Prabowo Tinjau Shelter Nelayan di Gorontalo, Perkuat Hilirisasi Perikanan Rakyat
- account_circle D'Borneo
- calendar_month Sen, 11 Mei 2026
- visibility 47
- comment 0 komentar

Dok. BPMI Setpres.
DAYABORNEO, Gorontalo — Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung shelter sortir dan pengepakan ikan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Leato Selatan, Gorontalo, Sabtu (9/5/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah memperkuat infrastruktur perikanan rakyat sekaligus membangun sistem distribusi hasil laut yang lebih modern dan terintegrasi.
Di kawasan shelter nelayan itu, Presiden melihat aktivitas penyortiran hasil tangkapan yang dilakukan para pekerja dan nelayan setempat. Prabowo juga menyempatkan diri berdialog langsung dengan awak kapal dan masyarakat pesisir yang sehari-hari menggantungkan hidup dari sektor perikanan.
Presiden menegaskan bahwa pembangunan fasilitas pendukung seperti shelter, gudang pendingin, hingga sistem distribusi hasil tangkapan merupakan bagian penting dari strategi besar pemerintah dalam memperkuat ekonomi biru nasional.
“Nelayan harus mendapatkan dukungan fasilitas yang memadai agar hasil tangkapan mereka memiliki nilai ekonomi lebih baik dan kesejahteraan mereka meningkat,” ujar Prabowo di sela kunjungan.
Kehadiran shelter tersebut mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat pesisir Leato Selatan. Nelayan Acon Karim mengaku aktivitas bongkar muat dan pengelolaan hasil tangkapan kini menjadi lebih tertata dibanding sebelumnya.
“Pak Presiden tadi bertanya soal kondisi melaut dan kebutuhan kami di lapangan, terutama bahan bakar dan operasional kapal,” kata Acon.
Selain menjadi pusat sortir dan pengepakan ikan, shelter itu juga diproyeksikan menjadi simpul distribusi hasil laut masyarakat pesisir Gorontalo. Dengan fasilitas yang lebih baik, kualitas ikan dapat terjaga sebelum dipasarkan ke berbagai daerah.
Nelayan lainnya, Tetin Yuli, menyebut perhatian pemerintah terhadap kawasan nelayan memberi harapan baru bagi masyarakat pesisir yang selama ini menghadapi berbagai keterbatasan.
“Kami senang karena pemerintah benar-benar datang melihat langsung kondisi kami,” ujarnya.
Pemerintah menilai pembangunan shelter nelayan bukan sekadar proyek fisik, melainkan bagian dari transformasi sektor perikanan rakyat agar lebih produktif, efisien, dan mampu bersaing. Melalui penguatan infrastruktur pesisir, pemerintah berharap rantai ekonomi nelayan semakin kuat dan kesejahteraan masyarakat pesisir meningkat secara berkelanjutan. (red-fe)
- Penulis: D'Borneo

Saat ini belum ada komentar