Selasa, 28 Jul 2026
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Prabowo Tinjau Shelter Nelayan di Gorontalo, Perkuat Hilirisasi Perikanan Rakyat

Prabowo Tinjau Shelter Nelayan di Gorontalo, Perkuat Hilirisasi Perikanan Rakyat

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Sen, 11 Mei 2026
  • visibility 62
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Gorontalo — Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung shelter sortir dan pengepakan ikan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Leato Selatan, Gorontalo, Sabtu (9/5/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah memperkuat infrastruktur perikanan rakyat sekaligus membangun sistem distribusi hasil laut yang lebih modern dan terintegrasi.

Di kawasan shelter nelayan itu, Presiden melihat aktivitas penyortiran hasil tangkapan yang dilakukan para pekerja dan nelayan setempat. Prabowo juga menyempatkan diri berdialog langsung dengan awak kapal dan masyarakat pesisir yang sehari-hari menggantungkan hidup dari sektor perikanan.

Presiden menegaskan bahwa pembangunan fasilitas pendukung seperti shelter, gudang pendingin, hingga sistem distribusi hasil tangkapan merupakan bagian penting dari strategi besar pemerintah dalam memperkuat ekonomi biru nasional.

“Nelayan harus mendapatkan dukungan fasilitas yang memadai agar hasil tangkapan mereka memiliki nilai ekonomi lebih baik dan kesejahteraan mereka meningkat,” ujar Prabowo di sela kunjungan.

Kehadiran shelter tersebut mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat pesisir Leato Selatan. Nelayan Acon Karim mengaku aktivitas bongkar muat dan pengelolaan hasil tangkapan kini menjadi lebih tertata dibanding sebelumnya.

“Pak Presiden tadi bertanya soal kondisi melaut dan kebutuhan kami di lapangan, terutama bahan bakar dan operasional kapal,” kata Acon.

Selain menjadi pusat sortir dan pengepakan ikan, shelter itu juga diproyeksikan menjadi simpul distribusi hasil laut masyarakat pesisir Gorontalo. Dengan fasilitas yang lebih baik, kualitas ikan dapat terjaga sebelum dipasarkan ke berbagai daerah.

Nelayan lainnya, Tetin Yuli, menyebut perhatian pemerintah terhadap kawasan nelayan memberi harapan baru bagi masyarakat pesisir yang selama ini menghadapi berbagai keterbatasan.

“Kami senang karena pemerintah benar-benar datang melihat langsung kondisi kami,” ujarnya.

Pemerintah menilai pembangunan shelter nelayan bukan sekadar proyek fisik, melainkan bagian dari transformasi sektor perikanan rakyat agar lebih produktif, efisien, dan mampu bersaing. Melalui penguatan infrastruktur pesisir, pemerintah berharap rantai ekonomi nelayan semakin kuat dan kesejahteraan masyarakat pesisir meningkat secara berkelanjutan. (red-fe)

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Satgas Pangan Polri Masih Bidik 194 PKS Diduga Rugikan Petani Sawit

    Satgas Pangan Polri Masih Bidik 194 PKS Diduga Rugikan Petani Sawit

    • calendar_month Jum, 26 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 110
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Tekanan pemerintah terhadap perusahaan kelapa sawit yang diduga membeli Tandan Buah Segar (TBS) di bawah harga wajar mulai menunjukkan dampak. Jumlah pabrik kelapa sawit (PKS) yang menjadi perhatian Satgas Pangan Polri berangsur menurun, meski ratusan perusahaan masih berada dalam radar pengawasan. Berdasarkan hasil pemantauan yang berlangsung pada 9–22 Juni 2026, jumlah PKS yang […]

  • Optimisme Ekonomi Kalteng 2026 Harus Dijaga dengan Kerja Nyata

    Optimisme Ekonomi Kalteng 2026 Harus Dijaga dengan Kerja Nyata

    • calendar_month Rab, 13 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Di tengah situasi ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian, optimisme Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terhadap pertumbuhan ekonomi tahun 2026 patut diapresiasi. Saat banyak daerah mulai waspada terhadap ancaman perlambatan ekonomi dunia, Kalimantan Tengah justru melihat peluang untuk tetap tumbuh melalui kekuatan sektor pertanian, hilirisasi industri, dan investasi daerah. Optimisme itu bukan tanpa alasan. Kalimantan Tengah […]

  • Kartini Masa Kini Harus Berani Ambil Peran Strategis

    Kartini Masa Kini Harus Berani Ambil Peran Strategis

    • calendar_month Rab, 22 Apr 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 54
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Peringatan Hari Kartini tidak boleh berhenti sebagai seremoni tahunan tanpa makna. Wakil Ketua II DPRD Kalimantan Tengah, Muhammad Ansyari, menegaskan bahwa semangat Raden Ajeng Kartini harus dimanifestasikan dalam tindakan nyata perempuan masa kini. Ia menyatakan, perjuangan Kartini di era modern tidak lagi sekadar soal akses pendidikan, tetapi sudah bergeser pada bagaimana […]

  • DPRD Kalteng Kritik Tindak Lanjut Rekomendasi Pemprov, Dinilai Masih Bersifat Administratif

    DPRD Kalteng Kritik Tindak Lanjut Rekomendasi Pemprov, Dinilai Masih Bersifat Administratif

    • calendar_month Kam, 14 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 77
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya — DPRD Provinsi Kalimantan Tengah mengkritik tindak lanjut rekomendasi pemerintah daerah terhadap hasil evaluasi legislatif yang dinilai masih sebatas administratif dan belum menyentuh akar persoalan di lapangan. Kritik tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna ke-4 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2026, saat DPRD membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Kalimantan Tengah Tahun Anggaran […]

  • Dishut Kalteng Bawa Pesan Alam dan Budaya di Karnaval FBIM 2026

    Dishut Kalteng Bawa Pesan Alam dan Budaya di Karnaval FBIM 2026

    • calendar_month Ming, 17 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 89
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya — Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah ikut memanaskan atmosfer Karnaval Budaya Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2026 dengan parade bertema budaya Dayak dan pelestarian hutan, Minggu (17/5/2026). Penampilan Dishut Kalteng menjadi simbol bahwa identitas Kalimantan tidak hanya berdiri pada adat, tetapi juga kekayaan alam yang masih terjaga. Rombongan parade Dishut tampil dengan […]

  • Kalteng Dilanda Tekanan Harga, Inflasi April Tercatat 3,66 Persen

    Kalteng Dilanda Tekanan Harga, Inflasi April Tercatat 3,66 Persen

    • calendar_month Sen, 4 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 94
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya — Tekanan harga di Kalimantan Tengah kian terasa. Badan Pusat Statistik (BPS) merilis inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) April 2026 mencapai 3,66 persen, angka yang menegaskan tren kenaikan harga belum mereda. Kabupaten Kapuas bahkan mencatat lonjakan tertinggi hingga 3,97 persen, menjadi wilayah dengan tekanan inflasi paling kuat. Kenaikan ini mendorong Indeks Harga Konsumen (IHK) […]

expand_less