Jumat, 30 Okt 2026
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Andreas Eno Kupas Dinamaika Penegakan Hukum Korupsi: Dari Regulasi Hingga Putusan Pengadilan

Andreas Eno Kupas Dinamaika Penegakan Hukum Korupsi: Dari Regulasi Hingga Putusan Pengadilan

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Rab, 24 Jun 2026
  • visibility 31
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Ponorogo – Perang melawan korupsi di Indonesia ternyata tidak hanya ditentukan oleh kerasnya penegakan hukum. Di balik setiap perkara, terdapat dinamika regulasi, putusan Mahkamah Konstitusi (MK), hingga yurisprudensi Mahkamah Agung yang terus membentuk arah pemberantasan korupsi dari waktu ke waktu.

Perspektif itu disampaikan Hakim Ad Hoc Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sekaligus akademisi, Andreas Eno Tirtakusuma, saat menjadi narasumber kuliah umum bertema “Korupsi dan Keuangan Negara” yang digelar Fakultas Hukum Universitas Ponorogo, Selasa (23/6/2026).

Di hadapan mahasiswa dan civitas akademika, Andreas mengupas perjalanan panjang pemberantasan korupsi di Indonesia, mulai dari perubahan norma dalam undang-undang, tafsir hukum yang lahir melalui putusan MK, hingga berbagai kebijakan peradilan yang memengaruhi proses penegakan hukum.

“Penegakan hukum korupsi selalu berkembang mengikuti dinamika zaman. Ada perubahan norma dalam undang-undang, putusan Mahkamah Konstitusi yang memberikan tafsir baru, hingga yurisprudensi Mahkamah Agung yang menjadi rujukan dalam praktik peradilan,” ujar Andreas.

Menurutnya, mahasiswa hukum perlu memahami bahwa perkara korupsi tidak cukup dilihat dari teks undang-undang semata. Pemahaman terhadap perkembangan putusan pengadilan dan praktik hukum menjadi bagian penting dalam membangun perspektif yang utuh.

Kuliah umum tersebut dinilai relevan dengan kondisi Ponorogo yang dalam beberapa tahun terakhir pernah menjadi sorotan akibat sejumlah kasus korupsi, mulai dari operasi tangkap tangan (OTT) kepala daerah hingga perkara kredit macet pada bank milik pemerintah yang berujung proses hukum.

Andreas bukan nama asing dalam penanganan perkara korupsi. Saat menjabat sebagai Hakim Ad Hoc Tipikor di Kalimantan Tengah, ia menangani sejumlah perkara yang menyita perhatian publik, seperti kasus-kasus korupsi dana desa, korupsi pembangunan Bandara H. Muhammad Sidik Muara Teweh, hingga perkara mantan Bupati Katingan Ahmad Yantenglie.

Menariknya, kegiatan akademik tersebut juga dibalut nuansa budaya khas Jawa Timur. Sebagai bentuk penghormatan, Dekan Fakultas Hukum Universitas Ponorogo, Dr. Ferry Irawan Febriansyah, menyerahkan cendera mata berupa miniatur Reog Ponorogo kepada Andreas.

Ponorogo sendiri dikenal sebagai Kota Reog, tanah kelahiran kesenian Reog yang telah menjadi ikon budaya Indonesia di mata dunia. Penyerahan miniatur tersebut menjadi simbol persahabatan sekaligus apresiasi atas kontribusi Andreas dalam berbagi wawasan mengenai pemberantasan korupsi kepada generasi muda calon penegak hukum.

Pihak fakultas berharap kuliah umum semacam ini dapat terus dilaksanakan untuk memperkuat kapasitas mahasiswa dalam memahami tantangan penegakan hukum, khususnya dalam upaya pemberantasan korupsi yang semakin kompleks di era modern. (red-fe)

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tampil dengan PDH Putih, Gubernur Agustiar Hadirkan Pesan Penghormatan di Ziarah Hari Jadi Kalteng

    Tampil dengan PDH Putih, Gubernur Agustiar Hadirkan Pesan Penghormatan di Ziarah Hari Jadi Kalteng

