Karhutla Terus Meluas, Kalteng Resmi Berstatus Tanggap Darurat Selama Sebulan Penuh!
- account_circle fe
- calendar_month Sel, 1 Sep 2026
- visibility 15
- comment 0 komentar

Wagub Kalteng Edy Pratowo saat membacakan sambutan
PALANGKA RAYA, Dayaborneo — Kondisi udara yang kian memburuk akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memaksa Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengambil langkah tegas. Status tanggap darurat karhutla resmi ditetapkan berlaku sejak 31 Agustus hingga 29 September 2026, sebagaimana disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Kalteng, Selasa (1/9/2026).
Sambutan Gubernur Kalteng Agustiar Sabran yang dibacakan Wakil Gubernur Edy Pratowo menegaskan, keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan dampak luas karhutla terhadap kualitas udara, jarak pandang, kesehatan, hingga aktivitas transportasi masyarakat.
“Terhitung mulai tanggal 31 Agustus 2026, kami telah menetapkan status tanggap darurat Provinsi Kalimantan Tengah sampai dengan tanggal 29 September 2026,” ujar Edy Pratowo.
Untuk memperkuat penanganan di lapangan, pemerintah provinsi telah mengaktifkan Posko Induk serta menggerakkan operasi gabungan yang melibatkan ASN, TNI, Polri, masyarakat, dan berbagai instansi terkait.
Tak berhenti di situ, sejumlah langkah mitigasi juga disiapkan bagi warga terdampak, mulai dari pembagian masker dan vitamin, penyediaan ruang oksigen, hingga layanan pengobatan gratis di beberapa titik.
“Penyediaan ruang oksigen ini sangat penting. Salah satunya berada di Basement Budaya, yang disiapkan dengan fasilitas dan pengobatan gratis bagi masyarakat yang mengalami kesulitan dalam situasi karhutla ini,” jelas Edy.
Selain layanan kesehatan, pemerintah turut menyalurkan bantuan pangan sebagai bagian dari upaya meringankan beban masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan dasar tetap terpenuhi di tengah bencana asap.
Edy Pratowo berharap seluruh pemangku kepentingan dapat mempererat koordinasi dan kolaborasi dalam penanganan karhutla ke depan. Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap bergandengan tangan mengawal jalannya pembangunan daerah meski di tengah situasi darurat.
“Kami berharap seluruh masyarakat bisa sama-sama mengawal proses pembangunan yang ada di Kalimantan Tengah,” pungkasnya. (fe)
- Penulis: fe

Saat ini belum ada komentar