Prabowo Tegaskan Kekayaan Alam Tak Boleh Bocor
- account_circle D'Borneo
- calendar_month Kam, 21 Mei 2026
- visibility 41
- comment 0 komentar

Dok. Medsos FB Setkab RI.
DAYABORNEO, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kekayaan alam Indonesia harus menjadi kekuatan nasional yang sepenuhnya dipergunakan untuk kemakmuran rakyat.
Penegasan itu disampaikan Presiden saat menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026 terkait Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027 di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Dalam pidatonya, Prabowo menekankan bahwa arah kebijakan ekonomi pemerintah ke depan akan berlandaskan pada penguatan kedaulatan ekonomi nasional dan pengelolaan sumber daya alam secara lebih berpihak kepada kepentingan rakyat.
“Saya yakin apabila Pasal 33 UUD 1945 dijalankan secara murni dan konsekuen, negara ini memiliki sumber daya yang cukup untuk menjamin kesejahteraan rakyat Indonesia,” tegas Prabowo di hadapan anggota DPR RI.
Momentum penyampaian kerangka ekonomi tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional. Presiden menyebut kebangkitan Indonesia tidak cukup hanya melalui pertumbuhan ekonomi, tetapi harus ditopang keberanian negara menjaga dan mengelola kekayaan nasional secara mandiri.
Dalam kesempatan itu, Presiden juga mengumumkan penerbitan Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam. Kebijakan tersebut disebut menjadi langkah strategis pemerintah untuk memperketat pengawasan ekspor dan memperkuat pengelolaan devisa hasil ekspor nasional.
Menurut Prabowo, pemerintah tidak ingin lagi kekayaan alam Indonesia mengalir keluar tanpa memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat dalam negeri.
“Kekayaan bangsa harus menjadi kekuatan bangsa, untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,” ujarnya.
Pemerintah, lanjut Presiden, akan memastikan tata kelola ekspor berjalan lebih transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan nasional. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan fiskal dan mendukung pembangunan jangka panjang Indonesia.
Selain menyoroti sektor sumber daya alam, Prabowo juga menegaskan RAPBN 2027 akan diarahkan untuk mempercepat pembangunan pelayanan dasar, penguatan kualitas hidup masyarakat, serta pemerataan kesejahteraan di seluruh wilayah Indonesia. (red-fe)
- Penulis: D'Borneo

Saat ini belum ada komentar