Ekonomi Kalimantan Tengah 2026 Diyakini Tetap Tumbuh Positif Di Tengah Tekanan Global
- account_circle D'Borneo
- calendar_month Rab, 13 Mei 2026
- visibility 78
- comment 0 komentar

DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah optimistis perekonomian daerah tetap tumbuh positif sepanjang tahun 2026 meski dunia masih dibayangi perlambatan ekonomi global, gejolak geopolitik, dan fluktuasi pasar keuangan internasional.
Optimisme tersebut disampaikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam kegiatan Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi Kalimantan Tengah yang digelar di Aula Betang Hapakat Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Selasa (12/5/2026).
Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Kalimantan Tengah Sunarti, saat membacakan sambutan Gubernur Agustiar Sabran, menegaskan bahwa fondasi ekonomi Kalimantan Tengah dinilai masih cukup kuat untuk menghadapi tantangan global.
“Perekonomian Kalimantan Tengah tahun 2026 diyakini tetap tumbuh positif, terutama didukung sektor pertanian dan industri pengolahan melalui percepatan hilirisasi dan peningkatan investasi,” ujarnya.
Menurutnya, sektor pertanian masih menjadi salah satu tulang punggung utama ekonomi daerah. Pemerintah juga terus mendorong pengembangan industri pengolahan agar hasil sumber daya alam tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi memiliki nilai tambah yang lebih besar bagi daerah dan masyarakat.
Selain itu, penguatan investasi dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan membuka lapangan kerja baru di Kalimantan Tengah. Pemerintah daerah juga mulai memperkuat pembangunan infrastruktur penunjang, termasuk sektor pangan dan energi.
Di sisi lain, inflasi daerah diperkirakan tetap terkendali pada kisaran target nasional. Pemprov bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus memperkuat langkah pengawasan distribusi pangan, menjaga keterjangkauan harga, dan memastikan pasokan kebutuhan pokok tetap aman.
Sunarti juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah.
“Pertumbuhan ekonomi tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Dunia usaha, akademisi, perbankan, hingga masyarakat harus bergerak bersama menjaga stabilitas dan daya saing daerah,” katanya.
Pemprov Kalteng juga mulai memperluas sumber pertumbuhan ekonomi baru melalui penguatan UMKM, digitalisasi ekonomi, serta pengembangan sektor pariwisata berbasis budaya lokal.
Dengan berbagai strategi tersebut, Kalimantan Tengah diyakini mampu menjaga tren pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah strategis penyangga ekonomi nasional di kawasan Kalimantan. (red-fe)
- Penulis: D'Borneo

Saat ini belum ada komentar