Minggu, 1 Nov 2026
light_mode
Beranda » Artikel » Hari Kebangkitan Nasional dan Perjuangan Menjaga Identitas Budaya Dayak

Hari Kebangkitan Nasional dan Perjuangan Menjaga Identitas Budaya Dayak

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Rab, 20 Mei 2026
  • visibility 96
  • comment 0 komentar

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional bukan lagi sekadar mengenang perjuangan melawan penjajahan di masa lalu. Di era modern saat ini, kebangkitan bangsa juga dimaknai sebagai perjuangan menjaga identitas budaya di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital.

Di Kalimantan Tengah, semangat kebangkitan itu hidup melalui upaya masyarakat Dayak mempertahankan warisan budaya leluhur agar tidak hilang ditelan zaman. Modernisasi membawa banyak perubahan dalam kehidupan masyarakat, mulai dari pola pikir, gaya hidup, hingga cara generasi muda berinteraksi dengan budaya mereka sendiri.

Perkembangan teknologi dan budaya populer global perlahan mulai menggeser perhatian sebagian generasi muda dari akar tradisi lokal. Bahasa daerah mulai jarang digunakan di perkotaan, kesenian tradisional mulai bersaing dengan hiburan modern, sementara nilai-nilai budaya perlahan menghadapi tantangan besar untuk tetap relevan di tengah perubahan zaman.

Namun di tengah tantangan itu, Kalimantan Tengah terus menunjukkan komitmennya menjaga identitas budaya Dayak melalui berbagai kegiatan pelestarian budaya. Salah satu yang paling menonjol ialah pelaksanaan Festival Budaya Isen Mulang (FBIM), agenda budaya tahunan yang rutin digelar Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam rangka memperingati Hari Jadi Provinsi.

FBIM bukan sekadar festival hiburan, tetapi telah menjadi simbol kebangkitan budaya masyarakat Dayak di era modern. Festival tersebut menjadi ruang besar memperkenalkan budaya, kearifan lokal, seni tradisi, hingga produk unggulan daerah kepada masyarakat nasional maupun dunia internasional.

Setiap tahun, ribuan masyarakat memadati arena festival untuk menyaksikan berbagai pertunjukan budaya khas Dayak. Mulai dari tari tradisional, karungut, olahraga tradisional, permainan rakyat, ritual adat, hingga pameran kerajinan lokal ditampilkan oleh seluruh kabupaten dan kota se-Kalimantan Tengah.

Filosofi “Isen Mulang” yang berarti pantang menyerah menjadi semangat masyarakat Dayak menjaga budaya mereka di tengah perubahan zaman. Nilai itu sejalan dengan semangat Hari Kebangkitan Nasional yang menekankan pentingnya persatuan, identitas, dan kebangkitan bangsa menghadapi tantangan baru.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata terus mendorong pelestarian budaya melalui pembinaan sanggar seni, pengembangan desa wisata, promosi budaya lokal, hingga pemberdayaan ekonomi kreatif berbasis budaya Dayak.

Selain menjaga warisan budaya, FBIM juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Festival tersebut membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk mempromosikan produk khas Kalimantan Tengah seperti batik Benang Bintik, anyaman rotan, kerajinan tangan Dayak, hingga kuliner tradisional.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif terus menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, pelestarian budaya tidak hanya berkaitan dengan menjaga tradisi masa lalu, tetapi juga menjadi bagian penting pembangunan ekonomi masa depan.

Di era digital, perjuangan menjaga budaya juga memasuki ruang baru. Generasi muda Dayak mulai memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan tarian tradisional, musik daerah, cerita rakyat, hingga filosofi Huma Betang kepada masyarakat luas.

Huma Betang sendiri merupakan falsafah hidup masyarakat Dayak yang mengajarkan kebersamaan, toleransi, persatuan, dan hidup berdampingan dalam keberagaman. Nilai itu justru semakin relevan di tengah kehidupan modern yang penuh tantangan sosial dan derasnya arus informasi digital.

Hari Kebangkitan Nasional akhirnya menjadi momentum refleksi bahwa perjuangan bangsa hari ini tidak lagi mengangkat senjata, melainkan menjaga identitas dan jati diri bangsa agar tetap berdiri kokoh di tengah modernisasi dunia.

Dari jantung Borneo, masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah menunjukkan bahwa budaya lokal tidak boleh hanya menjadi simbol masa lalu. Budaya harus hidup, berkembang, dan mampu bersaing di panggung dunia tanpa kehilangan akar identitasnya.

