat tajam dibanding periode yang sama tahun lalu yang hanya 1,06 persen.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah menunjukkan Indeks Harga Konsumen (IHK) Juni 2026 mencapai 112,61.

Dari empat daerah pemantauan, Kabupaten Kapuas menjadi wilayah dengan inflasi tertinggi sebesar 5,01 persen, sedangkan Kabupaten Sukamara mencatat inflasi terendah 3,81 persen.

Lonjakan inflasi dipicu oleh naiknya harga sejumlah komoditas yang menjadi kebutuhan utama masyarakat. Beras masih menjadi penyumbang terbesar, disusul bensin, minyak goreng, ikan nila, ikan patin, cabai rawit, bahan bakar rumah tangga, hingga tarif angkutan udara.

“Inflasi terjadi karena hampir seluruh kelompok pengeluaran mengalami kenaikan harga. Kontributor terbesar berasal dari kelompok makanan, minuman dan tembakau, transportasi, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya,” ujar Plt. Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Maria Wahyu Utami, Rabu (1/7/2026).

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil 2,37 persen. Sementara kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menyumbang 0,61 persen, serta kelompok transportasi 0,58 persen.

Kondisi tersebut menunjukkan tekanan harga tidak lagi hanya berasal dari sektor pangan, tetapi juga merambah biaya mobilitas dan kebutuhan rumah tangga lainnya.

Di tengah tren kenaikan harga, beberapa komoditas justru mengalami penurunan sehingga sedikit menahan laju inflasi. Komoditas tersebut antara lain daging ayam ras, terong, cumi-cumi, kelapa, buah naga, dan rampela hati ayam.

Selain inflasi tahunan, BPS juga mencatat inflasi bulanan (month-to-month) sebesar 0,23 persen, sedangkan inflasi tahun kalender (year-to-date) mencapai 2,39 persen.

Lonjakan inflasi ini menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk memperkuat pengendalian harga, menjaga kelancaran distribusi pangan, serta memastikan pasokan kebutuhan pokok tetap tersedia. Jika tidak diantisipasi, kenaikan harga yang terus berlanjut berpotensi semakin menggerus daya beli masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah. (red-fe) 

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Kalteng Angkat Bicara Usai Warga Barsel Lolos dari Jerat TPPO di Kamboja: Jangan Lagi Ada Korban!

    DPRD Kalteng Angkat Bicara Usai Warga Barsel Lolos dari Jerat TPPO di Kamboja: Jangan Lagi Ada Korban!

    • calendar_month Sen, 6 Jul 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 113
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Kasus yang menimpa Supiat, warga Kabupaten Barito Selatan (Barsel), yang diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan dipaksa bekerja dalam jaringan online scam di Kamboja, memantik perhatian DPRD Kalimantan Tengah. Legislator meminta pemerintah memperketat pengawasan perekrutan tenaga kerja agar tragedi serupa tidak kembali menimpa warga Kalteng. Wakil Ketua Komisi I […]

  • Bareskrim Tahan Dirut dan Komisaris PT DSI, Kasus Dugaan Fraud

    Bareskrim Tahan Dirut dan Komisaris PT DSI, Kasus Dugaan Fraud

    • calendar_month Sel, 10 Feb 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 203
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Penanganan kasus dugaan fraud di tubuh PT Dana Syariah Indonesia (DSI) resmi memasuki fase krusial. Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menahan dua petinggi perusahaan setelah penyidik menetapkan mereka sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana ekonomi dan keuangan yang berlangsung selama bertahun-tahun. Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Ade […]

  • Gubernur Agustiar Bantah APBD Kalteng Defisit Rp149 Miliar: "Kami Punya Hitungannya"

    Gubernur Agustiar Bantah APBD Kalteng Defisit Rp149 Miliar: “Kami Punya Hitungannya”

    • calendar_month Sab, 25 Jul 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 157
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Polemik mengenai kondisi keuangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah kembali menghangat. Setelah DPRD Kalteng mengungkap adanya defisit APBD Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp149,53 miliar dalam rapat paripurna pertanggungjawaban APBD, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran langsung membantah anggapan tersebut. Menurut Agustiar, angka yang disampaikan DPRD tidak bisa serta-merta dimaknai sebagai kondisi keuangan daerah […]

  • Teras Narang Minta Pemerintah Kalteng Jangan Setengah Hati Tangani Karhutla

    Teras Narang Minta Pemerintah Kalteng Jangan Setengah Hati Tangani Karhutla

    • calendar_month Rab, 22 Jul 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 81
    • 0Komentar

    MAHARATINEWS, Palangka Raya – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi ancaman serius di Kalimantan Tengah. Memasuki pertengahan Juli 2026, Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Provinsi Kalimantan Tengah mencatat sedikitnya 472 kejadian karhutla yang telah melalap sekitar 456,78 hektare lahan. Anggota DPD RI asal Kalimantan Tengah, Dr. Agustin Teras Narang, menilai kondisi tersebut harus […]

  • Satgas Pangan Polri Masih Bidik 194 PKS Diduga Rugikan Petani Sawit

    Satgas Pangan Polri Masih Bidik 194 PKS Diduga Rugikan Petani Sawit

    • calendar_month Jum, 26 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 129
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Tekanan pemerintah terhadap perusahaan kelapa sawit yang diduga membeli Tandan Buah Segar (TBS) di bawah harga wajar mulai menunjukkan dampak. Jumlah pabrik kelapa sawit (PKS) yang menjadi perhatian Satgas Pangan Polri berangsur menurun, meski ratusan perusahaan masih berada dalam radar pengawasan. Berdasarkan hasil pemantauan yang berlangsung pada 9–22 Juni 2026, jumlah PKS yang […]

  • Tegas! Junaidi Sebut Antrean Panjang di SPBU Bukan Dampak Peralihan Pembelian Pertalite

    Tegas! Junaidi Sebut Antrean Panjang di SPBU Bukan Dampak Peralihan Pembelian Pertalite

    • calendar_month Rab, 16 Sep 2026
    • account_circle fe
    • visibility 35
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo – Antrean kendaraan yang mengular di sejumlah SPBU Palangka Raya bukan tanpa sebab. Wakil Ketua III DPRD Provinsi Kalteng Junaidi menuding akar masalahnya sederhana: pasokan BBM dari Pertamina belum memenuhi kebutuhan harian kota ini. Junaidi membeberkan angka pasti kebutuhan BBM Palangka Raya, yakni 205 kiloliter (KL) per hari. Menurutnya, jika kuota sebesar […]

expand_less