Perusahaan Manipulasi CPO Jadi POME di Sumatra, Digeledah!
- account_circle D'Borneo
- calendar_month Jum, 13 Feb 2026
- visibility 127
- comment 0 komentar

Dok. Istimewa.
DAYABORNEO, Jakarta – Penyidik Kejaksaan Agung terus mengembangkan penyidikan dugaan korupsi dalam tata niaga ekspor sawit. Sejumlah lokasi di Pekanbaru dan Medan digeledah untuk mengumpulkan bukti terkait dugaan rekayasa kode ekspor Crude Palm Oil (CPO) menjadi Palm Oil Mill Effluent (POME) dan produk turunan lain sepanjang 2022–2024.
Langkah ini menjadi bagian dari pendalaman perkara yang diduga memanfaatkan celah kebijakan pembatasan ekspor saat pemerintah berupaya menjaga pasokan dan harga minyak goreng di dalam negeri. Penyidik menilai terdapat praktik perubahan klasifikasi komoditas ekspor agar pengiriman tetap berjalan di tengah aturan pengendalian yang ketat.
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, membenarkan penggeledahan tersebut. “Penyidik Kejaksaan Agung melakukan penggeledahan dan saat ini masih berlangsung di Sumatra, di beberapa kantor milik PT yang tersebut kemarin,” ujarnya, Kamis (12/2/2026).
Anang belum merinci identitas perusahaan yang diperiksa dan menyatakan proses masih berjalan.
Dalam konstruksi perkara, penyidik juga mendalami dugaan adanya pemberian dan penerimaan imbalan untuk memperlancar proses administrasi dan pengawasan ekspor. Nilai potensi kerugian keuangan negara dalam perkara ini diperkirakan mencapai Rp10,6 triliun hingga Rp14,3 triliun berdasarkan penghitungan sementara.
Sejauh ini, 11 orang telah ditetapkan sebagai tersangka. Tiga di antaranya merupakan aparatur negara yang saat itu memiliki kewenangan teknis dalam proses kepabeanan dan pengawasan industri. Penyidik memastikan penanganan perkara dilakukan secara profesional dan terbuka sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Kasus ini menjadi sorotan karena menyangkut tata kelola komoditas strategis nasional. Publik kini menanti hasil penyidikan lanjutan, termasuk kejelasan peran masing-masing pihak dan kemungkinan pengembangan terhadap aktor lain yang diduga terlibat dalam skema tersebut. (red-fe)
- Penulis: D'Borneo

Saat ini belum ada komentar