Selasa, 28 Jul 2026
light_mode
Beranda » DPRD Kalteng » Pansus Raperda Konflik Mandek: Pemprov Datang Tanpa DIM

Pansus Raperda Konflik Mandek: Pemprov Datang Tanpa DIM

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Rab, 25 Feb 2026
  • visibility 85
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Palangka Raya – Rapat Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kalimantan Tengah yang membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Sengketa dan Penyelesaian Konflik pada Selasa (24/2/2026) berjalan pincang dan berujung ditunda. Penyebabnya terang-benderang: perwakilan Pemerintah Provinsi Kalteng datang tanpa membawa Daftar Inventaris Masalah (DIM) yang sejak awal diminta sebagai bahan utama pengayaan substansi regulasi.

Anggota DPRD Kalteng, Yetro Midel Yoseph, melontarkan kritik keras atas sikap Pemprov yang dinilainya tidak serius mengawal lahirnya payung hukum penting bagi masyarakat.

“Kami minta DIM untuk memperkaya substansi raperda. Tapi pemerintah datang tanpa bekal. Kalau begini, bagaimana mau bicara percepatan? Ini jelas menghambat,” tegas Yetro, usai memimpin rapat pansus di DPRD Kalteng, Selasa (24/2/2026) pagi.

Ia menekankan, DPRD menginisiasi Raperda Sengketa dan Penyelesaian Konflik karena persoalan di lapangan sudah terlalu sering berujung buntu, konflik memanjang, bahkan bereskalasi. Yetro menyebut, tanpa pedoman daerah yang tegas, upaya penyelesaian kerap bergantung pada itikad baik para pihak.

“Yang utama itu mitigasi. Jangan tunggu konflik meledak baru negara turun tangan. Perda ini harus jadi pagar pencegahan,” ujarnya.

Yetro juga menyoroti posisi DPRD yang kerap dijadikan tempat mengadu masyarakat saat konflik terjadi, namun tidak memiliki “senjata” hukum untuk bertindak.

“Warga datang, minta difasilitasi. Kami menampung, tapi tanpa dasar hukum daerah, ruang gerak kami terbatas. Kami seperti diminta memadamkan api tanpa air,” katanya.

Melalui raperda ini, DPRD mendorong skema penyelesaian konflik yang tegas, berjenjang, dan mengakui peran kearifan lokal. Tokoh adat, damang, mantir, hingga Dewan Adat Dayak diharapkan menjadi garda depan mediasi sebelum konflik masuk ke ranah hukum formal.

“Kami ingin jalur damai yang punya legitimasi perda, bukan sekadar imbauan moral,” ujar Yetro.

Ia mendesak Pemprov Kalteng segera menyerahkan DIM agar pembahasan tidak terus tersandera. “Kalau pemerintah serius melindungi masyarakat dari konflik berkepanjangan, tunjukkan dengan kerja konkret. Jangan datang rapat tanpa bahan,” tutupnya tajam. (red-fe)

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jelang Idulfitri, Pemerintah Resmi Umumkan THR dan BHR

    Jelang Idulfitri, Pemerintah Resmi Umumkan THR dan BHR

    • calendar_month Sel, 3 Mar 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 182
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, JAKARTA – Pemerintah merilis kebijakan resmi pemberian tunjangan hari raya (THR) dan bonus hari raya (BHR) Idulfitri 1447 H/2026 M sebagai bagian dari strategi menjaga daya beli masyarakat dan memperkuat konsumsi domestik. Pengumuman disampaikan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Selasa (03/03/2026). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan kebijakan ini merupakan paket stimulus […]

  • IGD Diduga Kewalahan, DPRD Kalteng Didesak Sidak RSUD Doris Sylvanus

    IGD Diduga Kewalahan, DPRD Kalteng Didesak Sidak RSUD Doris Sylvanus

    • calendar_month Rab, 15 Apr 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 178
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Sorotan tajam mengarah ke layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Doris Sylvanus. Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya Arif M. Norkim secara terbuka mendesak DPRD Provinsi Kalimantan Tengah untuk tidak tinggal diam dan segera turun melakukan inspeksi mendadak (sidak). Desakan itu bukan tanpa alasan. Arif menyebut kondisi IGD kerap dipenuhi […]

  • DAYA BORNEO: Cara Baru Menikmati Berita

    DAYA BORNEO: Cara Baru Menikmati Berita

    • calendar_month Kam, 18 Des 2025
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Di tengah derasnya arus informasi, DAYA BORNEO hadir sebagai media yang menawarkan cara baru menikmati berita, sekaligus menjadi satu suara dari Tanah Rimba. Berangkat dari moto ini, DAYA BORNEO ingin menghadirkan berita yang tajam, terpercaya, dan dekat dengan pembaca, terutama masyarakat Kalimantan Tengah dan sekitarnya. Berbeda dari media konvensional, DAYA BORNEO menghadirkan pengalaman membaca berita […]

  • FISIP UPR Tancap Gas di Usia 14 Tahun, Pemprov Kalteng Tantang Mahasiswa Turun ke Medan Sosial

    FISIP UPR Tancap Gas di Usia 14 Tahun, Pemprov Kalteng Tantang Mahasiswa Turun ke Medan Sosial

    • calendar_month Jum, 23 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 95
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Palangka Raya (UPR) tidak ingin sekadar merayakan usia. Memasuki Dies Natalis ke-14, FISIP UPR menegaskan diri sebagai kawah candradimuka pemikir kritis dan calon pemimpin Kalimantan Tengah. Pemerintah Provinsi Kalteng pun ikut memberi sinyal tegas: kampus harus hadir langsung menjawab persoalan daerah. Asisten Perekonomian […]

  • Prabowo Tinjau Shelter Nelayan di Gorontalo, Perkuat Hilirisasi Perikanan Rakyat

    Prabowo Tinjau Shelter Nelayan di Gorontalo, Perkuat Hilirisasi Perikanan Rakyat

    • calendar_month Sen, 11 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 62
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Gorontalo — Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung shelter sortir dan pengepakan ikan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Leato Selatan, Gorontalo, Sabtu (9/5/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah memperkuat infrastruktur perikanan rakyat sekaligus membangun sistem distribusi hasil laut yang lebih modern dan terintegrasi. Di kawasan shelter nelayan itu, Presiden melihat aktivitas penyortiran hasil […]

  • Gubernur Agustiar Ajak Ormas dan Media Kawal KHBS: Jangan Sampai Program Ini Salah Sasaran

    Gubernur Agustiar Ajak Ormas dan Media Kawal KHBS: Jangan Sampai Program Ini Salah Sasaran

    • calendar_month Sel, 10 Mar 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 63
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menggelar forum dialog terbuka bertajuk Hasupa Hasundau bersama organisasi kemasyarakatan (ormas) dan insan media di Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Selasa (10/3/2026). Pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi juga menjadi panggung strategis pemerintah daerah untuk menyosialisasikan program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) sekaligus menyerap langsung aspirasi […]

expand_less