35 Tahun Mengabdi, Leonard S. Ampung Pamit: ASN Jangan Nyaman, Harus Terus Berbenah
- account_circle D'Borneo
- calendar_month Rab, 1 Apr 2026
- visibility 25
- comment 0 komentar

Dok. Leonard S ampung saat menerima manfaat Taspen Group Endowmen (TGE) Taspen Life.
DAYABORNEO, Palangka Raya – Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Leonard S. Ampung, resmi menutup pengabdiannya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) setelah 35 tahun bertugas.
Dengan suasana penuh penghormatan namun sarat pesan tegas bagi birokrasi, pelepasan digelar di Aula Jayang Tingang Lantai II, Kantor Gubernur Kalteng, Rabu (1/04/2026).
Dalam pidato perpisahannya, Leonard tidak sekadar berpamitan. Ia menegaskan bahwa ASN tidak boleh terjebak dalam zona nyaman dan harus terus berbenah menghadapi tuntutan pelayanan publik yang semakin kompleks.
“ASN jangan hanya bekerja rutinitas. Harus terus belajar, beradaptasi, dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Ia menyampaikan, selama 35 tahun pengabdian, dirinya berupaya menjaga integritas dan memastikan setiap tugas dijalankan dengan tanggung jawab penuh. Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan birokrasi ke depan jauh lebih berat, sehingga dibutuhkan aparatur yang tidak stagnan.
Menurutnya, pelayanan publik harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar formalitas administrasi. Ia menilai, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah sangat ditentukan oleh kinerja ASN di lapangan.
“Kalau ingin birokrasi dipercaya, maka pelayanan harus nyata dirasakan masyarakat. Itu kuncinya,” ujarnya lugas.
Pelepasan Leonard menjadi momen refleksi bagi jajaran ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Sosoknya dikenal sebagai figur disiplin yang konsisten mendorong kinerja dan profesionalitas aparatur.
Asisten Administrasi Umum, Sunarti, turut memberikan apresiasi, namun juga menegaskan bahwa jejak kepemimpinan Leonard menjadi standar yang harus dilanjutkan.
“Beliau memberi contoh nyata tentang dedikasi dan integritas. Ini menjadi tanggung jawab kita untuk meneruskannya,” katanya.
Berakhirnya masa tugas Leonard bukan sekadar seremoni perpisahan, tetapi menjadi pengingat keras bahwa birokrasi tidak boleh berjalan di tempat. Regenerasi harus diikuti dengan peningkatan kualitas, bukan sekadar pergantian jabatan. (red-fe)
- Penulis: D'Borneo

Saat ini belum ada komentar