Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode
Beranda » Pemprov Kalteng » 35 Tahun Mengabdi, Leonard S. Ampung Pamit: ASN Jangan Nyaman, Harus Terus Berbenah

35 Tahun Mengabdi, Leonard S. Ampung Pamit: ASN Jangan Nyaman, Harus Terus Berbenah

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Rab, 1 Apr 2026
  • visibility 25
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Palangka Raya Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Leonard S. Ampung, resmi menutup pengabdiannya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) setelah 35 tahun bertugas.

Dengan suasana penuh penghormatan namun sarat pesan tegas bagi birokrasi, pelepasan digelar di Aula Jayang Tingang Lantai II, Kantor Gubernur Kalteng, Rabu (1/04/2026).

Dalam pidato perpisahannya, Leonard tidak sekadar berpamitan. Ia menegaskan bahwa ASN tidak boleh terjebak dalam zona nyaman dan harus terus berbenah menghadapi tuntutan pelayanan publik yang semakin kompleks.

“ASN jangan hanya bekerja rutinitas. Harus terus belajar, beradaptasi, dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Ia menyampaikan, selama 35 tahun pengabdian, dirinya berupaya menjaga integritas dan memastikan setiap tugas dijalankan dengan tanggung jawab penuh. Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan birokrasi ke depan jauh lebih berat, sehingga dibutuhkan aparatur yang tidak stagnan.

Menurutnya, pelayanan publik harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar formalitas administrasi. Ia menilai, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah sangat ditentukan oleh kinerja ASN di lapangan.

“Kalau ingin birokrasi dipercaya, maka pelayanan harus nyata dirasakan masyarakat. Itu kuncinya,” ujarnya lugas.

Pelepasan Leonard menjadi momen refleksi bagi jajaran ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Sosoknya dikenal sebagai figur disiplin yang konsisten mendorong kinerja dan profesionalitas aparatur.

Asisten Administrasi Umum, Sunarti, turut memberikan apresiasi, namun juga menegaskan bahwa jejak kepemimpinan Leonard menjadi standar yang harus dilanjutkan.

“Beliau memberi contoh nyata tentang dedikasi dan integritas. Ini menjadi tanggung jawab kita untuk meneruskannya,” katanya.

Berakhirnya masa tugas Leonard bukan sekadar seremoni perpisahan, tetapi menjadi pengingat keras bahwa birokrasi tidak boleh berjalan di tempat. Regenerasi harus diikuti dengan peningkatan kualitas, bukan sekadar pergantian jabatan. (red-fe)

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • UMP Kalteng 2026 Naik 6,12 Persen

    UMP Kalteng 2026 Naik 6,12 Persen

    • calendar_month Jum, 19 Des 2025
    • account_circle fe
    • visibility 197
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah menetapkan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP) Tahun 2026 sebesar 6,12 persen melalui SK Gubernur Nomor 188.44/477/2025. Dengan penetapan tersebut, UMP Kalteng 2026 menjadi Rp3.686.138 per bulan, meningkat Rp212.516 dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk tingkat sektoral, UMSP sektor pertambangan ditetapkan sebesar Rp3.714.130, […]

  • MBG Merupakan Mesin Ekonomi Rakyat di Kalteng

    MBG Merupakan Mesin Ekonomi Rakyat di Kalteng

    • calendar_month Rab, 21 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 79
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak boleh direduksi sekadar urusan dapur dan distribusi makanan. Program ini disebut sebagai instrumen strategis negara untuk menggerakkan ekonomi rakyat hingga ke desa-desa, termasuk di Kalimantan Tengah. Penegasan itu disampaikan Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Letjen TNI (Purn) Dadang Hendrayuda, […]

  • Kalimantan Tengah Lahir dari Perlawanan Rakyat Dayak

    Kalimantan Tengah Lahir dari Perlawanan Rakyat Dayak

    • calendar_month Sab, 23 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Kalimantan Tengah tidak lahir dari hadiah kekuasaan. Provinsi ini lahir dari tekanan, tuntutan, dan perjuangan panjang masyarakat Dayak yang merasa tanah mereka selama bertahun-tahun hanya menjadi halaman belakang pembangunan di Pulau Kalimantan. Jauh sebelum resmi berdiri pada 23 Mei 1957, suara kemarahan rakyat pedalaman sudah menggema dari Barito, Kapuas, hingga Kotawaringin. Masyarakat Dayak saat itu […]

  • Perputaran Uang Judi Online Rp286,84 Triliun Sepanjang 2025

    Perputaran Uang Judi Online Rp286,84 Triliun Sepanjang 2025

    • calendar_month Jum, 30 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 76
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencatat perputaran dana judi online (judol) sepanjang tahun 2025 masih berada pada level yang mengkhawatirkan, meski menunjukkan tren penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Total nilai transaksi judol selama 2025 mencapai Rp286,84 triliun, yang terekam dalam ratusan juta transaksi keuangan. Kepala Biro Humas PPATK Natsir Kongah mengungkapkan, angka […]

  • DPRD Kalteng Soroti Kualitas Belanja Daerah, Program Pemprov Dinilai Belum Berdampak Maksimal

    DPRD Kalteng Soroti Kualitas Belanja Daerah, Program Pemprov Dinilai Belum Berdampak Maksimal

    • calendar_month Kam, 14 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 70
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya — DPRD Provinsi Kalimantan Tengah menyoroti kualitas belanja daerah Pemerintah Provinsi Kalteng dalam pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Tahun Anggaran 2025. Legislator menilai sejumlah program pemerintah masih belum sepenuhnya memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Sorotan tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna ke-4 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2026, Senin (11/5/2026), melalui laporan […]

  • Indonesia Tegaskan Diplomasi Dialog dan Arah Pembangunan Inklusif di WEF Davos 2026

    Indonesia Tegaskan Diplomasi Dialog dan Arah Pembangunan Inklusif di WEF Davos 2026

    • calendar_month Sen, 26 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 78
    • 0Komentar

    DAYABORNEO — Indonesia menegaskan komitmennya pada diplomasi dialog dan pembangunan inklusif dalam World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss. Forum global tersebut mengusung tema “A Spirit of Dialogue” sebagai ajakan membangun komunikasi terbuka dan kolaboratif di tengah dinamika geopolitik yang kian kompleks. Dikutip dari akun Facebook nya, Dalam forum itu, Presiden RI Prabowo Subianto […]

expand_less