Jumat, 30 Okt 2026
light_mode
Beranda » DPRD Kalteng » Tegas! Junaidi Sebut Antrean Panjang di SPBU Bukan Dampak Peralihan Pembelian Pertalite

Tegas! Junaidi Sebut Antrean Panjang di SPBU Bukan Dampak Peralihan Pembelian Pertalite

  • account_circle fe
  • calendar_month Rab, 16 Sep 2026
  • visibility 35
  • comment 0 komentar

PALANGKA RAYA, Dayaborneo – Antrean kendaraan yang mengular di sejumlah SPBU Palangka Raya bukan tanpa sebab. Wakil Ketua III DPRD Provinsi Kalteng Junaidi menuding akar masalahnya sederhana: pasokan BBM dari Pertamina belum memenuhi kebutuhan harian kota ini.

Junaidi membeberkan angka pasti kebutuhan BBM Palangka Raya, yakni 205 kiloliter (KL) per hari. Menurutnya, jika kuota sebesar itu benar-benar dipenuhi, antrean panjang yang bikin warga geram seharusnya tak perlu terulang.

“Kalau memang kebutuhan kita per hari 205 KL, wajib itu dipenuhi. Kalau masih terjadi antrean, selesai. Harapan kita, Pertamina harus kembali menyalurkan sesuai kuota kita,” tegas Junaidi, Rabu (16/9/2026).

Ironisnya, di tengah antrean yang mengular, muncul fenomena lain yang tak kalah bikin geleng kepala: pelangsir dadakan di pinggir jalan menjual BBM dengan harga selangit, tembus Rp18.000 per liter. Junaidi tak menampik ini sebagai konsekuensi logis dari kelangkaan barang.

“Memang hukum ekonomi, kalau barang langka, harga naik. Makanya, apabila terjadi lagi antrean mengular di seluruh SPBU, itu tandanya kuota untuk Kota Palangka Raya kurang salur dari Pertamina,” ujarnya.

Ditanya soal opsi pemerintah membatasi harga jual pelangsir, Junaidi mengakui hal itu memang bisa dilakukan lewat penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET). Namun ia mengingatkan, aturan di atas kertas tak selalu ampuh melawan hukum pasar di lapangan.

“Pemerintah memang harus bisa melakukan intervensi mengatur batas maksimal atau harga di tingkat eceran tertinggi. Memang bisa, cuma walaupun seperti itu, kadang-kadang di masyarakat tetap saja hukum pasar yang berlaku. Kalau barang langka, harga mahal,” katanya.

Junaidi pun melempar solusi konkret: jika antrean kembali terjadi tiga hari berturut-turut, penyaluran mesti digenjot melebihi kuota normal. Ia mencontohkan, penyaluran 300 KL selama tiga hari berpotensi menuntaskan antrean yang menumpuk.

Yang menarik, Junaidi buru-buru menepis tudingan bahwa antrean dipicu peralihan massal dari Pertalite ke BBM subsidi jenis lain. Baginya, akar masalah bukan soal jenis BBM yang diburu warga, melainkan murni soal cukup atau tidaknya pasokan yang digelontorkan.

“Pertalite ke apa, ke subsidi? Kalau memang barangnya cukup, tidak terjadi antrean. Tidak benar antrean mengular akibat masyarakat beralih dari Pertamax membeli Pertalite.” pungkas Junaidi, menutup analisisnya soal biang kerok antrean BBM di Palangka Raya. (fe)

  • Penulis: fe

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Neraca Perdagangan Tetap Surplus di Tengah Tekanan Global

    Neraca Perdagangan Tetap Surplus di Tengah Tekanan Global

    • calendar_month Sen, 4 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 95
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya — Kinerja perdagangan luar negeri Indonesia kembali menunjukkan sinyal optimistis. Nilai ekspor tercatat meningkat dan neraca perdagangan tetap mencetak surplus, memperlihatkan ketahanan ekonomi nasional di tengah situasi global yang belum sepenuhnya stabil. Dalam konferensi pers yang digelar di Ruang Vicon BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Palangka Raya, Senin (4/5/2026), Statistisi Ahli Madya Badan […]

  • Kartini di Era Layar: Ibu, Garda Terdepan Menjaga Karakter Anak

    Kartini di Era Layar: Ibu, Garda Terdepan Menjaga Karakter Anak

    • calendar_month Sel, 21 Apr 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Peringatan Hari Kartini setiap 21 April kembali menggugah satu pertanyaan mendasar: siapa yang paling menentukan arah karakter generasi muda di tengah derasnya arus digital? Jawabannya tetap sama sejak dulu—ibu. Bedanya, tantangan hari ini jauh lebih kompleks dan agresif. Di era global yang serba terhubung, anak-anak tidak lagi hanya belajar dari sekolah dan lingkungan sekitar. Gawai […]

  • Mengapa Sawit Tak Bisa Gantikan Hutan

    Mengapa Sawit Tak Bisa Gantikan Hutan

    • calendar_month Ming, 21 Des 2025
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 231
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Hamparan perkebunan kelapa sawit kerap dipersepsikan sebagai “hutan baru” karena tampilannya yang hijau dan luas. Namun para ahli lingkungan menegaskan, kehijauan visual tidak mencerminkan fungsi ekologis yang dimiliki oleh hutan alam. Perbedaan tersebut menjadi kunci penting memahami kenapa sawit bukan pengganti hutan, terutama dalam hal keanekaragaman hayati dan penyimpanan karbon. Hutan: Rumah Bagi Biodiversitas […]

  • Misi Dagang Kalteng–Jatim Perkuat Peluang Investasi Baru

    Misi Dagang Kalteng–Jatim Perkuat Peluang Investasi Baru

    • calendar_month Kam, 23 Apr 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 56
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangkaraya — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus mendorong penguatan kerja sama antardaerah melalui misi dagang dan investasi bersama Jawa Timur. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperluas jaringan konektivitas, memperkuat kolaborasi ekonomi, serta membuka peluang usaha baru yang saling menguntungkan bagi kedua provinsi. Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan […]

  • IGD Diduga Kewalahan, DPRD Kalteng Didesak Sidak RSUD Doris Sylvanus

    IGD Diduga Kewalahan, DPRD Kalteng Didesak Sidak RSUD Doris Sylvanus

    • calendar_month Rab, 15 Apr 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 206
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Sorotan tajam mengarah ke layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Doris Sylvanus. Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya Arif M. Norkim secara terbuka mendesak DPRD Provinsi Kalimantan Tengah untuk tidak tinggal diam dan segera turun melakukan inspeksi mendadak (sidak). Desakan itu bukan tanpa alasan. Arif menyebut kondisi IGD kerap dipenuhi […]

  • Gubernur Agustiar Sabran Ungkap Penyebab Warga Ramai-ramai Tinggalkan Pertamax

    Gubernur Agustiar Sabran Ungkap Penyebab Warga Ramai-ramai Tinggalkan Pertamax

    • calendar_month Sel, 15 Sep 2026
    • account_circle fe
    • visibility 32
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayanorneo – Kelangkaan BBM di sejumlah SPBU Kalimantan Tengah rupanya bukan tanpa sebab. Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menyebut selisih harga yang cukup jauh dengan Pertalite membuat masyarakat beramai-ramai beralih ke BBM bersubsidi tersebut. Agustiar mengatakan harga Pertamax saat ini mencapai kisaran Rp6 ribuan, jauh lebih mahal dibanding Pertalite. Kondisi itu, menurutnya, menjadi salah […]

expand_less