Revitalisasi SMK Negeri 5 Palangka Raya Bukti Nyata Pemprov Kalteng Akhiri Ruang Belajar Bocor dan Tak Layak
- account_circle D'Borneo
- calendar_month Kam, 29 Jan 2026
- visibility 69
- comment 0 komentar

Program revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan yang diterima SMK Negeri 5 Palangka Raya membawa dampak nyata bagi kenyamanan dan semangat belajar para siswa
DAYABORNEO, Palangka Raya – Program revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan yang digulirkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mulai menunjukkan hasil konkret di lapangan. SMK Negeri 5 Palangka Raya menjadi salah satu bukti nyata bahwa intervensi pemerintah mampu mengakhiri persoalan ruang belajar rusak, bocor, dan membahayakan keselamatan siswa, Rabu (28/1/2026).
Sebelum revitalisasi dilakukan, sejumlah ruang kelas dan unit produksi dilaporkan dalam kondisi memprihatinkan. Atap bocor, lantai tidak rata, hingga plafon berlubang kerap mengganggu proses belajar mengajar. Kini, wajah sekolah berubah. Ruang belajar menjadi lebih layak, aman, dan kondusif.
Salah satu siswa Kelas X Desain Komunikasi Visual (DKV), Aidil Ansyari, menyebut perbaikan fasilitas berdampak langsung pada konsentrasi belajar.
“Dulu kami sering terganggu karena ruangan rusak. Sekarang kami bisa fokus belajar tanpa rasa khawatir,” ujarnya tegas.
Aidil menilai revitalisasi bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan bentuk kehadiran nyata pemerintah dalam menjamin hak pendidikan yang layak. Ia juga menekankan komitmen siswa untuk menjaga fasilitas yang telah diperbaiki.
Nada serupa disampaikan Gracia Aurel Tri Wihety, siswi Kelas X DKV. Ia mengungkapkan bahwa kondisi sekolah sebelumnya kerap menyulitkan kegiatan praktik.
“Kalau hujan, air masuk ke kelas. Sekarang atap tidak bocor dan lantainya rata. Produksi jadi lebih nyaman dan aman,” katanya.
Sementara itu, siswi Kelas XII DKV Indah Lestari menyebut revitalisasi telah menghapus rasa waswas saat belajar.
“Dulu kami khawatir hujan dan bahkan hewan bisa masuk kelas. Sekarang sudah layak dan aman,” ucapnya.
Pemprov Kalteng menegaskan revitalisasi sekolah merupakan bagian dari strategi besar meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pemerintah memastikan program serupa akan terus dilanjutkan agar tidak ada lagi sekolah yang tertinggal secara fasilitas.
Para siswa berharap pemerintah tidak berhenti di satu titik. Mereka mendesak revitalisasi diperluas ke ruang lain seperti perpustakaan dan laboratorium, agar kualitas pendidikan di Kalimantan Tengah benar-benar merata dan berkeadilan.
Revitalisasi ini menjadi pesan tegas: pendidikan layak bukan janji, tetapi kewajiban negara yang harus diwujudkan di ruang kelas.
- Penulis: D'Borneo

Saat ini belum ada komentar