Minggu, 1 Nov 2026
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Presiden Prabowo Dorong Kebangkitan Kampung Nelayan, Tegaskan Laut Adalah Masa Depan Indonesia

Presiden Prabowo Dorong Kebangkitan Kampung Nelayan, Tegaskan Laut Adalah Masa Depan Indonesia

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Sab, 9 Mei 2026
  • visibility 65
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Gorontalo — Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa laut merupakan masa depan Indonesia saat melanjutkan kunjungan kerja ke Gorontalo, Sabtu (9/5/2026).

Setelah meninjau wilayah terdepan di Pulau Miangas, Presiden kini fokus memperkuat sektor kelautan dan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di pesisir Kelurahan Leato Selatan.

Di kawasan yang sebelumnya identik dengan keterbatasan fasilitas melaut, pemerintah kini menghadirkan pusat aktivitas nelayan yang dilengkapi berbagai infrastruktur modern. Kehadiran Kampung Nelayan Merah Putih menjadi bagian dari strategi nasional untuk memperkuat ekonomi maritim sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat pesisir.

“Laut adalah masa depan Indonesia. Karena itu, nelayan harus menjadi prioritas pembangunan,” tegas Presiden Prabowo saat meninjau kawasan tersebut.

Dalam kunjungan itu, Presiden melihat langsung berbagai fasilitas yang telah dibangun, mulai dari pelabuhan shelter sortir, area pengepakan ikan, hingga fasilitas penunjang aktivitas nelayan. Kawasan tersebut juga dilengkapi kantor pengelola, bengkel nelayan, balai pertemuan, kios perbekalan, shelter cool box, pabrik es, gudang beku ikan, docking perahu, tempat pendaratan ikan, serta fasilitas perbaikan jaring.

Presiden menilai pembangunan infrastruktur yang terintegrasi akan memperkuat rantai distribusi hasil laut sekaligus meningkatkan nilai ekonomi produk perikanan masyarakat.

“Kita ingin nelayan Indonesia lebih kuat, lebih mandiri, dan mampu menikmati hasil lautnya sendiri dengan kesejahteraan yang lebih baik,” ujarnya.

Menurut Presiden, pembangunan sektor kelautan tidak boleh berhenti pada penyediaan fasilitas fisik semata. Pemerintah juga akan terus mendorong dukungan berkelanjutan, termasuk akses permodalan, pelatihan, dan penguatan pasar bagi nelayan.

Kehadiran Kampung Nelayan Merah Putih disambut antusias masyarakat setempat. Warga berharap fasilitas tersebut mampu membuka peluang ekonomi baru dan meningkatkan produktivitas nelayan di Gorontalo.

Melalui program ini, pemerintah ingin menegaskan bahwa pembangunan Indonesia tidak hanya berorientasi daratan, tetapi juga menjadikan laut sebagai pusat pertumbuhan ekonomi nasional di masa depan. (red-fe)

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Akademisi Trisakti Soroti Pengalihan Pluit Junction: Bisa Masuk Ranah Korupsi

    Akademisi Trisakti Soroti Pengalihan Pluit Junction: Bisa Masuk Ranah Korupsi

    • calendar_month Rab, 11 Mar 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 93
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Pengalihan pengelolaan Mall Pluit Junction oleh PT Jakarta Propertindo (Jakpro) kepada PT Grha Jaya Pradana (GJP) memicu sorotan dari kalangan akademisi. Selain memunculkan keluhan dari para tenant yang kehilangan akses ruang usaha, kebijakan tersebut juga dinilai perlu diuji dari sisi hukum, mengingat Pluit Junction merupakan aset daerah yang selama ini dikelola oleh […]

  • Jangan Minder karena Miskin! Agustiar Sabran Blak-blakan ke Mahasiswa Sambil Bagi Beras dan Masker KN95

    Jangan Minder karena Miskin! Agustiar Sabran Blak-blakan ke Mahasiswa Sambil Bagi Beras dan Masker KN95

    • calendar_month Rab, 16 Sep 2026
    • account_circle fe
    • visibility 39
    • 0Komentar

    PALANGKA RRAYA, Dayaborneo – Kabut asap boleh menyelimuti langit Kalimantan Tengah, tapi semangat mahasiswa tak boleh ikut redup. Itulah pesan tegas yang dilontarkan Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran saat menyerahkan bantuan pangan kepada mahasiswa terdampak karhutla dan kekeringan, di Halaman Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalteng, Rabu (16/9/2026). Bukan bantuan basa-basi, tiap mahasiswa pulang […]

  • Dari Desa untuk Masa Depan: BBK 7 Unair Asah Literasi dan Numerasi Anak Sekolah

    Dari Desa untuk Masa Depan: BBK 7 Unair Asah Literasi dan Numerasi Anak Sekolah

    • calendar_month Sel, 27 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 111
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Lamongan – Upaya memperkuat fondasi pendidikan dasar terus digerakkan dari tingkat desa. Tim BBK 7 Universitas Airlangga (UNAIR) hadir di Desa Bakalrejo dengan program bimbingan belajar (bimbel) yang menyasar peningkatan literasi dan numerasi siswa sekolah dasar sepanjang Januari 2026. Program ini menjadi respons atas masih terbatasnya pendampingan belajar di luar jam sekolah, yang berdampak pada […]

  • Hari Kebangkitan Nasional dan Perjuangan Menjaga Identitas Budaya Dayak

    Hari Kebangkitan Nasional dan Perjuangan Menjaga Identitas Budaya Dayak

    • calendar_month Rab, 20 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Peringatan Hari Kebangkitan Nasional bukan lagi sekadar mengenang perjuangan melawan penjajahan di masa lalu. Di era modern saat ini, kebangkitan bangsa juga dimaknai sebagai perjuangan menjaga identitas budaya di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital. Di Kalimantan Tengah, semangat kebangkitan itu hidup melalui upaya masyarakat Dayak mempertahankan warisan budaya leluhur agar tidak hilang […]

  • Tata Ruang Republik Tersandera Ego Sektoral, DPD RI Dorong Badan Nasional di Bawah Presiden

    Tata Ruang Republik Tersandera Ego Sektoral, DPD RI Dorong Badan Nasional di Bawah Presiden

    • calendar_month Rab, 27 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 95
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta — Carut-marut penataan ruang di Indonesia kembali menjadi sorotan. Tumpang tindih kewenangan lintas kementerian dinilai membuat arah pembangunan nasional berjalan tanpa sinkronisasi yang jelas, bahkan memicu konflik agraria, sengketa tenurial, hingga bencana ekologis di berbagai daerah. Sorotan tersebut mengemuka dari hasil reses Komite I DPD RI yang menghimpun berbagai persoalan tata ruang dari […]

  • PT GAP Kini Ditetapkan Tersangka Karhutla di Kotim, 901,4 Hektar Dilaporkan Terbakar

    PT GAP Kini Ditetapkan Tersangka Karhutla di Kotim, 901,4 Hektar Dilaporkan Terbakar

    • calendar_month 6 jam yang lalu
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 12
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah kembali menyeret korporasi ke dalam proses hukum. Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan menetapkan PT GAP sebagai tersangka korporasi dalam perkara dugaan tindak pidana kehutanan terkait kebakaran di kawasan Hutan Produksi, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur. Luas areal yang terbakar dalam perkara […]

expand_less