Jumat, 30 Okt 2026
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Prabowo Ubah Tata Kelola Ekspor SDA, Negara Ambil Kendali Komoditas Strategis

Prabowo Ubah Tata Kelola Ekspor SDA, Negara Ambil Kendali Komoditas Strategis

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Kam, 21 Mei 2026
  • visibility 62
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah besar dalam membenahi tata kelola sumber daya alam nasional dengan menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam.

Kebijakan tersebut diumumkan langsung Presiden dalam Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Melalui aturan baru itu, pemerintah menetapkan ekspor sejumlah komoditas strategis wajib dilakukan melalui badan usaha milik negara (BUMN) yang ditunjuk sebagai pengekspor tunggal. Tahap awal kebijakan akan diterapkan pada komoditas minyak kelapa sawit, batu bara, dan ferro alloys atau paduan besi.

Presiden Prabowo menegaskan kebijakan tersebut lahir untuk memastikan kekayaan alam Indonesia benar-benar memberi manfaat maksimal bagi negara dan rakyat.

“Kekayaan alam bangsa ini tidak boleh lagi bocor keluar tanpa kendali. Semua harus kembali untuk kemakmuran rakyat Indonesia,” tegas Prabowo.

Menurut Presiden, selama ini masih ditemukan berbagai persoalan dalam tata kelola ekspor sumber daya alam, mulai dari praktik kurang bayar, manipulasi harga, hingga pelarian devisa hasil ekspor ke luar negeri. Karena itu, pemerintah memutuskan memperkuat pengawasan melalui sistem ekspor yang lebih terpusat dan terkendali.

Ia menilai langkah tersebut bukan hanya soal perdagangan, tetapi bagian dari upaya memperkuat kedaulatan ekonomi nasional sesuai amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.

“Negara harus hadir mengatur cabang produksi penting agar hasilnya benar-benar dipergunakan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat,” ujarnya.

Selain penguatan pengawasan ekspor, pemerintah juga memperketat kebijakan devisa hasil ekspor dari sektor pengusahaan dan pengolahan sumber daya alam. Pemerintah ingin memastikan devisa yang dihasilkan tetap berputar di dalam negeri untuk mendukung pembangunan nasional dan memperkuat ketahanan ekonomi.

Prabowo optimistis kebijakan baru tersebut akan meningkatkan penerimaan negara sekaligus menciptakan tata kelola ekspor yang lebih transparan dan berkeadilan.

“Kita ingin Indonesia berdiri di atas kekuatan ekonominya sendiri, bukan hanya menjadi pemasok bahan mentah dunia,” pungkas Presiden. (red-fe) 

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menag Minta Maaf Soal Polemik Zakat: ‘Saya Tidak Bermaksud Mengurangi Kewajiban’

    Menag Minta Maaf Soal Polemik Zakat: ‘Saya Tidak Bermaksud Mengurangi Kewajiban’

    • calendar_month Sen, 2 Mar 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 446
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, JAKARTA – Menteri Agama Nasaruddin Umar akhirnya buka suara terkait polemik pernyataannya soal zakat yang memicu perdebatan di ruang publik. Ia menyampaikan permohonan maaf sekaligus meluruskan bahwa zakat tetap berstatus fardhu ‘ain dan tidak pernah berubah sebagai rukun Islam. “Saya memohon maaf atas pernyataan saya yang menimbulkan kesalahpahaman. Perlu saya tegaskan, zakat adalah fardhu […]

  • KPK Siap Lelang 108 Aset Rampasan Koruptor Senilai Rp311 Miliar

    KPK Siap Lelang 108 Aset Rampasan Koruptor Senilai Rp311 Miliar

    • calendar_month Ming, 7 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 96
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta — Uang hasil korupsi tidak selalu berakhir dalam bentuk rekening rahasia atau tumpukan uang tunai. Sebagian berubah menjadi rumah mewah, apartemen, kendaraan, barang elektronik, hingga barang-barang bermerek. Kini, aset-aset tersebut akan kembali ke negara melalui mekanisme lelang yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pada 18 Juni 2026 mendatang, KPK akan melelang 108 aset […]

  • Dana Jalan Nasional Tinggal Rp300 Miliar, DPRD: Jangan Korbankan Masyarakat Kalteng

    Dana Jalan Nasional Tinggal Rp300 Miliar, DPRD: Jangan Korbankan Masyarakat Kalteng

    • calendar_month Sel, 7 Jul 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 36
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemangkasan anggaran pembangunan dan pemeliharaan jalan nasional di Kalimantan Tengah menjadi perhatian serius DPRD Provinsi Kalimantan Tengah. Alokasi dana yang sebelumnya mencapai sekitar Rp1 triliun kini hanya tersisa sekitar Rp300 miliar, angka yang dinilai jauh dari cukup untuk menjaga kondisi infrastruktur di provinsi terluas di Indonesia itu. Ketua Komisi IV DPRD Kalteng, […]

  • Hasupa Hasundau IKAPTK Kalteng Jadi Ruang Transfer Nilai Kepamongprajaan Antar Generasi

    Hasupa Hasundau IKAPTK Kalteng Jadi Ruang Transfer Nilai Kepamongprajaan Antar Generasi

    • calendar_month Ming, 28 Des 2025
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 235
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Di tengah dinamika birokrasi yang terus berkembang, penguatan nilai kebersamaan dan etika kepamongprajaan lintas generasi dinilai menjadi kebutuhan mendesak. Berangkat dari semangat tersebut, Ikatan Keluarga Alumni Perguruan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Hasupa Hasundau dan Silaturahmi Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan bersama Praja IPDN Tahun 2025, Sabtu (27/12/2025) malam. Gubernur […]

  • Firdaus Akhirnya Merespons Isu Perselingkuhan yang Menyeret Namanya, Mengaku Masih Trauma

    Firdaus Akhirnya Merespons Isu Perselingkuhan yang Menyeret Namanya, Mengaku Masih Trauma

    • calendar_month 1 jam yang lalu
    • account_circle fe
    • visibility 13
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Katingan – Isu dugaan perselingkuhan yang mengaitkan Wakil Bupati Katingan, Firdaus, dengan Putri Pariwisata Palangka Raya 2025, Tri Yulia Fajrianti, belum berhenti menjadi perbincangan. Setelah ramai di media sosial, persoalan ini mulai mendapat tanggapan langsung dari pihak-pihak yang namanya disebut. Firdaus, saat dimintai klarifikasi oleh wartawan DAYABORNEO, Jumat (30/10/2026) sore, memilih memberikan jawaban singkat. […]

  • Sidang Isbat Digelar Sore Ini, Pemerintah Tentukan Awal Ramadan 1447 H

    Sidang Isbat Digelar Sore Ini, Pemerintah Tentukan Awal Ramadan 1447 H

    • calendar_month Sel, 17 Feb 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 129
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Pemerintah kembali menggelar forum resmi yang akan menjadi penentu awal ibadah puasa tahun ini. Kementerian Agama (Kemenag) menjadwalkan Sidang Isbat penetapan 1 Ramadan 1447 Hijriah pada Selasa, 17 Februari 2026, di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat. Forum ini akan menentukan secara resmi kapan umat Islam di Indonesia mulai menjalankan ibadah puasa. Kemenag menyusun […]

expand_less