Bagi Hasil PAD Masih Jadi Sorotan dalam Pembahasan KUA-PPAS 2027
- account_circle fe
- calendar_month Sel, 4 Agu 2026
- visibility 59
- comment 0 komentar

PALANGKA RAYA, Dayaborneo – Mekanisme opsi pembagian pendapatan asli daerah (PAD) menjadi salah satu poin yang mendapat perhatian khusus dalam rapat pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2027 antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Kalimantan Tengah dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Senin (3/8/2026).
Wakil Ketua II DPRD Kalteng, Muhammad Ansyari, mengatakan pembahasan saat ini masih mendalami sumber-sumber PAD secara rinci, mulai dari pajak kendaraan bermotor, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB), hingga Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB).
“Kan itu ada mekanisme opsi pembagian terhadap daerah. Dan juga dasar penentuannya juga kita masih membahas bersama TAPD,” jelasnya.
Ia menegaskan, pembahasan yang berlangsung bukan berarti menemui jalan buntu, melainkan masih dalam proses pendalaman bersama untuk memastikan setiap angka memiliki dasar yang kuat.
Banggar dan TAPD, kata Ansyari, tengah menelaah apakah proyeksi pendapatan daerah masih realistis mengingat kondisi ekonomi global turut memengaruhi pertumbuhan ekonomi dan berimbas pada rancangan anggaran 2027.
Terkait sejauh mana kesepakatan telah dicapai, Ansyari menegaskan, hasil akhir pembahasan akan sangat bergantung pada kecocokan antara usulan TAPD dan pandangan Banggar.
“Jika memang ini sesuai saja dengan apa yang diajukan oleh TAPD, kita tidak ada masalah,” ujarnya.
Ansyari memastikan pembahasan KUA-PPAS 2027 tidak akan berlarut-larut dan bakal tuntas meski TAPD masih menyelesaikan sejumlah kajian. Ia menyebut proses ini menyangkut kepentingan masyarakat sehingga perlu diselesaikan secepat mungkin.
“Intinya kita berupaya ini bisa diselesaikan dengan melihat kondisi dan asumsinya. Kita harapkan kenaikan pun wajar,” tegasnya, mengakhiri keterangannya usai rapat bersama TAPD di ruang Banggar DPRD Kalteng. (red-fe)
- Penulis: fe

Saat ini belum ada komentar