Kalimantan Tengah Tancap Gas Menuju Lumbung Pangan Nasional
- account_circle D'Borneo
- calendar_month Kam, 12 Feb 2026
- visibility 307
- comment 0 komentar

Wakil Gubernur Kalteng, Edy Pratowo laksanakan panen padi menggunakan Combine Harvester di Lahan OPLA
DAYABORNEO, Pulang Pisau – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan ambisinya menjadikan daerah ini sebagai lumbung pangan nasional melalui percepatan Program Optimalisasi Lahan. Komitmen itu ditunjukkan dalam Panen Raya Demplot Padi PT Pupuk Indonesia di Desa Tahai Jaya, Kecamatan Maliku, Kabupaten Pulang Pisau, Selasa (10/2/2026).
Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo hadir mewakili Gubernur Agustiar Sabran bersama Kepala Dinas TPHP Rendy Lesmana, Forkopimda, serta OPD terkait.
Pemerintah daerah mendorong model demplot sebagai strategi percepatan adopsi teknologi budidaya padi di kawasan Optimasi Lahan agar produktivitas naik signifikan dan berkelanjutan.
Dalam sambutan gubernur yang dibacakan Edy Pratowo, Pemprov Kalteng menempatkan pertanian sebagai tulang punggung agenda swasembada pangan.
“Kami meminta setiap kabupaten dan kota memperkuat Cadangan Pangan Pemerintah Daerah dan menjaga lahan baku sawah dari alih fungsi,” tegas Edy.
Pemprov mencatat realisasi cetak sawah rakyat seluas 21 ribu hektare dan optimasi lahan 6.882 hektare sebagai fondasi penguatan produksi.
Pemprov Kalteng tidak berhenti di padi. Pemerintah menyiapkan hilirisasi jagung melalui pabrik pakan untuk menopang peternakan sekaligus membuka nilai tambah di hulu–hilir.
“Kepercayaan pemerintah pusat harus dijawab dengan kerja lapangan yang terukur dan kolaborasi lintas sektor,” ujar Edy seraya mengapresiasi dukungan PT Pupuk Indonesia pada demplot OPLA.
Strategi jangka panjang juga disiapkan lewat pendidikan vokasi gratis untuk mencetak SDM pertanian modern dan Brigade Pangan. “Kami butuh tenaga terampil yang mempercepat adopsi teknologi di sentra produksi,” katanya usai panen dengan combine harvester.
Kepala Dinas TPHP Kalteng Rendy Lesmana menegaskan panen ini membuktikan arah kebijakan tepat. “Kami memperkuat pendampingan, sarana produksi, dan pascapanen agar kehilangan hasil turun dan kualitas gabah naik,” ujarnya.
Pemerintah menargetkan model Tahai Jaya direplikasi untuk mendorong lonjakan produksi sekaligus memperkuat ketahanan pangan Kalteng. (red-fe)
- Penulis: D'Borneo

Saat ini belum ada komentar