Sabtu, 12 Sep 2026
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Karhutla Makin Meluas, Kalteng Belum Naikan Status Tanggap Darurat: Gubernur Bilang Begini

Karhutla Makin Meluas, Kalteng Belum Naikan Status Tanggap Darurat: Gubernur Bilang Begini

  • account_circle fe
  • calendar_month Rab, 19 Agu 2026
  • visibility 83
  • comment 0 komentar

PALANGKA RAYA, Dayaborneo Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menunjukkan tanda-tanda serius di Kalimantan Tengah. Titik kebakaran terus muncul di sejumlah daerah, lahan yang terbakar semakin luas, sementara kabut asap mulai menjadi persoalan.

Namun, di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah belum juga menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Karhutla di tingkat provinsi.

Padahal, sejumlah daerah sudah mengambil langkah lebih dulu.

Kota Palangka Raya bahkan memperpanjang status tanggap darurat karhutla selama 29 hari hingga 8 September 2026. Keputusan itu diambil menyusul meningkatnya titik api dan kabut asap di sejumlah kawasan, terutama lahan gambut.

Di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), kondisinya tak kalah mengkhawatirkan. Hingga pertengahan Agustus 2026 tercatat 189 kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar mencapai lebih dari 859 hektare.

Musim kemarau yang diperkirakan masih cukup panjang membuat ancaman karhutla belum bisa dianggap selesai.

Lantas, mengapa status provinsi belum dinaikkan?

Saat dikonfirmasi mengenai kemungkinan penetapan status Tanggap Darurat Bencana Karhutla, Gubernur Kalteng Agustiar Sabran mengatakan pemerintah masih melihat perkembangan kondisi di lapangan.

“Sekarang kabut asapnya masih turun naik,” kata Agustiar kepada awak media, di Aula Ja yang Tingang, Kantor Gubernur setempat, Senin (17/8/2026) siang.

Ia membandingkan kondisi saat ini dengan bencana kabut asap besar pada 2019. Menurutnya, situasi Kalteng saat ini belum sampai pada kondisi separah ketika itu.

“Kalau kita ingat tahun 2019, jarak pandang itu sampai empat meter, sampai dua meter,” ujarnya.

Agustiar menyebut jarak pandang saat ini masih relatif normal.

“Sekarang alhamdulillah normal-normal saja,” katanya.

Meski begitu, sejumlah wilayah tetap menjadi perhatian pemerintah. Palangka Raya, Pulang Pisau hingga kawasan Pangkalan Bun disebut sebagai wilayah yang perlu diantisipasi.

“Yang dianggap rawan tentunya semuanya, Palangka Raya, Pulang Pisau sampai Pangkalan Bun. Kita antisipasi,” ujar Agustiar.

Pertanyaannya kini bukan hanya seberapa luas lahan yang sudah terbakar, tetapi seberapa jauh pemerintah harus menunggu sebelum status darurat provinsi ditetapkan?

Dengan karhutla yang terus bertambah dan musim kemarau yang belum berakhir, keputusan pemerintah provinsi akan menjadi penentu apakah penanganan dilakukan sejak dini atau baru bergerak ketika asap sudah semakin tebal. (fe)

  • Penulis: fe

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PKB Kalteng Tegaskan Politik Kasih Sayang, Siapkan Mesin Partai Hadapi 2029

    PKB Kalteng Tegaskan Politik Kasih Sayang, Siapkan Mesin Partai Hadapi 2029

    • calendar_month Sab, 14 Feb 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 103
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Dewan Pimpinan Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa Kalimantan Tengah mengukuhkan jajaran pengurus masa bakti 2026–2031 sekaligus menggelar Orientasi Politik dan Musyawarah Kerja Wilayah, Sabtu (14/2/2026). Forum konsolidasi tersebut menegaskan arah perjuangan partai berbasis nilai keagamaan, kebangsaan, dan solidaritas sosial untuk memperkuat kerja-kerja kerakyatan di daerah. Ketua DPW PKB Kalteng, Rahmanto Muhidin, menyampaikan […]

  • Presiden Prabowo Bangun Sentra Nelayan Modern dari Pesisir Gorontalo

    Presiden Prabowo Bangun Sentra Nelayan Modern dari Pesisir Gorontalo

    • calendar_month Ming, 10 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 165
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Gorontalo — Presiden Prabowo Subianto mulai menggerakkan agenda besar transformasi sektor kelautan nasional dari pesisir, saat meninjau Kampung Nelayan Merah Putih di Leato Selatan, Gorontalo, Sabtu (9/5/2026). Presiden menegaskan pembangunan ekonomi maritim tidak boleh lagi berhenti pada penangkapan ikan, tetapi harus masuk ke tahap industrialisasi dan penguatan rantai distribusi hasil laut. Di kawasan pesisir itu, […]

  • ASN Laki-Laki Dikerahkan Hadapi Karhutla Kalteng

    ASN Laki-Laki Dikerahkan Hadapi Karhutla Kalteng

    • calendar_month Sel, 1 Sep 2026
    • account_circle fe
    • visibility 27
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengambil langkah lebih tegas menghadapi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) laki-laki di lingkungan Pemprov Kalteng dikerahkan untuk memperkuat penanganan karhutla yang masih menjadi perhatian serius. Penguatan tersebut ditandai dengan Apel Gelar Pasukan Penguatan Penanganan Karhutla Tahun 2026 di Halaman Istana Isen […]

  • Prabowo Genjot Transformasi Sekolah: Target 2028 Tuntas

    Prabowo Genjot Transformasi Sekolah: Target 2028 Tuntas

    • calendar_month Rab, 29 Apr 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 42
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Cilacap – Prabowo Subianto menegaskan komitmen kuat pemerintah dalam membenahi kualitas pendidikan nasional, tidak hanya dari sisi infrastruktur, tetapi juga transformasi sistem pembelajaran berbasis teknologi. Hal itu disampaikan usai meninjau SMAN 1 Cilacap, Rabu (29/4/2026). Presiden menargetkan seluruh sekolah di Indonesia dapat mengalami perbaikan bertahap hingga tuntas pada 2028. Ia menilai, pemerataan kualitas pendidikan […]

  • Kalteng Masuk 10 Terendah Realisasi APBD Versi Kemendagri

    Kalteng Masuk 10 Terendah Realisasi APBD Versi Kemendagri

    • calendar_month Rab, 24 Des 2025
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 577
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pernyataan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Edy Pratowo terkait capaian realisasi pendapatan daerah hingga 95,47 persen menjelang akhir tahun anggaran 2025 dinilai tidak sepenuhnya sejalan dengan data nasional yang dirilis Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Dalam keterangan kepada media, Edy Pratowo menyebut realisasi pendapatan Provinsi Kalteng per 22 Desember 2025 telah mencapai […]

  • Dibalik Pesan Notifikasi, KPK Usut Dugaan Korupsi Rp2 Triliun di BRI-Telkom

    Dibalik Pesan Notifikasi, KPK Usut Dugaan Korupsi Rp2 Triliun di BRI-Telkom

    • calendar_month Ming, 7 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 132
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta — Di era perbankan digital, notifikasi transaksi melalui SMS dan WhatsApp telah menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas jutaan nasabah. Setiap transfer, penarikan, hingga pembayaran tercatat dan dikirim dalam hitungan detik. Namun di balik layanan yang tampak sederhana itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini mencium dugaan penyimpangan bernilai fantastis yang melibatkan dua perusahaan […]

expand_less