Jumat, 30 Okt 2026
light_mode
Beranda » DPRD Kalteng » Pansus Raperda Konflik Mandek: Pemprov Datang Tanpa DIM

Pansus Raperda Konflik Mandek: Pemprov Datang Tanpa DIM

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Rab, 25 Feb 2026
  • visibility 109
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Palangka Raya – Rapat Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kalimantan Tengah yang membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Sengketa dan Penyelesaian Konflik pada Selasa (24/2/2026) berjalan pincang dan berujung ditunda. Penyebabnya terang-benderang: perwakilan Pemerintah Provinsi Kalteng datang tanpa membawa Daftar Inventaris Masalah (DIM) yang sejak awal diminta sebagai bahan utama pengayaan substansi regulasi.

Anggota DPRD Kalteng, Yetro Midel Yoseph, melontarkan kritik keras atas sikap Pemprov yang dinilainya tidak serius mengawal lahirnya payung hukum penting bagi masyarakat.

“Kami minta DIM untuk memperkaya substansi raperda. Tapi pemerintah datang tanpa bekal. Kalau begini, bagaimana mau bicara percepatan? Ini jelas menghambat,” tegas Yetro, usai memimpin rapat pansus di DPRD Kalteng, Selasa (24/2/2026) pagi.

Ia menekankan, DPRD menginisiasi Raperda Sengketa dan Penyelesaian Konflik karena persoalan di lapangan sudah terlalu sering berujung buntu, konflik memanjang, bahkan bereskalasi. Yetro menyebut, tanpa pedoman daerah yang tegas, upaya penyelesaian kerap bergantung pada itikad baik para pihak.

“Yang utama itu mitigasi. Jangan tunggu konflik meledak baru negara turun tangan. Perda ini harus jadi pagar pencegahan,” ujarnya.

Yetro juga menyoroti posisi DPRD yang kerap dijadikan tempat mengadu masyarakat saat konflik terjadi, namun tidak memiliki “senjata” hukum untuk bertindak.

“Warga datang, minta difasilitasi. Kami menampung, tapi tanpa dasar hukum daerah, ruang gerak kami terbatas. Kami seperti diminta memadamkan api tanpa air,” katanya.

Melalui raperda ini, DPRD mendorong skema penyelesaian konflik yang tegas, berjenjang, dan mengakui peran kearifan lokal. Tokoh adat, damang, mantir, hingga Dewan Adat Dayak diharapkan menjadi garda depan mediasi sebelum konflik masuk ke ranah hukum formal.

“Kami ingin jalur damai yang punya legitimasi perda, bukan sekadar imbauan moral,” ujar Yetro.

Ia mendesak Pemprov Kalteng segera menyerahkan DIM agar pembahasan tidak terus tersandera. “Kalau pemerintah serius melindungi masyarakat dari konflik berkepanjangan, tunjukkan dengan kerja konkret. Jangan datang rapat tanpa bahan,” tutupnya tajam. (red-fe)

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polisi Kehutanan Penjaga Hutan, Ini Tugas dan Fungsinya

    Polisi Kehutanan Penjaga Hutan, Ini Tugas dan Fungsinya

    • calendar_month Rab, 31 Des 2025
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 394
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya — Polisi Kehutanan (Polhut) Kalimantwn Tengah baru saja melakasanakan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Polhut ke-59 yang digelar di Persemaian Permanen Hiu Putih, Palangka Raya, Senin (29/12/2025) pagi. Peringatan ini menjadi momentum untuk menguatkan komitmen perlindungan hutan di tengah tantangan kejahatan kehutanan yang semakin kompleks. Polisi Kehutanan merupakan aparatur sipil negara […]

  • Bupati Gunung Mas Soroti Dampak Kemarau, Bukan Hanya Karhutla yang Mengkhawatirkan

    Bupati Gunung Mas Soroti Dampak Kemarau, Bukan Hanya Karhutla yang Mengkhawatirkan

    • calendar_month Kam, 3 Sep 2026
    • account_circle fe
    • visibility 45
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo – Ancaman musim kemarau di Kabupaten Gunung Mas ternyata tidak hanya datang dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ketika titik api masih bisa dikendalikan, persoalan lain mulai muncul: sejumlah sumber air masyarakat perlahan mengering. Kondisi itu menjadi perhatian Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong setelah menghadiri Rapat Evaluasi Pencegahan dan Penanganan Karhutla di […]

  • Logo 69 Tahun Kalteng Diluncurkan, Menjaga Akar Budaya, Menatap Masa Depan

    Logo 69 Tahun Kalteng Diluncurkan, Menjaga Akar Budaya, Menatap Masa Depan

    • calendar_month Sen, 4 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 228
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah resmi meluncurkan logo Hari Jadi ke-69 Kalimantan Tengah, sebuah simbol yang bukan hanya menandai usia, tetapi juga memotret perjalanan panjang daerah ini sebagai tanah yang tumbuh di atas warisan adat, kekayaan alam, dan semangat kebersamaan yang terus hidup. Bagi Kalimantan Tengah, usia ke-69 bukan sekadar hitungan waktu. […]

  • BMKG Pantau Hilal di 37 Lokasi, Penentuan 1 Ramadhan 1447 H Hari ini

    BMKG Pantau Hilal di 37 Lokasi, Penentuan 1 Ramadhan 1447 H Hari ini

    • calendar_month Sel, 17 Feb 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 129
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Pemerintah mulai mematangkan proses penentuan awal Ramadan 1447 Hijriah dengan mengerahkan pengamatan serentak di berbagai daerah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menurunkan 37 tim rukyat untuk memantau hilal pada 17 dan 18 Februari 2026 sebagai bagian dari dukungan teknis terhadap sidang isbat yang digelar Kementerian Agama. BMKG menegaskan seluruh tim telah […]

  • Gubernur Agustiar Ultimatum OPD: Jangan Main-Main dengan Data Penerima KHBS

    Gubernur Agustiar Ultimatum OPD: Jangan Main-Main dengan Data Penerima KHBS

    • calendar_month Jum, 20 Feb 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 299
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran “memasang alarm” jelang peluncuran Program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS). Dari Aula Serba Guna Rumah Jabatan Gubernur, Rabu (18/2/2026), ia menekan seluruh OPD, pemerintah kabupaten/kota, hingga relawan agar mengawal distribusi bantuan secara ketat dan bebas manipulasi. “Ini program besar. Jangan main-main dengan data penerima. Kalau koordinasi […]

  • Inflasi Kalimantan Tengah Januari 2026 Naik ke 4,09 Persen

    Inflasi Kalimantan Tengah Januari 2026 Naik ke 4,09 Persen

    • calendar_month Sel, 3 Feb 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 466
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Tekanan harga kembali menghantam Kalimantan Tengah di awal 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan atau year-on-year (y-on-y) Provinsi Kalimantan Tengah pada Januari 2026 mencapai 4,09 persen, dipicu lonjakan harga berbagai komoditas kebutuhan masyarakat. Kenaikan inflasi tersebut tercermin dari Indeks Harga Konsumen (IHK) yang melonjak dari 106,06 pada Januari 2025 […]

expand_less