Jumat, 30 Okt 2026
light_mode
Beranda » Artikel » Hari Kebangkitan Nasional dan Perjuangan Menjaga Identitas Budaya Dayak

Hari Kebangkitan Nasional dan Perjuangan Menjaga Identitas Budaya Dayak

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Rab, 20 Mei 2026
  • visibility 95
  • comment 0 komentar

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional bukan lagi sekadar mengenang perjuangan melawan penjajahan di masa lalu. Di era modern saat ini, kebangkitan bangsa juga dimaknai sebagai perjuangan menjaga identitas budaya di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital.

Di Kalimantan Tengah, semangat kebangkitan itu hidup melalui upaya masyarakat Dayak mempertahankan warisan budaya leluhur agar tidak hilang ditelan zaman. Modernisasi membawa banyak perubahan dalam kehidupan masyarakat, mulai dari pola pikir, gaya hidup, hingga cara generasi muda berinteraksi dengan budaya mereka sendiri.

Perkembangan teknologi dan budaya populer global perlahan mulai menggeser perhatian sebagian generasi muda dari akar tradisi lokal. Bahasa daerah mulai jarang digunakan di perkotaan, kesenian tradisional mulai bersaing dengan hiburan modern, sementara nilai-nilai budaya perlahan menghadapi tantangan besar untuk tetap relevan di tengah perubahan zaman.

Namun di tengah tantangan itu, Kalimantan Tengah terus menunjukkan komitmennya menjaga identitas budaya Dayak melalui berbagai kegiatan pelestarian budaya. Salah satu yang paling menonjol ialah pelaksanaan Festival Budaya Isen Mulang (FBIM), agenda budaya tahunan yang rutin digelar Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam rangka memperingati Hari Jadi Provinsi.

FBIM bukan sekadar festival hiburan, tetapi telah menjadi simbol kebangkitan budaya masyarakat Dayak di era modern. Festival tersebut menjadi ruang besar memperkenalkan budaya, kearifan lokal, seni tradisi, hingga produk unggulan daerah kepada masyarakat nasional maupun dunia internasional.

Setiap tahun, ribuan masyarakat memadati arena festival untuk menyaksikan berbagai pertunjukan budaya khas Dayak. Mulai dari tari tradisional, karungut, olahraga tradisional, permainan rakyat, ritual adat, hingga pameran kerajinan lokal ditampilkan oleh seluruh kabupaten dan kota se-Kalimantan Tengah.

Filosofi “Isen Mulang” yang berarti pantang menyerah menjadi semangat masyarakat Dayak menjaga budaya mereka di tengah perubahan zaman. Nilai itu sejalan dengan semangat Hari Kebangkitan Nasional yang menekankan pentingnya persatuan, identitas, dan kebangkitan bangsa menghadapi tantangan baru.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata terus mendorong pelestarian budaya melalui pembinaan sanggar seni, pengembangan desa wisata, promosi budaya lokal, hingga pemberdayaan ekonomi kreatif berbasis budaya Dayak.

Selain menjaga warisan budaya, FBIM juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Festival tersebut membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk mempromosikan produk khas Kalimantan Tengah seperti batik Benang Bintik, anyaman rotan, kerajinan tangan Dayak, hingga kuliner tradisional.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif terus menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, pelestarian budaya tidak hanya berkaitan dengan menjaga tradisi masa lalu, tetapi juga menjadi bagian penting pembangunan ekonomi masa depan.

Di era digital, perjuangan menjaga budaya juga memasuki ruang baru. Generasi muda Dayak mulai memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan tarian tradisional, musik daerah, cerita rakyat, hingga filosofi Huma Betang kepada masyarakat luas.

Huma Betang sendiri merupakan falsafah hidup masyarakat Dayak yang mengajarkan kebersamaan, toleransi, persatuan, dan hidup berdampingan dalam keberagaman. Nilai itu justru semakin relevan di tengah kehidupan modern yang penuh tantangan sosial dan derasnya arus informasi digital.

Hari Kebangkitan Nasional akhirnya menjadi momentum refleksi bahwa perjuangan bangsa hari ini tidak lagi mengangkat senjata, melainkan menjaga identitas dan jati diri bangsa agar tetap berdiri kokoh di tengah modernisasi dunia.

Dari jantung Borneo, masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah menunjukkan bahwa budaya lokal tidak boleh hanya menjadi simbol masa lalu. Budaya harus hidup, berkembang, dan mampu bersaing di panggung dunia tanpa kehilangan akar identitasnya.

