Jumat, 11 Sep 2026
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Prabowo Tinjau Shelter Nelayan di Gorontalo, Perkuat Hilirisasi Perikanan Rakyat

Prabowo Tinjau Shelter Nelayan di Gorontalo, Perkuat Hilirisasi Perikanan Rakyat

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Sen, 11 Mei 2026
  • visibility 75
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Gorontalo — Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung shelter sortir dan pengepakan ikan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Leato Selatan, Gorontalo, Sabtu (9/5/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah memperkuat infrastruktur perikanan rakyat sekaligus membangun sistem distribusi hasil laut yang lebih modern dan terintegrasi.

Di kawasan shelter nelayan itu, Presiden melihat aktivitas penyortiran hasil tangkapan yang dilakukan para pekerja dan nelayan setempat. Prabowo juga menyempatkan diri berdialog langsung dengan awak kapal dan masyarakat pesisir yang sehari-hari menggantungkan hidup dari sektor perikanan.

Presiden menegaskan bahwa pembangunan fasilitas pendukung seperti shelter, gudang pendingin, hingga sistem distribusi hasil tangkapan merupakan bagian penting dari strategi besar pemerintah dalam memperkuat ekonomi biru nasional.

“Nelayan harus mendapatkan dukungan fasilitas yang memadai agar hasil tangkapan mereka memiliki nilai ekonomi lebih baik dan kesejahteraan mereka meningkat,” ujar Prabowo di sela kunjungan.

Kehadiran shelter tersebut mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat pesisir Leato Selatan. Nelayan Acon Karim mengaku aktivitas bongkar muat dan pengelolaan hasil tangkapan kini menjadi lebih tertata dibanding sebelumnya.

“Pak Presiden tadi bertanya soal kondisi melaut dan kebutuhan kami di lapangan, terutama bahan bakar dan operasional kapal,” kata Acon.

Selain menjadi pusat sortir dan pengepakan ikan, shelter itu juga diproyeksikan menjadi simpul distribusi hasil laut masyarakat pesisir Gorontalo. Dengan fasilitas yang lebih baik, kualitas ikan dapat terjaga sebelum dipasarkan ke berbagai daerah.

Nelayan lainnya, Tetin Yuli, menyebut perhatian pemerintah terhadap kawasan nelayan memberi harapan baru bagi masyarakat pesisir yang selama ini menghadapi berbagai keterbatasan.

“Kami senang karena pemerintah benar-benar datang melihat langsung kondisi kami,” ujarnya.

Pemerintah menilai pembangunan shelter nelayan bukan sekadar proyek fisik, melainkan bagian dari transformasi sektor perikanan rakyat agar lebih produktif, efisien, dan mampu bersaing. Melalui penguatan infrastruktur pesisir, pemerintah berharap rantai ekonomi nelayan semakin kuat dan kesejahteraan masyarakat pesisir meningkat secara berkelanjutan. (red-fe)

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Apa yang Ditemukan Inspektorat? Hasil Pemeriksaan Marka Biru Sudah Diserahkan ke Gubernur

    Apa yang Ditemukan Inspektorat? Hasil Pemeriksaan Marka Biru Sudah Diserahkan ke Gubernur

    • calendar_month Rab, 3 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 64
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Misteri di balik polemik marka jalan berwarna biru yang viral di Kota Palangka Raya mulai menemukan titik terang. Inspektorat Provinsi Kalimantan Tengah memastikan seluruh proses pemeriksaan terhadap proyek yang menuai kritik publik itu telah rampung dan hasilnya sudah berada di tangan Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran. Meski belum mengungkap isi lengkap […]

  • Inflasi Kalimantan Tengah Januari 2026 Naik ke 4,09 Persen

    Inflasi Kalimantan Tengah Januari 2026 Naik ke 4,09 Persen

    • calendar_month Sel, 3 Feb 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 435
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Tekanan harga kembali menghantam Kalimantan Tengah di awal 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan atau year-on-year (y-on-y) Provinsi Kalimantan Tengah pada Januari 2026 mencapai 4,09 persen, dipicu lonjakan harga berbagai komoditas kebutuhan masyarakat. Kenaikan inflasi tersebut tercermin dari Indeks Harga Konsumen (IHK) yang melonjak dari 106,06 pada Januari 2025 […]

  • Dari Papua hingga Kalimantan, Perputaran Dana PETI Tembus Rp992 Triliun

    Dari Papua hingga Kalimantan, Perputaran Dana PETI Tembus Rp992 Triliun

    • calendar_month Jum, 30 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 97
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Praktik Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali tersorot tajam setelah Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap besarnya aliran dana yang diduga berasal dari aktivitas ilegal tersebut. Dalam periode 2023–2025, total perputaran dana yang terdeteksi mencapai angka fantastis, yakni Rp992 triliun. Kepala Biro Humas PPATK, Natsir Kongah, menyebutkan bahwa dari hasil […]

  • Reforma Agraria Disorot, Agustiar Sabran Sambut Pejabat Pusat di Kalteng

    Reforma Agraria Disorot, Agustiar Sabran Sambut Pejabat Pusat di Kalteng

    • calendar_month Kam, 23 Apr 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 54
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya — Gubernur Agustiar Sabran menyambut langsung kedatangan Ketua Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizamy Karsayuda dan Wakil Menteri ATR/BPN RI Ossy Dermawan di Bandara Tjilik Riwut, Rabu (22/4/2026). Penyambutan berlangsung dengan prosesi adat khas Dayak, namun pesan yang dibawa dalam kunjungan ini jauh dari sekadar seremoni. Kunjungan kerja Komisi II DPR RI […]

  • Angka serapan APBD sering dianggap sekadar urusan administrasi pemerintah. Padahal, di balik angka tersebut ada jalan yang belum dibangun

    APBD Kalteng Baru Terserap 30 Persen, Uangnya Ada di Mana?

    • calendar_month Sen, 17 Agu 2026
    • account_circle fe
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Angka serapan APBD sering dianggap sekadar urusan administrasi pemerintah. Padahal, di balik angka tersebut ada jalan yang belum dibangun, program yang belum berjalan, pekerjaan yang belum dimulai, hingga aktivitas ekonomi masyarakat yang bisa ikut tertahan. Kondisi inilah yang membuat realisasi APBD Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah hingga akhir Juli 2026 menarik perhatian. Dari total pagu sekitar […]

  • Kalteng Diselimuti Asap, DPR RI Syauqie Desak Pemerintah Jangan Tunggu Korban Berjatuhan

    Kalteng Diselimuti Asap, DPR RI Syauqie Desak Pemerintah Jangan Tunggu Korban Berjatuhan

    • calendar_month Sab, 20 Jun 2026
    • account_circle fe
    • visibility 55
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menekan Kalimantan Tengah. Asap tebal yang menyelimuti sejumlah wilayah mulai mengganggu aktivitas masyarakat dan memunculkan kekhawatiran terhadap kesehatan. Situasi tersebut mendorong Anggota Fraksi PAN DPR RI dari daerah pemilihan Kalimantan Tengah, Muhammad Syauqie, meminta pemerintah bergerak lebih serius. Menurutnya, penanganan karhutla tidak boleh berhenti pada […]

expand_less