Prabowo Tinjau TPST BLE Banyumas, Tekan Krisis Sampah Lewat Ekonomi Sirkular
- account_circle D'Borneo
- calendar_month Sel, 28 Apr 2026
- visibility 84
- comment 0 komentar

Dok. BPMI Setpres & Humas Kemensetneg.
DAYABORNEO, Banyumas – Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Berwawasan Lingkungan dan Edukasi (TPST BLE) di Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (28/4/2026).
Kunjungan ini menegaskan dorongan pemerintah terhadap pengelolaan sampah modern berbasis teknologi dan ekonomi sirkular.
Dalam peninjauan tersebut, Presiden melihat langsung alur pengolahan sampah dari hulu hingga hilir. Ia mengamati bagaimana teknologi digunakan untuk memilah, mengolah, dan mengurangi volume sampah sekaligus menghasilkan produk bernilai tambah.
Menurut Presiden, TPST BLE Banyumas menjadi contoh konkret transformasi pengelolaan sampah yang efektif dan aplikatif.
“Ini terobosan yang baik. Teknologi yang digunakan tepat guna dan mampu memberikan manfaat nyata,” tegas Presiden.
Fasilitas TPST BLE dilengkapi berbagai peralatan modern, mulai dari pre shredder, tromol screen, pencacah organik, mesin pembersih, hingga sistem konveyor. Seluruh perangkat tersebut bekerja terintegrasi untuk memastikan proses pengolahan berjalan efisien dan berkelanjutan.
Tidak hanya mengurangi timbunan sampah, TPST BLE juga menghasilkan berbagai produk turunan bernilai ekonomi, seperti genteng plastik, paving berbahan plastik, maggot segar, kasgot sebagai pupuk organik, serta bahan bakar alternatif berupa refuse-derived fuel (RDF). Model ini dinilai mampu mengubah paradigma sampah dari beban lingkungan menjadi sumber daya ekonomi.
Secara nasional, persoalan sampah masih menjadi tantangan besar. Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menunjukkan produksi sampah Indonesia mencapai puluhan juta ton per tahun, dengan sebagian besar belum terkelola optimal. Karena itu, pendekatan terpadu seperti TPST BLE dinilai menjadi solusi strategis.
Selain aspek lingkungan, keberadaan fasilitas ini juga membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar, sekaligus memperkuat ekonomi lokal berbasis pengelolaan limbah.
Presiden menegaskan, pemerintah akan mendorong replikasi model serupa di berbagai daerah. Dengan pendekatan teknologi dan ekonomi sirkular, pengelolaan sampah diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. (red-fe)
- Penulis: D'Borneo

Saat ini belum ada komentar