Jumat, 29 Mei 2026
light_mode
Beranda » Artikel » Hari Kebangkitan Nasional dan Perjuangan Menjaga Identitas Budaya Dayak

Hari Kebangkitan Nasional dan Perjuangan Menjaga Identitas Budaya Dayak

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Rab, 20 Mei 2026
  • visibility 42
  • comment 0 komentar

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional bukan lagi sekadar mengenang perjuangan melawan penjajahan di masa lalu. Di era modern saat ini, kebangkitan bangsa juga dimaknai sebagai perjuangan menjaga identitas budaya di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital.

Di Kalimantan Tengah, semangat kebangkitan itu hidup melalui upaya masyarakat Dayak mempertahankan warisan budaya leluhur agar tidak hilang ditelan zaman. Modernisasi membawa banyak perubahan dalam kehidupan masyarakat, mulai dari pola pikir, gaya hidup, hingga cara generasi muda berinteraksi dengan budaya mereka sendiri.

Perkembangan teknologi dan budaya populer global perlahan mulai menggeser perhatian sebagian generasi muda dari akar tradisi lokal. Bahasa daerah mulai jarang digunakan di perkotaan, kesenian tradisional mulai bersaing dengan hiburan modern, sementara nilai-nilai budaya perlahan menghadapi tantangan besar untuk tetap relevan di tengah perubahan zaman.

Namun di tengah tantangan itu, Kalimantan Tengah terus menunjukkan komitmennya menjaga identitas budaya Dayak melalui berbagai kegiatan pelestarian budaya. Salah satu yang paling menonjol ialah pelaksanaan Festival Budaya Isen Mulang (FBIM), agenda budaya tahunan yang rutin digelar Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam rangka memperingati Hari Jadi Provinsi.

FBIM bukan sekadar festival hiburan, tetapi telah menjadi simbol kebangkitan budaya masyarakat Dayak di era modern. Festival tersebut menjadi ruang besar memperkenalkan budaya, kearifan lokal, seni tradisi, hingga produk unggulan daerah kepada masyarakat nasional maupun dunia internasional.

Setiap tahun, ribuan masyarakat memadati arena festival untuk menyaksikan berbagai pertunjukan budaya khas Dayak. Mulai dari tari tradisional, karungut, olahraga tradisional, permainan rakyat, ritual adat, hingga pameran kerajinan lokal ditampilkan oleh seluruh kabupaten dan kota se-Kalimantan Tengah.

Filosofi “Isen Mulang” yang berarti pantang menyerah menjadi semangat masyarakat Dayak menjaga budaya mereka di tengah perubahan zaman. Nilai itu sejalan dengan semangat Hari Kebangkitan Nasional yang menekankan pentingnya persatuan, identitas, dan kebangkitan bangsa menghadapi tantangan baru.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata terus mendorong pelestarian budaya melalui pembinaan sanggar seni, pengembangan desa wisata, promosi budaya lokal, hingga pemberdayaan ekonomi kreatif berbasis budaya Dayak.

Selain menjaga warisan budaya, FBIM juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Festival tersebut membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk mempromosikan produk khas Kalimantan Tengah seperti batik Benang Bintik, anyaman rotan, kerajinan tangan Dayak, hingga kuliner tradisional.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif terus menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, pelestarian budaya tidak hanya berkaitan dengan menjaga tradisi masa lalu, tetapi juga menjadi bagian penting pembangunan ekonomi masa depan.

Di era digital, perjuangan menjaga budaya juga memasuki ruang baru. Generasi muda Dayak mulai memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan tarian tradisional, musik daerah, cerita rakyat, hingga filosofi Huma Betang kepada masyarakat luas.

Huma Betang sendiri merupakan falsafah hidup masyarakat Dayak yang mengajarkan kebersamaan, toleransi, persatuan, dan hidup berdampingan dalam keberagaman. Nilai itu justru semakin relevan di tengah kehidupan modern yang penuh tantangan sosial dan derasnya arus informasi digital.

Hari Kebangkitan Nasional akhirnya menjadi momentum refleksi bahwa perjuangan bangsa hari ini tidak lagi mengangkat senjata, melainkan menjaga identitas dan jati diri bangsa agar tetap berdiri kokoh di tengah modernisasi dunia.

Dari jantung Borneo, masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah menunjukkan bahwa budaya lokal tidak boleh hanya menjadi simbol masa lalu. Budaya harus hidup, berkembang, dan mampu bersaing di panggung dunia tanpa kehilangan akar identitasnya.

