Tampil dengan PDH Putih, Gubernur Agustiar Hadirkan Pesan Penghormatan di Ziarah Hari Jadi Kalteng
- account_circle D'Borneo
- calendar_month Sel, 12 Mei 2026
- visibility 95
- comment 0 komentar

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran saat meletakkan bunga.
DAYABORNEO, Palangka Raya — Suasana khidmat menyelimuti Taman Makam Pahlawan saat Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menggelar upacara ziarah memperingati Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah, Selasa (12/5/2026).
Namun di balik prosesi penuh penghormatan itu, perhatian tertuju pada penampilan Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, yang tampil berbeda mengenakan PDH putih.
Di tengah dominasi warna pakaian dinas yang formal, sosok Agustiar dengan balutan putih tampak menonjol. Penampilannya memberi kesan tegas, bersih, sekaligus penuh makna—seolah menegaskan dirinya hadir bukan sekadar sebagai pejabat, melainkan pemimpin bagi seluruh masyarakat Kalimantan Tengah.
Langkahnya menuju pusara para pahlawan berlangsung tenang dan penuh penghormatan. Warna putih yang dikenakannya seperti membawa pesan tentang ketulusan dalam memimpin dan penghargaan mendalam terhadap sejarah perjuangan daerah.
Agustiar mengatakan, pilihan mengenakan PDH putih merupakan simbol penghormatan kepada para pahlawan yang telah berjasa membangun bangsa dan daerah.
“Untuk penghormatan, menghargai para pahlawan kita. Bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghargai para pahlawannya,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan pentingnya sejarah sebagai pondasi kehidupan berbangsa. Menurutnya, generasi muda tidak boleh tercerabut dari akar sejarah di tengah perkembangan zaman yang begitu cepat.
Ia bahkan kembali menggaungkan pesan “Jas Merah” yang pernah disampaikan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno—jangan sekali-kali melupakan sejarah.
“Yang masa lalu adalah referensi kita untuk menatap masa depan. Untuk menuju yang lebih baik lagi,” kata Agustiar.
Bagi orang nomor satu di Kalimantan Tengah itu, sejarah bukan sekadar cerita masa lampau, melainkan kekuatan yang membentuk karakter masyarakat dan arah pembangunan daerah.
“Sejarah itu fondasi kita. Kalau dilupakan, kita kehilangan arah. Generasi muda harus memahami sejarah supaya kuat menghadapi masa depan,” tegasnya.
Momentum ziarah Hari Jadi ke-69 Kalteng kali ini pun terasa lebih bermakna. Tidak hanya menjadi agenda penghormatan kepada para pahlawan, tetapi juga menghadirkan simbol kepemimpinan yang ingin dekat dengan nilai perjuangan, sejarah, dan identitas masyarakat Kalimantan Tengah. (red-fe)
- Penulis: D'Borneo

Saat ini belum ada komentar