Traffic Light Lumpuh Saat Listrik Padam, Dishub Kalteng Pertanyakan Koordinasi PLN
- account_circle D'Borneo
- calendar_month Sel, 2 Jun 2026
- visibility 10
- comment 0 komentar

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalteng Yulindra Dedy
DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah kawasan Kota Palangka Raya tak hanya memadamkan aktivitas warga, tetapi juga melumpuhkan sejumlah traffic light di persimpangan. Kondisi itu memicu kerawanan lalu lintas karena kendaraan harus saling berebut melintas tanpa pengaturan lampu isyarat.
Di tengah situasi tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kalimantan Tengah mengaku tidak pernah menerima informasi resmi dari PLN terkait jadwal maupun lokasi pemadaman listrik. Akibatnya, Dishub kesulitan menyiapkan personel untuk mengatur arus kendaraan di titik-titik rawan.
Kepala Dishub Kalteng, Yulindra Dedy, mengatakan koordinasi menjadi persoalan utama yang harus segera dibenahi agar dampak pemadaman tidak berujung pada meningkatnya risiko kecelakaan lalu lintas.
“Kami tidak pernah menerima pemberitahuan kapan dan di mana listrik akan dipadamkan. Padahal ketika listrik padam, traffic light otomatis ikut mati dan itu berdampak langsung terhadap keselamatan pengguna jalan,” ujarnya, Rabu (1/7/2026).
Menurut Yulindra, apabila jadwal pemadaman disampaikan lebih awal, Dishub dapat menyiapkan petugas di simpang-simpang padat untuk membantu pengaturan arus kendaraan.
Ia menegaskan, persoalan ini bukan semata menyangkut layanan kelistrikan, tetapi juga menyangkut keselamatan publik.
“Kalau kami tahu jadwalnya, tentu personel bisa kami siagakan. Yang terjadi sekarang, kami baru mengetahui setelah lampu lalu lintas sudah mati,” katanya.
Dishub pun mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan ketika melintasi persimpangan yang lampu lalu lintasnya tidak berfungsi. Pengendara diminta mengurangi kecepatan, mematuhi prioritas kendaraan, dan mengutamakan keselamatan.
Yulindra berharap PLN segera memperkuat komunikasi dengan seluruh instansi terkait, termasuk kepolisian dan pemerintah daerah, sebelum melakukan pemadaman listrik.
“Koordinasi itu penting. Jangan sampai masyarakat yang menanggung risikonya hanya karena informasi tidak tersampaikan. Harapan kami, PLN segera memperbaiki sistem komunikasi agar pelayanan publik tetap berjalan dan kondisi lalu lintas tetap aman,” tegasnya.
Bagi Dishub, padamnya traffic light bukan sekadar gangguan teknis. Di balik lampu yang mati, ada potensi kecelakaan yang bisa terjadi kapan saja apabila koordinasi antarinstansi terus diabaikan. (red-fe)
- Penulis: D'Borneo

Saat ini belum ada komentar