Sabtu, 12 Sep 2026
light_mode
Beranda » Opini Redaksi » Ketika CCTV Lebih Mahal dari Pengendalian Banjir di APBD DKI 2026

Ketika CCTV Lebih Mahal dari Pengendalian Banjir di APBD DKI 2026

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Ming, 28 Des 2025
  • visibility 138
  • comment 0 komentar

APBD DKI Jakarta Tahun 2026 kembali menegaskan arah kebijakan yang layak diperdebatkan secara terbuka. Di tengah keterbatasan fiskal akibat turunnya total anggaran menjadi Rp81,32 triliun, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta justru mengalokasikan Rp185,29 miliar untuk layanan managed service CCTV, sementara pengendalian banjir hanya memperoleh Rp18,25 miliar.

Secara konsep, penguatan sistem CCTV bukan kebijakan yang keliru. Kota megapolitan seperti Jakarta membutuhkan teknologi pemantauan yang andal untuk menjaga keamanan, ketertiban, lalu lintas, hingga pengelolaan keramaian publik.

Kamera yang terhubung secara real time dengan pusat kendali jelas membantu aparat bergerak cepat dan presisi. Dalam konteks kota cerdas (smart city), investasi ini relevan dan bahkan mendesak.

Namun, ketika anggaran CCTV hampir sepuluh kali lipat lebih besar dibandingkan pengendalian banjir, publik wajar bertanya: apakah skala prioritas sudah seimbang? Banjir bukan sekadar persoalan genangan air, melainkan ancaman langsung terhadap keselamatan, kesehatan, dan produktivitas jutaan warga.

Dalam konteks tersebut, porsi anggaran Rp18,25 miliar untuk sistem pengendalian banjir berbasis teknologi terlihat jauh dari memadai jika dibandingkan dengan kompleksitas persoalan yang dihadapi ibu kota.

Lebih jauh, teknologi pengendalian banjir tanpa dukungan anggaran yang kuat berisiko menjadi solusi parsial. Sistem pemantauan dan pengolahan data memang penting, tetapi tanpa intervensi fisik, penguatan infrastruktur drainase, dan penataan ruang yang konsisten, teknologi hanya akan berfungsi sebagai alat pencatat masalah, bukan penyelesai masalah.

Kondisi fiskal DKI Jakarta yang tertekan akibat penurunan signifikan Dana Bagi Hasil dari pemerintah pusat seharusnya mendorong kebijakan anggaran yang semakin selektif dan berbasis kebutuhan paling mendesak. Dalam situasi terbatas, setiap rupiah seharusnya diarahkan pada perlindungan dasar warga dan penguatan ketahanan kota terhadap risiko berulang.

Redaksi berpandangan: APBD bukan sekadar instrumen teknokratis, melainkan cermin keberpihakan pemerintah daerah. Ketika pengawasan kota mendapat porsi anggaran jauh lebih besar dibanding pengendalian banjir, publik berhak mempertanyakan apakah keselamatan warga telah benar-benar ditempatkan sebagai prioritas utama.

Pada akhirnya, Jakarta membutuhkan keseimbangan kebijakan: teknologi pengawasan penting, tetapi tidak boleh mengalahkan urgensi perlindungan warga dari bencana yang setiap tahun datang tanpa kompromi. Kamera dapat merekam banjir, namun hanya kebijakan anggaran yang tepat yang mampu mencegahnya.

– Redaksi: DAYA BORNEO

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kepala BGN Dicopot, Presiden Prabowo Ganti Pimpinan Program MBG

    Kepala BGN Dicopot, Presiden Prabowo Ganti Pimpinan Program MBG

    • calendar_month Sel, 2 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 178
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan besar di Badan Gizi Nasional (BGN) dengan mencopot Kepala BGN Dadan Hindayana dan dua wakilnya, Lodewyk Pusung serta Sony Sanjaya. Langkah tersebut diumumkan langsung pemerintah di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (02/06/2026), setelah dilakukan evaluasi kinerja selama hampir satu setengah tahun terakhir. Perombakan ini menandai babak baru […]

  • APBD Perubahan Kalteng 2026 Naik, Pendapatan Diproyeksi Tembus Rp5,3 Triliun

    APBD Perubahan Kalteng 2026 Naik, Pendapatan Diproyeksi Tembus Rp5,3 Triliun

    • calendar_month Sen, 22 Jun 2026
    • account_circle fe
    • visibility 38
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalimantan Tengah Tahun Anggaran 2026 mengalami sejumlah penyesuaian setelah DPRD Kalteng bersama Pemerintah Provinsi Kalteng menyepakati rancangan perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS). Kesepakatan tersebut ditetapkan dalam Rapat Paripurna ke-8 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2026, Jumat (21/8/2026). Pembahasan dilakukan […]

  • Ini Penyebab Kapuas Inflasi Tertinggi 5,15 persen pada Mei 2026

    Ini Penyebab Kapuas Inflasi Tertinggi 5,15 persen pada Mei 2026

    • calendar_month Sel, 2 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 58
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Di tengah kabar turunnya harga sejumlah bahan pangan pada Mei 2026, Kabupaten Kapuas justru masih menyandang status sebagai daerah dengan inflasi tahunan tertinggi di Kalimantan Tengah. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan inflasi year-on-year (y-on-y) Kapuas mencapai 5,15 persen, melampaui rata-rata inflasi provinsi yang berada di angka 4,56 persen. Ironisnya, pada periode […]

  • Gubernur Agustiar Kocok Ulang Eselon II, Delapan Jabatan Strategis Berganti Pimpinan

    Gubernur Agustiar Kocok Ulang Eselon II, Delapan Jabatan Strategis Berganti Pimpinan

    • calendar_month Jum, 26 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 104
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran kembali melakukan “kocok ulang” jajaran pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Sebanyak delapan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama resmi dilantik pada Kamis (25/6/2026) malam sebagai bagian dari lanjutan restrukturisasi birokrasi yang digulirkan sejak awal masa pemerintahannya. Pelantikan yang berlangsung di Istana Isen Mulang itu […]

  • Logo 69 Tahun Kalteng Diluncurkan, Menjaga Akar Budaya, Menatap Masa Depan

    Logo 69 Tahun Kalteng Diluncurkan, Menjaga Akar Budaya, Menatap Masa Depan

    • calendar_month Sen, 4 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 210
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah resmi meluncurkan logo Hari Jadi ke-69 Kalimantan Tengah, sebuah simbol yang bukan hanya menandai usia, tetapi juga memotret perjalanan panjang daerah ini sebagai tanah yang tumbuh di atas warisan adat, kekayaan alam, dan semangat kebersamaan yang terus hidup. Bagi Kalimantan Tengah, usia ke-69 bukan sekadar hitungan waktu. […]

  • Pemprov Kalteng Dukung Penguatan Samapta Polda Kalteng

    Pemprov Kalteng Dukung Penguatan Samapta Polda Kalteng

    • calendar_month Sab, 6 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 88
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengirim pesan tegas bahwa pembangunan tidak cukup hanya mengandalkan jalan, jembatan, dan investasi. Di balik seluruh agenda pembangunan, ada satu fondasi yang tidak bisa ditawar: keamanan dan ketertiban masyarakat. Pesan itu mengemuka saat Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kalteng Linae Victoria Aden mewakili Gubernur Agustiar Sabran menghadiri peresmian […]

expand_less