    • calendar_month Sel, 12 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 135
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya — Suasana khidmat menyelimuti Taman Makam Pahlawan saat Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menggelar upacara ziarah memperingati Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah, Selasa (12/5/2026). Namun di balik prosesi penuh penghormatan itu, perhatian tertuju pada penampilan Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, yang tampil berbeda mengenakan PDH putih. Di tengah dominasi warna pakaian dinas […]

  • NTP Petani Kalteng Naik Jadi 139,53, Hortikultura Tumbuh Paling Tinggi

    NTP Petani Kalteng Naik Jadi 139,53, Hortikultura Tumbuh Paling Tinggi

    • calendar_month Rab, 2 Sep 2026
    • account_circle fe
    • visibility 38
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo – Kondisi ekonomi petani di Kalimantan Tengah menunjukkan perkembangan positif pada Agustus 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) Gabungan Kalteng mencapai 139,53, naik 1,88 persen dibandingkan Juli yang berada di angka 136,95. Kenaikan tersebut menjadi salah satu indikator membaiknya daya tukar petani terhadap barang dan jasa yang dibutuhkan […]

  • DPRD Kalteng Bongkar Dugaan Pelanggaran TKA, PT UAI Janji Tarik Dua WNA

    DPRD Kalteng Bongkar Dugaan Pelanggaran TKA, PT UAI Janji Tarik Dua WNA

    • calendar_month Ming, 18 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 151
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – DPRD Provinsi Kalimantan Tengah membuka tabir dugaan pelanggaran ketenagakerjaan oleh dua Tenaga Kerja Asing (TKA) dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar di Palangka Raya, Kamis (15/1/2026). RDP ini mempertemukan serikat buruh dengan manajemen perusahaan setelah berlarutnya polemik yang dinilai merugikan pekerja lokal. Wakil Ketua III DPRD Kalteng, Junaidi, memimpin langsung […]

  • DPRD Bongkar Dugaan Pelanggaran PT Binasawit Abadi Pratama, Konflik Lahan 29 Tahun Belum Tuntas

    DPRD Bongkar Dugaan Pelanggaran PT Binasawit Abadi Pratama, Konflik Lahan 29 Tahun Belum Tuntas

    • calendar_month Sen, 11 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 106
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya — Konflik lahan antara masyarakat Desa Sebabi dan Bangkal dengan PT Binasawit Abadi Pratama (BAP) kembali memicu sorotan tajam. Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, Parimus, SE., secara terbuka mempertanyakan legalitas aktivitas perusahaan yang disebut telah melakukan replanting di tengah sengketa lahan dan tuntutan plasma yang belum pernah diselesaikan selama hampir tiga dekade. Pernyataan […]

  • Ini Tahun Terakhir! Dishub Kalteng Ngebut Urus Nasib 5 Lulusan Polbit di Tengah Anggaran Mepet

    Ini Tahun Terakhir! Dishub Kalteng Ngebut Urus Nasib 5 Lulusan Polbit di Tengah Anggaran Mepet

    • calendar_month Rab, 16 Sep 2026
    • account_circle fe
    • visibility 21
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo – Waktu tak lagi berpihak pada lulusan Pola Pembibitan (Polbit) PTDI-STTD Provinsi Kalimantan Tengah. Tahun 2026 dipastikan menjadi periode terakhir penerimaan CPNS lewat jalur ini, memaksa Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Tengah bergerak cepat mengejar tenggat pengusulan e-Formasi di tengah kondisi anggaran yang belum sepenuhnya aman. Persoalan itu dibahas tuntas dalam rapat pengusulan […]

  • Prabowo Tinjau Shelter Nelayan di Gorontalo, Perkuat Hilirisasi Perikanan Rakyat

    Prabowo Tinjau Shelter Nelayan di Gorontalo, Perkuat Hilirisasi Perikanan Rakyat

    • calendar_month Sen, 11 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 87
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Gorontalo — Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung shelter sortir dan pengepakan ikan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Leato Selatan, Gorontalo, Sabtu (9/5/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah memperkuat infrastruktur perikanan rakyat sekaligus membangun sistem distribusi hasil laut yang lebih modern dan terintegrasi. Di kawasan shelter nelayan itu, Presiden melihat aktivitas penyortiran hasil […]

expand_less