Sabtu, 12 Sep 2026
light_mode
Beranda » DPRD Kalteng » Minyakita Dijual Rp21.000, Ada yang Tidak Beres dalam Tata Niaga Sawit?

Minyakita Dijual Rp21.000, Ada yang Tidak Beres dalam Tata Niaga Sawit?

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Rab, 17 Jun 2026
  • visibility 42
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Palangka Raya –  Kalimantan Tengah selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kelapa sawit terbesar di Indonesia. Namun di tengah melimpahnya produksi sawit, masyarakat justru harus membeli minyak goreng bersubsidi Minyakita dengan harga yang jauh di atas ketentuan pemerintah.

Anggota DPRD Kalimantan Tengah, Bambang Irawan, S.St.Pi., menyoroti kondisi tersebut setelah menemukan harga Minyakita di pasaran mencapai sekitar Rp21.000 per liter. Angka itu jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Melambungnya harga Minyakita, menurut Bambang, memunculkan pertanyaan serius mengenai tata niaga dan distribusi minyak goreng di daerah yang selama ini menjadi salah satu penopang industri sawit nasional.

“Ini menjadi pertanyaan besar. Kita daerah penghasil sawit, tetapi masyarakat masih membeli minyak goreng bersubsidi dengan harga yang jauh di atas ketentuan pemerintah,” kata Bambang, Senin (15/6/2026).

Menurutnya, persoalan tersebut tidak bisa hanya dianggap sebagai gejolak harga biasa. Pemerintah perlu menelusuri rantai distribusi Minyakita secara menyeluruh, mulai dari produsen, distributor, hingga tingkat pengecer.

Politisi PDI Perjuangan itu menilai Kalimantan Tengah seharusnya mampu menikmati manfaat lebih besar dari industri sawit, terutama melalui pengembangan sektor hilir yang menghasilkan produk jadi untuk kebutuhan masyarakat.

Namun yang terjadi saat ini justru sebaliknya. Daerah menghasilkan bahan baku dalam jumlah besar, sementara masyarakat masih menghadapi harga minyak goreng yang sulit dijangkau.

“Kalau produksi sawit besar tetapi harga minyak goreng tetap tinggi, berarti ada yang harus dibenahi dalam sistemnya,” tegasnya.

Bambang juga menyoroti adanya perusahaan yang memiliki kemampuan memproduksi minyak goreng, namun hasil produksinya belum sepenuhnya tersedia untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal.

Ia menduga terdapat sejumlah persoalan yang perlu dikaji lebih jauh, mulai dari aspek perizinan, distribusi, hingga tata niaga yang berpotensi memengaruhi harga di tingkat konsumen.

“Jangan sampai Kalimantan Tengah hanya menjadi penghasil bahan mentah, sementara rakyat tetap membeli produk turunannya dengan harga mahal,” ujarnya.

Karena itu, Bambang mendesak instansi terkait segera melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap distribusi Minyakita di Kalimantan Tengah. Jika ditemukan penyimpangan dalam rantai pasok maupun penjualan di atas HET, pemerintah diminta mengambil langkah tegas.

Bagi Bambang, persoalan Minyakita bukan sekadar soal harga minyak goreng, melainkan cerminan sejauh mana kekayaan sumber daya alam daerah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat yang hidup di atasnya. (red-fe)

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kalteng Expo 2026 Dibuka, Gubernur Agustiar Dorong UMKM Rebut Pasar Global

    Kalteng Expo 2026 Dibuka, Gubernur Agustiar Dorong UMKM Rebut Pasar Global

    • calendar_month Sen, 18 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 52
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Kalteng Expo 2026 resmi dibuka dan langsung diposisikan bukan sekadar pameran tahunan. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menjadikannya sebagai etalase besar ekonomi daerah untuk mendorong UMKM keluar dari pasar lokal dan masuk ke arena bisnis yang lebih luas. Pembukaan dilakukan Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran melalui prosesi pemotongan pita di GOR Indoor […]

  • Belanja Daerah Lamban, Mendagri Ultimatum Pemda

    Belanja Daerah Lamban, Mendagri Ultimatum Pemda

    • calendar_month Rab, 24 Des 2025
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 158
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menekan pemerintah daerah agar tidak lengah mengejar realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 menjelang tutup tahun anggaran. Ia menegaskan, rendahnya realisasi belanja daerah berpotensi menghambat perputaran ekonomi dan melemahkan daya beli masyarakat. Arahan itu disampaikan Tito saat memimpin Rapat Evaluasi Realisasi APBD Tahun […]

  • Prabowo-Modi Bentuk Poros Baru Indo-Pasifik, Sepakat Kawal Perdamaian Dunia

    Prabowo-Modi Bentuk Poros Baru Indo-Pasifik, Sepakat Kawal Perdamaian Dunia

    • calendar_month Rab, 8 Jul 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 80
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Indonesia dan India mengirim pesan kuat kepada dunia. Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi menegaskan tekad membangun poros kemitraan strategis yang lebih kokoh untuk menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik di tengah memanasnya dinamika geopolitik global. Pernyataan itu disampaikan usai pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (7/7/2026). Kedua pemimpin menegaskan bahwa […]

  • Digitalisasi Daerah Tak Bisa Ditunda, Gubernur Kalteng Dorong Akselerasi PAD dan Transparansi

    Digitalisasi Daerah Tak Bisa Ditunda, Gubernur Kalteng Dorong Akselerasi PAD dan Transparansi

    • calendar_month Sab, 18 Apr 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 175
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menghadiri High Level Meeting Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Wilayah Kalimantan Selatan di Kahayan Ballroom Swiss-Belhotel Danum, Rabu (15/04/2026). Forum ini menegaskan satu hal: digitalisasi bukan lagi wacana, tetapi keharusan jika daerah ingin keluar dari jebakan kebocoran dan rendahnya optimalisasi pendapatan. Pertemuan tersebut mempertemukan […]

  • Ketua DPRD Kalteng Desak Penanganan Karhutla Diperkuat

    Ketua DPRD Kalteng Desak Penanganan Karhutla Diperkuat

    • calendar_month Sel, 1 Sep 2026
    • account_circle fe
    • visibility 41
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian serius DPRD Kalimantan Tengah. Munculnya titik panas di sejumlah wilayah mendorong legislatif meminta pemerintah daerah memperkuat kesiapsiagaan dan mempercepat langkah penanganan di lapangan. Ketua DPRD Kalteng, Arton S. Dohong, menyampaikan penegasan tersebut dalam Rapat Paripurna ke-9 (penutupan) Masa Persidangan III Tahun Sidang […]

  • Kapolda Buka Kronologi Tragedi Katingan: Operasi Narkoba Berubah Jadi Serangan Brutal

    Kapolda Buka Kronologi Tragedi Katingan: Operasi Narkoba Berubah Jadi Serangan Brutal

    • calendar_month Kam, 23 Jul 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 35
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Fakta-fakta baru di balik gugurnya tiga personel Satresnarkoba Polres Katingan mulai terkuak. Operasi penindakan terhadap jaringan narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, berubah menjadi aksi penyerangan brutal setelah massa diduga terprovokasi dan mengepung aparat yang tengah menjalankan tugas negara. Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol. Iwan Kurniawan membeberkan kronologi lengkap […]

expand_less