Jumat, 30 Okt 2026
light_mode
Beranda » DPRD Kalteng » DPRD Kalteng “Sentil” Pemprov, Sengketa Tapal Batas dan DOB Dinilai Belum Serius Ditangani

DPRD Kalteng “Sentil” Pemprov, Sengketa Tapal Batas dan DOB Dinilai Belum Serius Ditangani

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Jum, 15 Mei 2026
  • visibility 63
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Palangka Raya — DPRD Provinsi Kalimantan Tengah kembali melontarkan kritik terhadap Pemerintah Provinsi Kalteng terkait lambannya penyelesaian sengketa tapal batas wilayah dan minimnya progres pengusulan Daerah Otonomi Baru (DOB).

Persoalan itu menjadi salah satu catatan tajam DPRD dalam pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Kalimantan Tengah Tahun Anggaran 2025 yang disampaikan pada Rapat Paripurna ke-4 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2026, Senin (11/5/2026).

Dalam laporan gabungan komisi DPRD, Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setda Provinsi Kalimantan Tengah dinilai belum maksimal menuntaskan persoalan batas wilayah, baik antarprovinsi maupun antarkabupaten/kota.

Juru Bicara DPRD Kalteng, H. Sudarsono, menegaskan bahwa persoalan tapal batas sebenarnya bukan isu baru. DPRD bahkan menyebut masalah tersebut sudah berulang kali menjadi perhatian dalam pembahasan LKPJ tahun-tahun sebelumnya.

“Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah perlu mengoptimalkan penyelesaian sengketa tapal batas wilayah antarprovinsi maupun antarkabupaten/kota se-Kalimantan Tengah,” tegas Sudarsono.

Menurut DPRD, lambannya penyelesaian sengketa batas wilayah berpotensi memicu persoalan serius, mulai dari konflik administrasi, tumpang tindih kewenangan, hingga ketidakjelasan status kependudukan masyarakat di wilayah perbatasan.

Tak hanya itu, DPRD juga menilai Pemprov Kalteng belum cukup agresif mendorong percepatan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB), padahal aspirasi pemekaran wilayah terus berkembang di sejumlah daerah.

Karena itu, DPRD mendesak Gubernur Kalimantan Tengah turun langsung mengambil langkah strategis bersama Kementerian Dalam Negeri agar persoalan tersebut tidak terus berlarut.

“DPRD meminta Gubernur lebih proaktif mengambil kebijakan bersama Menteri Dalam Negeri dan Dirjen Bina Administrasi Wilayah guna menjamin kepastian hukum dan status kependudukan masyarakat,” ujar Sudarsono.

Bagi DPRD, persoalan tapal batas dan DOB bukan sekadar urusan birokrasi, melainkan menyangkut pelayanan publik, pemerataan pembangunan, hingga kepastian hak masyarakat di wilayah perbatasan.

“Kalau dibiarkan berlarut, dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Pemerintah harus serius menyelesaikan ini,” tandasnya.

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelatihan SDM Koperasi 0%, DPRD Kalteng Sentil Kinerja Dinas Koperasi dan UKM

    Pelatihan SDM Koperasi 0%, DPRD Kalteng Sentil Kinerja Dinas Koperasi dan UKM

    • calendar_month Jum, 15 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 90
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya — DPRD Provinsi Kalimantan Tengah menyoroti keras kinerja Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalteng setelah capaian pelatihan sumber daya manusia (SDM) koperasi tercatat masih 0 persen dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Tahun Anggaran 2025. Catatan tajam itu disampaikan dalam Rapat Paripurna ke-4 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2026, Senin (11/5/2026), saat […]

  • Jaminan di Tengah Bahaya Laut: Dislutkan Kalteng Desak Perlindungan Nyata bagi Nelayan

    Jaminan di Tengah Bahaya Laut: Dislutkan Kalteng Desak Perlindungan Nyata bagi Nelayan

    • calendar_month Rab, 28 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 77
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mulai mengencangkan langkah untuk memastikan nelayan tidak lagi bekerja tanpa perlindungan. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Kalteng, Sri Widanarni, menerima audiensi BPJS Ketenagakerjaan di ruang kerjanya, guna membahas penguatan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi nelayan dan pelaku usaha perikanan, Kamis (23/1/2026). Pertemuan tersebut menyoroti tingginya risiko kerja […]

  • APBD Kalteng 2026 Ditetapkan Rp5,4 Triliun

    APBD Kalteng 2026 Ditetapkan Rp5,4 Triliun

    • calendar_month Sab, 20 Des 2025
    • account_circle fe
    • visibility 244
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah akhirnya menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp5,4 triliun. Penetapan tersebut tertuang melalui Berita Acara Persetujuan Bersama Nota Keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Kalteng 2026 yang disepakati dalam rapat paripurna bersama DPRD Kalteng. Penetapan anggaran tahun depan menjadi dasar bagi […]

  • Wagub Edy Pratowo Dorong Pendidikan Siap Kerja, UMPR Jawab Lewat D1 Pertanian

    Wagub Edy Pratowo Dorong Pendidikan Siap Kerja, UMPR Jawab Lewat D1 Pertanian

    • calendar_month Kam, 23 Apr 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 60
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya — Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo mendorong perubahan arah pendidikan tinggi saat menghadiri Wisuda Gelombang I Tahun 2026 di Kampus 2 Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, Kamis (23/4/2026). Momentum wisuda yang meluluskan 723 mahasiswa itu sekaligus diwarnai peluncuran Program D1 Vokasi Pertanian dan peletakan batu pertama pembangunan UMPR Hall. Namun bagi pemerintah […]

  • Dari Papua hingga Kalimantan, Perputaran Dana PETI Tembus Rp992 Triliun

    Dari Papua hingga Kalimantan, Perputaran Dana PETI Tembus Rp992 Triliun

    • calendar_month Jum, 30 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 108
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Praktik Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali tersorot tajam setelah Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap besarnya aliran dana yang diduga berasal dari aktivitas ilegal tersebut. Dalam periode 2023–2025, total perputaran dana yang terdeteksi mencapai angka fantastis, yakni Rp992 triliun. Kepala Biro Humas PPATK, Natsir Kongah, menyebutkan bahwa dari hasil […]

  • Minyakita Dijual Rp21.000, Ada yang Tidak Beres dalam Tata Niaga Sawit?

    Minyakita Dijual Rp21.000, Ada yang Tidak Beres dalam Tata Niaga Sawit?

    • calendar_month Rab, 17 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 53
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya –  Kalimantan Tengah selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kelapa sawit terbesar di Indonesia. Namun di tengah melimpahnya produksi sawit, masyarakat justru harus membeli minyak goreng bersubsidi Minyakita dengan harga yang jauh di atas ketentuan pemerintah. Anggota DPRD Kalimantan Tengah, Bambang Irawan, S.St.Pi., menyoroti kondisi tersebut setelah menemukan harga Minyakita […]

expand_less