Sebab bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang maju teknologinya, tetapi bangsa yang mampu menjaga budaya dan warisan leluhurnya di tengah perubahan zaman. (red)

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Malam Bakat Jagau Nyai Kalteng 2026 Bergema, Duta Budaya Harus Jadi Wajah Pariwisata Daerah

    Malam Bakat Jagau Nyai Kalteng 2026 Bergema, Duta Budaya Harus Jadi Wajah Pariwisata Daerah

    • calendar_month Sel, 19 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 23
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Suasana GOR Indoor Serbaguna Palangka Raya dipenuhi semangat budaya dan kreativitas generasi muda saat Malam Unjuk Bakat Jagau Nyai Kalimantan Tengah Tahun 2026 digelar, Senin (18/5/2026) malam. Ajang yang menjadi bagian dari Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2026 itu menghadirkan penampilan para finalis dari seluruh daerah di Kalimantan Tengah. Penjabat (Pj.) […]

  • Pertemuan Malam di Palangka Raya, Pusat dan Daerah Sinkronkan Agenda Agraria Kalteng

    Pertemuan Malam di Palangka Raya, Pusat dan Daerah Sinkronkan Agenda Agraria Kalteng

    • calendar_month Kam, 23 Apr 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 22
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya — Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Linae Victoria Aden, menghadiri pertemuan strategis bersama Tim Komisi II DPR RI dan jajaran Kementerian ATR/BPN di Swiss-Belhotel Danum, Rabu malam (22/4/2026). Forum ini menjadi ruang konsolidasi awal untuk menyelaraskan arah kebijakan agraria yang selama ini dinilai masih menghadapi sejumlah hambatan di lapangan. Sejumlah pejabat […]

  • Prabowo Tegaskan Reformasi Polri Berlanjut, Pengawasan Eksternal Diperkuat

    Prabowo Tegaskan Reformasi Polri Berlanjut, Pengawasan Eksternal Diperkuat

    • calendar_month Sel, 5 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 99
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan komitmennya melanjutkan agenda reformasi institusi kepolisian dengan arah pembenahan yang lebih terbuka, terukur, dan berorientasi pada penguatan kepercayaan publik. Penegasan itu disampaikan usai menerima laporan kerja Komisi Percepatan Reformasi Polri di Istana Negara, Jakarta, Selasa (5/5/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum penting dalam menentukan arah reformasi Polri ke […]

  • Kecelakaan KA Bekasi, Presiden Setujui Pembangunan Flyover

    Kecelakaan KA Bekasi, Presiden Setujui Pembangunan Flyover

    • calendar_month Sel, 28 Apr 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 89
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Bekasi – Pemerintah bergerak cepat merespons kecelakaan kereta api di Bekasi dengan menyiapkan solusi konkret. Presiden Prabowo Subianto menyetujui pembangunan flyover di sejumlah titik rawan sebagai langkah strategis menekan risiko kecelakaan di perlintasan sebidang. Keputusan ini diambil setelah Presiden meninjau langsung kondisi korban di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Selasa (28/4/2026). Dalam kunjungan tersebut, Presiden […]

  • Prabowo Dorong Percepatan Kampung Haji dan Hunian Warga Terdampak Bencana

    Prabowo Dorong Percepatan Kampung Haji dan Hunian Warga Terdampak Bencana

    • calendar_month Sen, 29 Des 2025
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 135
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Penguatan pelayanan ibadah haji dan percepatan pemulihan warga terdampak bencana menjadi perhatian serius Presiden Prabowo Subianto. Hal itu tercermin dalam pertemuan Presiden dengan Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, di kediaman Kertanegara, Jakarta, pada Sabtu malam (27/12/2025). Pertemuan tersebut membahas dua agenda utama, yakni perkembangan rencana pembangunan Kampung Haji Indonesia di […]

  • MBG Merupakan Mesin Ekonomi Rakyat di Kalteng

    MBG Merupakan Mesin Ekonomi Rakyat di Kalteng

    • calendar_month Rab, 21 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 78
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak boleh direduksi sekadar urusan dapur dan distribusi makanan. Program ini disebut sebagai instrumen strategis negara untuk menggerakkan ekonomi rakyat hingga ke desa-desa, termasuk di Kalimantan Tengah. Penegasan itu disampaikan Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Letjen TNI (Purn) Dadang Hendrayuda, […]

expand_less