Sebab bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang maju teknologinya, tetapi bangsa yang mampu menjaga budaya dan warisan leluhurnya di tengah perubahan zaman. (red)

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PT GAP Kini Ditetapkan Tersangka Karhutla di Kotim, 901,4 Hektar Dilaporkan Terbakar

    PT GAP Kini Ditetapkan Tersangka Karhutla di Kotim, 901,4 Hektar Dilaporkan Terbakar

    • calendar_month 5 jam yang lalu
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 12
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah kembali menyeret korporasi ke dalam proses hukum. Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan menetapkan PT GAP sebagai tersangka korporasi dalam perkara dugaan tindak pidana kehutanan terkait kebakaran di kawasan Hutan Produksi, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur. Luas areal yang terbakar dalam perkara […]

  • Gubernur Agustiar Bantah APBD Kalteng Defisit Rp149 Miliar: "Kami Punya Hitungannya"

    Gubernur Agustiar Bantah APBD Kalteng Defisit Rp149 Miliar: “Kami Punya Hitungannya”

    • calendar_month Sab, 25 Jul 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 159
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Polemik mengenai kondisi keuangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah kembali menghangat. Setelah DPRD Kalteng mengungkap adanya defisit APBD Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp149,53 miliar dalam rapat paripurna pertanggungjawaban APBD, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran langsung membantah anggapan tersebut. Menurut Agustiar, angka yang disampaikan DPRD tidak bisa serta-merta dimaknai sebagai kondisi keuangan daerah […]

  • PODSI Kalteng Pasang Target Besar, Tradisi Emas Dayung Ingin Dikembalikan

    PODSI Kalteng Pasang Target Besar, Tradisi Emas Dayung Ingin Dikembalikan

    • calendar_month Ming, 30 Agu 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 58
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo – Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kalimantan Tengah mulai menata ulang kekuatan. Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) PODSI Kalteng menjadi momentum bagi kepengurusan baru untuk membenahi organisasi sekaligus menyusun strategi agar prestasi dayung kembali berbicara di tingkat nasional. Ketua Pengprov PODSI Kalteng periode 2026-2030, Prof. Juni Gultom, menilai pembenahan harus dimulai dari […]

  • Gubernur Agustiar: FBIM 2026 Tegaskan Budaya Dayak Bukan Pajangan

    Gubernur Agustiar: FBIM 2026 Tegaskan Budaya Dayak Bukan Pajangan

    • calendar_month Ming, 17 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 253
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya — Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2026 resmi dibuka dengan gegap gempita di Kota Palangka Raya, Minggu (17/5/2026). Dalam acara itu, Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran tampil langsung membuka pesta budaya terbesar masyarakat Dayak itu bersama Ketua TP-PKK Aisyah Thisia Agustiar Sabran. Ribuan warga memadati arena festival saat parade budaya dari […]

  • Kalteng Diselimuti Asap, DPR RI Syauqie Desak Pemerintah Jangan Tunggu Korban Berjatuhan

    Kalteng Diselimuti Asap, DPR RI Syauqie Desak Pemerintah Jangan Tunggu Korban Berjatuhan

    • calendar_month Sab, 20 Jun 2026
    • account_circle fe
    • visibility 81
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menekan Kalimantan Tengah. Asap tebal yang menyelimuti sejumlah wilayah mulai mengganggu aktivitas masyarakat dan memunculkan kekhawatiran terhadap kesehatan. Situasi tersebut mendorong Anggota Fraksi PAN DPR RI dari daerah pemilihan Kalimantan Tengah, Muhammad Syauqie, meminta pemerintah bergerak lebih serius. Menurutnya, penanganan karhutla tidak boleh berhenti pada […]

  • BNNP Kalteng Perkuat Perang Melawan Narkoba

    BNNP Kalteng Perkuat Perang Melawan Narkoba

    • calendar_month Kam, 20 Agu 2026
    • account_circle fe
    • visibility 72
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo – Perang terhadap narkoba di Kalimantan Tengah tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum. BNN Provinsi Kalimantan Tengah mendorong keterlibatan pemerintah, masyarakat hingga generasi muda untuk memperkuat gerakan pencegahan dan pemberantasan narkotika. Pesan tersebut mengemuka dalam rangkaian kegiatan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalteng yang digelar di Palangka Raya, Kamis (20/8/2026). Kegiatan […]

expand_less