Sebab bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang maju teknologinya, tetapi bangsa yang mampu menjaga budaya dan warisan leluhurnya di tengah perubahan zaman. (red)

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPK Geledah PN Depok dan Sita Uang 50 Ribu Dolar AS

    KPK Geledah PN Depok dan Sita Uang 50 Ribu Dolar AS

    • calendar_month Rab, 11 Feb 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 140
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengguncang wajah lembaga peradilan. Tim penyidik menggeledah kantor dan rumah dinas Ketua Pengadilan Negeri (PN) Depok dan mengamankan uang tunai senilai 50.000 dolar Amerika Serikat, Selasa (10/2/2026). Temuan tersebut mempertebal dugaan praktik korupsi dalam penanganan perkara sengketa lahan yang kini menyeret pimpinan pengadilan. Juru Bicara KPK Budi […]

  • KPK Sulap Aset Koruptor Jadi Milik Negara, KPU dan Polri Kebagian Rp4,2 Miliar

    KPK Sulap Aset Koruptor Jadi Milik Negara, KPU dan Polri Kebagian Rp4,2 Miliar

    • calendar_month Rab, 1 Jul 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 145
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menunjukkan bahwa perang melawan korupsi tidak berhenti di ruang sidang. Setelah menghukum pelaku, lembaga antirasuah kini memastikan hasil kejahatan juga direbut kembali untuk negara. KPK resmi menyerahkan aset rampasan tindak pidana korupsi senilai lebih dari Rp4,2 miliar kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI dan Kepolisian Republik Indonesia […]

  • Video Viral Sekda Sintang, Berani-beraninya "Todong" Menteri Raja Juli Antoni Begini!

    Video Viral Sekda Sintang, Berani-beraninya “Todong” Menteri Raja Juli Antoni Begini!

    • calendar_month Sel, 1 Sep 2026
    • account_circle fe
    • visibility 65
    • 0Komentar

    SINTANG, Dayaborneo — Media sosial tengah dibanjiri satu video pendek yang menampilkan momen tak biasa: seorang Sekretaris Daerah (Sekda) blak-blakan menyoal kinerja seorang menteri. Adalah Kartiyus, Sekda Kabupaten Sintang, yang dalam video tersebut tampak melayangkan kritik tajam kepada Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni di tengah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tengah melanda daerahnya. […]

  • Tambun Bungai Run Jadi Ruang Aktualisasi Semangat Bela Negara di Kalteng

    Tambun Bungai Run Jadi Ruang Aktualisasi Semangat Bela Negara di Kalteng

    • calendar_month Ming, 21 Des 2025
    • account_circle fe
    • visibility 175
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Semangat Hari Bela Negara dan Hari Juang Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) Tahun 2025 di Kalimantan Tengah diwujudkan melalui kegiatan Tambun Bungai Run yang berlangsung di Lapangan Markas Komando Daerah Militer (Makodam) XII/Tanjungpura, Minggu (21/12/2025). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran bersama jajaran TNI dan […]

  • RKAB Bikin Pekerja Tertekan, DPRD Sentil Disnaker Kalteng: Jangan-Jangan Datanya Saja Tak Punya!

    RKAB Bikin Pekerja Tertekan, DPRD Sentil Disnaker Kalteng: Jangan-Jangan Datanya Saja Tak Punya!

    • calendar_month Sab, 5 Sep 2026
    • account_circle fe
    • visibility 51
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo – Kebijakan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) di sektor pertambangan mulai menimbulkan kekhawatiran baru. Di tengah aktivitas perusahaan yang terdampak kebijakan tersebut, nasib para pekerja yang terkena imbas justru dinilai belum memiliki gambaran data yang jelas. DPRD Provinsi Kalimantan Tengah mendesak pemerintah daerah segera membuka dan memperjelas data pekerja yang terdampak […]

  • Amukan Mandau di G Obos, Ibu dan Anak Terluka Parah

    Amukan Mandau di G Obos, Ibu dan Anak Terluka Parah

    • calendar_month Sen, 8 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 70
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Minggu pagi yang semula tenang di kawasan Jalan G Obos mendadak berubah menjadi arena kepanikan. Teriakan warga memecah suasana setelah seorang pria membawa mandau mengamuk dan menyerang warga di tengah permukiman padat penduduk. Dalam insiden yang menggemparkan tersebut, dua warga yang merupakan ibu dan anak, HA (45) dan AW (18), menjadi […]

expand_less