Neraca Perdagangan Tetap Surplus di Tengah Tekanan Global
- account_circle D'Borneo
- calendar_month Sen, 4 Mei 2026
- visibility 70
- comment 0 komentar

Dok. Statistisi Ahli Madya Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Tengah, Taufiqurrahman, menyampaikan Berita Resmi Statistik.
DAYABORNEO, Palangka Raya — Kinerja perdagangan luar negeri Indonesia kembali menunjukkan sinyal optimistis. Nilai ekspor tercatat meningkat dan neraca perdagangan tetap mencetak surplus, memperlihatkan ketahanan ekonomi nasional di tengah situasi global yang belum sepenuhnya stabil.
Dalam konferensi pers yang digelar di Ruang Vicon BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Palangka Raya, Senin (4/5/2026), Statistisi Ahli Madya Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Tengah, Taufiqurrahman, menegaskan bahwa capaian ini mencerminkan daya saing produk Indonesia yang masih mampu bertahan di pasar internasional.
“Surplus neraca perdagangan tetap terjaga. Ini menunjukkan bahwa ekspor kita masih memiliki kekuatan di tengah tekanan global,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sektor berbasis sumber daya alam masih menjadi tulang punggung ekspor nasional. Komoditas unggulan seperti hasil tambang dan perkebunan terus mendominasi kontribusi terhadap total ekspor. Namun demikian, sektor manufaktur juga mulai menunjukkan geliat positif dengan peningkatan permintaan dari sejumlah negara mitra dagang.
Di sisi lain, aktivitas impor mengalami peningkatan yang dinilai cukup sehat. Lonjakan impor didominasi oleh bahan baku dan barang modal, yang menjadi penopang utama aktivitas produksi dalam negeri.
“Impor yang meningkat justru menjadi indikasi bahwa sektor industri kita tetap bergerak. Ini sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi,” tambahnya.
Meski tren saat ini menunjukkan arah yang positif, BPS mengingatkan adanya sejumlah risiko eksternal yang perlu diantisipasi. Fluktuasi harga komoditas global, ketegangan geopolitik, hingga perlambatan ekonomi di beberapa negara mitra dagang berpotensi memengaruhi kinerja perdagangan ke depan.
Muhammad Taufiqqurahman menekankan pentingnya strategi jangka panjang, terutama dalam memperluas pasar ekspor dan mendorong diversifikasi produk agar tidak bergantung pada komoditas tertentu.
“Penguatan struktur ekspor menjadi kunci agar kinerja perdagangan kita tetap berkelanjutan,” tegasnya.
Dengan tren surplus yang terus terjaga, perdagangan luar negeri Indonesia dinilai masih menjadi salah satu penopang utama stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. (red-fe)
- Penulis: D'Borneo

Saat ini belum ada komentar