Selasa, 28 Jul 2026
light_mode
Beranda » Opini Redaksi » Ketika CCTV Lebih Mahal dari Pengendalian Banjir di APBD DKI 2026

Ketika CCTV Lebih Mahal dari Pengendalian Banjir di APBD DKI 2026

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Ming, 28 Des 2025
  • visibility 117
  • comment 0 komentar

APBD DKI Jakarta Tahun 2026 kembali menegaskan arah kebijakan yang layak diperdebatkan secara terbuka. Di tengah keterbatasan fiskal akibat turunnya total anggaran menjadi Rp81,32 triliun, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta justru mengalokasikan Rp185,29 miliar untuk layanan managed service CCTV, sementara pengendalian banjir hanya memperoleh Rp18,25 miliar.

Secara konsep, penguatan sistem CCTV bukan kebijakan yang keliru. Kota megapolitan seperti Jakarta membutuhkan teknologi pemantauan yang andal untuk menjaga keamanan, ketertiban, lalu lintas, hingga pengelolaan keramaian publik.

Kamera yang terhubung secara real time dengan pusat kendali jelas membantu aparat bergerak cepat dan presisi. Dalam konteks kota cerdas (smart city), investasi ini relevan dan bahkan mendesak.

Namun, ketika anggaran CCTV hampir sepuluh kali lipat lebih besar dibandingkan pengendalian banjir, publik wajar bertanya: apakah skala prioritas sudah seimbang? Banjir bukan sekadar persoalan genangan air, melainkan ancaman langsung terhadap keselamatan, kesehatan, dan produktivitas jutaan warga.

Dalam konteks tersebut, porsi anggaran Rp18,25 miliar untuk sistem pengendalian banjir berbasis teknologi terlihat jauh dari memadai jika dibandingkan dengan kompleksitas persoalan yang dihadapi ibu kota.

Lebih jauh, teknologi pengendalian banjir tanpa dukungan anggaran yang kuat berisiko menjadi solusi parsial. Sistem pemantauan dan pengolahan data memang penting, tetapi tanpa intervensi fisik, penguatan infrastruktur drainase, dan penataan ruang yang konsisten, teknologi hanya akan berfungsi sebagai alat pencatat masalah, bukan penyelesai masalah.

Kondisi fiskal DKI Jakarta yang tertekan akibat penurunan signifikan Dana Bagi Hasil dari pemerintah pusat seharusnya mendorong kebijakan anggaran yang semakin selektif dan berbasis kebutuhan paling mendesak. Dalam situasi terbatas, setiap rupiah seharusnya diarahkan pada perlindungan dasar warga dan penguatan ketahanan kota terhadap risiko berulang.

Redaksi berpandangan: APBD bukan sekadar instrumen teknokratis, melainkan cermin keberpihakan pemerintah daerah. Ketika pengawasan kota mendapat porsi anggaran jauh lebih besar dibanding pengendalian banjir, publik berhak mempertanyakan apakah keselamatan warga telah benar-benar ditempatkan sebagai prioritas utama.

Pada akhirnya, Jakarta membutuhkan keseimbangan kebijakan: teknologi pengawasan penting, tetapi tidak boleh mengalahkan urgensi perlindungan warga dari bencana yang setiap tahun datang tanpa kompromi. Kamera dapat merekam banjir, namun hanya kebijakan anggaran yang tepat yang mampu mencegahnya.

– Redaksi: DAYA BORNEO

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Kalteng Berangkatkan 323 Penumpang Bus Gratis Nataru

    Gubernur Kalteng Berangkatkan 323 Penumpang Bus Gratis Nataru

    • calendar_month Sen, 22 Des 2025
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 133
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah kembali menghadirkan layanan transportasi publik bagi masyarakat melalui program Angkutan Bus Gratis dalam rangka menyambut Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Program tersebut ditandai dengan pelepasan sembilan unit bus oleh Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran di Pos Terpadu Polisi Kawasan Bundaran Besar Palangka Raya, Senin (22/12/2025). Kepala […]

  • Pemprov Kalteng Distribusikan Bansos KHBS untuk 300 Ribu KK

    Pemprov Kalteng Distribusikan Bansos KHBS untuk 300 Ribu KK

    • calendar_month Jum, 20 Feb 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 286
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mulai menyalurkan bantuan sosial terintegrasi melalui Program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) sebagai langkah konkret menjaga daya beli masyarakat dan memperkuat perlindungan sosial daerah. Pelepasan penyaluran dilakukan di halaman Kantor Gubernur Kalteng dengan menandai dimulainya distribusi bertahap ke seluruh kabupaten dan kota, bertempat di Halaman Kantor Gubernur, […]

  • Kalimantan Tengah Lahir dari Perlawanan Rakyat Dayak

    Kalimantan Tengah Lahir dari Perlawanan Rakyat Dayak

    • calendar_month Sab, 23 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Kalimantan Tengah tidak lahir dari hadiah kekuasaan. Provinsi ini lahir dari tekanan, tuntutan, dan perjuangan panjang masyarakat Dayak yang merasa tanah mereka selama bertahun-tahun hanya menjadi halaman belakang pembangunan di Pulau Kalimantan. Jauh sebelum resmi berdiri pada 23 Mei 1957, suara kemarahan rakyat pedalaman sudah menggema dari Barito, Kapuas, hingga Kotawaringin. Masyarakat Dayak saat itu […]

  • Reforma Agraria Disorot, Agustiar Sabran Sambut Pejabat Pusat di Kalteng

    Reforma Agraria Disorot, Agustiar Sabran Sambut Pejabat Pusat di Kalteng

    • calendar_month Kam, 23 Apr 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 38
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya — Gubernur Agustiar Sabran menyambut langsung kedatangan Ketua Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizamy Karsayuda dan Wakil Menteri ATR/BPN RI Ossy Dermawan di Bandara Tjilik Riwut, Rabu (22/4/2026). Penyambutan berlangsung dengan prosesi adat khas Dayak, namun pesan yang dibawa dalam kunjungan ini jauh dari sekadar seremoni. Kunjungan kerja Komisi II DPR RI […]

  • Prabowo Dorong Miangas Masuk Peta Digital Nasional

    Prabowo Dorong Miangas Masuk Peta Digital Nasional

    • calendar_month Ming, 10 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 95
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Kepulauan Talaud — Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya memperkuat wilayah perbatasan bukan hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga lewat penguatan konektivitas digital. Dalam kunjungan kerja ke Pulau Miangas, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Sabtu (9/5/2026), Presiden meluncurkan langkah strategis untuk membuka akses komunikasi yang lebih luas bagi masyarakat di pulau terluar Indonesia tersebut. Sebagai bagian dari […]

  • Gubernur Jadi Penentu Utama Upah Minimum 2026

    Gubernur Jadi Penentu Utama Upah Minimum 2026

    • calendar_month Kam, 18 Des 2025
    • account_circle fe
    • visibility 222
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Pemerintah pusat mengingatkan pentingnya peran kepala daerah dalam menjaga stabilitas hubungan industrial menjelang penetapan upah minimum tahun 2026. Melalui arahan langsung Menteri Dalam Negeri, proses penetapan upah diminta berjalan tepat waktu, transparan, dan kondusif demi melindungi kepentingan pekerja serta dunia usaha. Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa gubernur menjadi aktor […]

expand_less