Nuzulul Quran di Palangka Raya, Gubernur Agustiar: Persatuan Jadi Kunci Hadapi Tantangan Zaman
- account_circle D'Borneo
- calendar_month Sel, 10 Mar 2026
- visibility 77
- comment 0 komentar

Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menghadiri Peringatan Nuzulul Quran 1447 Hijriah.
DAYABORNEO, Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menyerukan pentingnya memperkuat persatuan dan kebersamaan dalam momentum Peringatan Nuzulul Quran 1447 Hijriah. Seruan itu disampaikan saat kegiatan Buka Puasa Bersama dan Peringatan Nuzulul Quran yang digelar di Aula Masjid Raya Darussalam Palangka Raya, Selasa (10/3/2026).
Di hadapan aparatur sipil negara dan tokoh masyarakat yang hadir, Gubernur menegaskan bahwa peringatan Nuzulul Quran bukan sekadar agenda seremonial keagamaan, tetapi momentum untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
“Peringatan Nuzulul Quran mengingatkan kita pada malam agung ketika Al Quran diturunkan sebagai cahaya penerang dan pedoman hidup, baik dalam kehidupan beragama, bermasyarakat, maupun bernegara,” tegas Agustiar Sabran.
Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Al Quran harus menjadi landasan moral dalam membangun Kalimantan Tengah yang lebih kuat dan harmonis. Ia menilai kebersamaan dan persatuan menjadi kekuatan utama dalam menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks.
“Dengan semangat persatuan dan kebersamaan, kita akan mampu menghadapi berbagai tantangan, mulai dari efisiensi anggaran, arus globalisasi, perkembangan digitalisasi, hingga dinamika geopolitik global,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Palangka Raya Prof. H. Ahmad Dakhoir mengingatkan bahwa manusia yang kembali kepada fitrah adalah mereka yang berani dalam kebaikan dan memiliki keyakinan kuat dalam menjalani kehidupan.
Sementara itu, penceramah Ustadz H. Muhammad Al Ghifari dalam tausiyahnya menekankan pentingnya menjadikan Al Quran sebagai pedoman hidup. Ia menyampaikan bahwa kedekatan seseorang dengan Al Quran akan membawa ketenteraman dan kemuliaan dalam kehidupan.
“Barang siapa yang dekat dengan Al Quran dan mengamalkannya, Allah akan mengangkat derajatnya. Sebaliknya, jika jauh dari Al Quran, hidupnya akan dipenuhi kegelisahan,” ungkapnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo, unsur Forkopimda, Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Leonard S. Ampung, Ketua MUI Kalimantan Tengah Prof. K.H. Khairil Anwar, pimpinan perguruan tinggi, tokoh agama, serta tokoh masyarakat di Kalimantan Tengah. (red-fe)
- Penulis: D'Borneo

Saat ini belum ada komentar