Selasa, 28 Jul 2026
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Prabowo Tinjau TPST BLE Banyumas, Tekan Krisis Sampah Lewat Ekonomi Sirkular

Prabowo Tinjau TPST BLE Banyumas, Tekan Krisis Sampah Lewat Ekonomi Sirkular

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Sel, 28 Apr 2026
  • visibility 84
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Banyumas – Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Berwawasan Lingkungan dan Edukasi (TPST BLE) di Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (28/4/2026).

Kunjungan ini menegaskan dorongan pemerintah terhadap pengelolaan sampah modern berbasis teknologi dan ekonomi sirkular.

Dalam peninjauan tersebut, Presiden melihat langsung alur pengolahan sampah dari hulu hingga hilir. Ia mengamati bagaimana teknologi digunakan untuk memilah, mengolah, dan mengurangi volume sampah sekaligus menghasilkan produk bernilai tambah.

Menurut Presiden, TPST BLE Banyumas menjadi contoh konkret transformasi pengelolaan sampah yang efektif dan aplikatif.

“Ini terobosan yang baik. Teknologi yang digunakan tepat guna dan mampu memberikan manfaat nyata,” tegas Presiden.

Fasilitas TPST BLE dilengkapi berbagai peralatan modern, mulai dari pre shredder, tromol screen, pencacah organik, mesin pembersih, hingga sistem konveyor. Seluruh perangkat tersebut bekerja terintegrasi untuk memastikan proses pengolahan berjalan efisien dan berkelanjutan.

Tidak hanya mengurangi timbunan sampah, TPST BLE juga menghasilkan berbagai produk turunan bernilai ekonomi, seperti genteng plastik, paving berbahan plastik, maggot segar, kasgot sebagai pupuk organik, serta bahan bakar alternatif berupa refuse-derived fuel (RDF). Model ini dinilai mampu mengubah paradigma sampah dari beban lingkungan menjadi sumber daya ekonomi.

Secara nasional, persoalan sampah masih menjadi tantangan besar. Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menunjukkan produksi sampah Indonesia mencapai puluhan juta ton per tahun, dengan sebagian besar belum terkelola optimal. Karena itu, pendekatan terpadu seperti TPST BLE dinilai menjadi solusi strategis.

Selain aspek lingkungan, keberadaan fasilitas ini juga membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar, sekaligus memperkuat ekonomi lokal berbasis pengelolaan limbah.

Presiden menegaskan, pemerintah akan mendorong replikasi model serupa di berbagai daerah. Dengan pendekatan teknologi dan ekonomi sirkular, pengelolaan sampah diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. (red-fe) 

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prabowo Ubah Tata Kelola Ekspor SDA, Negara Ambil Kendali Komoditas Strategis

    Prabowo Ubah Tata Kelola Ekspor SDA, Negara Ambil Kendali Komoditas Strategis

    • calendar_month Kam, 21 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 35
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah besar dalam membenahi tata kelola sumber daya alam nasional dengan menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam. Kebijakan tersebut diumumkan langsung Presiden dalam Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Rabu (20/5/2026). Melalui aturan baru itu, pemerintah menetapkan ekspor […]

  • Pengawasan Laut Diperketat, Dislutkan Kalteng Gandeng PSDKP Pontianak

    Pengawasan Laut Diperketat, Dislutkan Kalteng Gandeng PSDKP Pontianak

    • calendar_month Rab, 28 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 61
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengencangkan pengawasan laut. Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Kalteng menggandeng Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP Pontianak untuk memperkuat pengawasan dan penegakan hukum di wilayah perairan Kalteng yang memiliki garis pantai sekitar 750 kilometer. Komitmen tersebut ditegaskan dalam pertemuan antara Kepala Dislutkan Kalteng Sri […]

  • Tata Ruang Republik Tersandera Ego Sektoral, DPD RI Dorong Badan Nasional di Bawah Presiden

    Tata Ruang Republik Tersandera Ego Sektoral, DPD RI Dorong Badan Nasional di Bawah Presiden

    • calendar_month Rab, 27 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 72
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta — Carut-marut penataan ruang di Indonesia kembali menjadi sorotan. Tumpang tindih kewenangan lintas kementerian dinilai membuat arah pembangunan nasional berjalan tanpa sinkronisasi yang jelas, bahkan memicu konflik agraria, sengketa tenurial, hingga bencana ekologis di berbagai daerah. Sorotan tersebut mengemuka dari hasil reses Komite I DPD RI yang menghimpun berbagai persoalan tata ruang dari […]

  • Pemprov Kalteng Pasang Arah Ekonomi Agresif Usai LPI 2025 BI

    Pemprov Kalteng Pasang Arah Ekonomi Agresif Usai LPI 2025 BI

    • calendar_month Kam, 29 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 62
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah tidak ingin sekadar menjadi penonton di tengah perlambatan ekonomi global. Merespons peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2025 Bank Indonesia, Pemprov Kalteng secara tegas memasang arah pembangunan ekonomi yang lebih agresif: hilirisasi dipercepat, investasi dipermudah, dan ketahanan ekonomi daerah diperkuat. Sikap ini disampaikan melalui sambutan tertulis Gubernur Kalimantan […]

  • DPRD Kalteng Bongkar Problem Perkebunan, Konflik Lahan Baru Tertangani 26 Persen

    DPRD Kalteng Bongkar Problem Perkebunan, Konflik Lahan Baru Tertangani 26 Persen

    • calendar_month Jum, 15 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 81
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – DPRD Provinsi Kalimantan Tengah menyoroti keras carut-marut tata kelola sektor perkebunan di Kalimantan Tengah. Dalam evaluasi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Tahun Anggaran 2025, legislatif menilai penyelesaian konflik perkebunan berjalan lambat, sementara pengawasan terhadap perusahaan besar swasta masih menyisakan banyak persoalan di lapangan. Sorotan itu disampaikan dalam Rapat Paripurna ke-4 […]

  • 16 Tahun GERDAYAK, Dari Menjaga Budaya hingga Menyiapkan Masa Depan Dayak

    16 Tahun GERDAYAK, Dari Menjaga Budaya hingga Menyiapkan Masa Depan Dayak

    • calendar_month Ming, 7 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 26
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Memasuki usia ke-16 tahun, GERDAYAK Indonesia berupaya mempertegas perannya sebagai organisasi yang tidak hanya menjaga identitas budaya Dayak, tetapi juga ikut menyiapkan masyarakat menghadapi tantangan sosial, ekonomi, dan dunia kerja yang terus berubah. Ketua Umum DPP GERDAYAK Indonesia, Yansen A. Binti, mengatakan organisasi yang dipimpinnya kini fokus membangun kualitas sumber daya […]

expand_less