Prabowo Jenguk Korban Tabrakan KA di Bekasi
- account_circle D'Borneo
- calendar_month Sel, 28 Apr 2026
- visibility 117
- comment 0 komentar

Presiden Prabowo Subianto saat menjenguk korban kecelakaan tabrakan kereta api di Bekasi.
DAYABORNEO, Bekasi – Presiden Prabowo Subianto bergerak cepat merespons kecelakaan tabrakan kereta api di Bekasi dengan menjenguk para korban di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Selasa (28/4/2026) pagi sekitar pukul 08.30 WIB.
Setibanya di rumah sakit, Presiden langsung meninjau ruang perawatan, mulai dari poli bedah hingga ruang Bougenville. Ia menyapa korban, berdialog dengan keluarga, serta memastikan penanganan medis berjalan optimal.
Dalam kesempatan itu, Presiden menyampaikan duka cita mendalam atas korban jiwa dan meminta seluruh tenaga medis memberikan pelayanan terbaik hingga pasien pulih.
“Saya menyampaikan belasungkawa atas nama pribadi dan pemerintah. Kita akan segera lakukan investigasi menyeluruh. Banyak perlintasan yang belum terjaga, ini harus kita benahi segera,” tegas Presiden kepada awak media.
Berdasarkan laporan awal, kecelakaan bermula dari sebuah taksi yang mogok di perlintasan rel dan tertabrak KRL, memicu tabrakan beruntun dengan rangkaian kereta di belakangnya. Insiden ini menimbulkan korban jiwa dan luka, dengan seluruh korban saat ini dirawat di sedikitnya 12 rumah sakit di wilayah Bekasi.
Sejak malam kejadian, tim gabungan melakukan evakuasi intensif untuk menyelamatkan korban yang sempat terjebak di dalam gerbong. Pemerintah memastikan proses penanganan berlangsung cepat, terkoordinasi, dan mengutamakan keselamatan.
Presiden juga menerima laporan langsung dari jajaran terkait, termasuk langkah evaluasi yang akan dilakukan Kementerian Perhubungan terhadap sistem keselamatan perlintasan serta operasional kendaraan yang terlibat.
Sebagai tindak lanjut, pemerintah menyiapkan langkah konkret berupa penataan sistem pengamanan perlintasan kereta api dan percepatan pembangunan infrastruktur. Presiden bahkan menyetujui rencana pembangunan flyover di kawasan Bekasi untuk mengurangi risiko kecelakaan di titik rawan.
Langkah cepat ini menegaskan komitmen pemerintah dalam menjamin keselamatan transportasi publik sekaligus mencegah tragedi serupa terulang di masa mendatang. (red-fe)
- Penulis: D'Borneo

Saat ini belum ada komentar