Ketua DPRD Kalteng Desak Penanganan Karhutla Diperkuat
- account_circle fe
- calendar_month Sel, 1 Sep 2026
- visibility 41
- comment 0 komentar

Ketua DPRD Kalteng Arton S Dohong saat menyampaikan pidato
PALANGKA RAYA, Dayaborneo – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian serius DPRD Kalimantan Tengah. Munculnya titik panas di sejumlah wilayah mendorong legislatif meminta pemerintah daerah memperkuat kesiapsiagaan dan mempercepat langkah penanganan di lapangan.
Ketua DPRD Kalteng, Arton S. Dohong, menyampaikan penegasan tersebut dalam Rapat Paripurna ke-9 (penutupan) Masa Persidangan III Tahun Sidang 2026 sekaligus Rapat Paripurna ke-1 (pembukaan) Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026, Selasa (1/9/2026).
Dalam pidatonya, Arton mengingatkan bahwa karhutla tidak boleh dipandang sebatas persoalan lingkungan. Dampaknya telah menyentuh berbagai sektor, mulai dari kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi hingga kegiatan pendidikan.
“Karhutla bukan sekadar bencana lingkungan, ini adalah bencana kemanusiaan,” tegas Arton.
Menurutnya, pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten dan kota harus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran. Ia meminta seluruh unsur yang terlibat tidak hanya bergerak ketika api sudah membesar, tetapi memperkuat langkah pencegahan sejak dini.
Arton juga mendorong BPBD, TNI, Polri dan unsur terkait memaksimalkan pemadaman, khususnya pada wilayah yang rawan terbakar serta kawasan yang sudah terdampak. Perlindungan terhadap masyarakat dan kawasan gambut, kata dia, harus menjadi perhatian utama.
Di sisi lain, DPRD Kalteng meminta penegakan hukum berjalan tegas. Aparat diminta memproses pihak yang terbukti sengaja melakukan pembakaran lahan, baik untuk kepentingan pribadi maupun kegiatan usaha.
DPRD Kalteng juga membuka ruang dukungan anggaran apabila penanganan karhutla membutuhkan penguatan. Percepatan realokasi anggaran, termasuk melalui belanja tidak terduga atau pos belanja lain yang belum mendesak, dapat ditempuh sesuai ketentuan.
Arton mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Menurutnya, keberhasilan menghadapi karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak.
“Pencegahan harus menjadi gerakan bersama. Kita tidak ingin masyarakat kembali menjadi korban akibat kabut asap dan kebakaran,” pungkasnya. (fe)
- Penulis: fe

Saat ini belum ada komentar