Malam Bakat Jagau Nyai Kalteng 2026 Bergema, Duta Budaya Harus Jadi Wajah Pariwisata Daerah
- account_circle D'Borneo
- calendar_month Sel, 19 Mei 2026
- visibility 23
- comment 0 komentar

Dok. Penampilan dari salah satu peserta Malam Bakat Jagau Nyai Kalteng 2026.
DAYABORNEO, Palangka Raya – Suasana GOR Indoor Serbaguna Palangka Raya dipenuhi semangat budaya dan kreativitas generasi muda saat Malam Unjuk Bakat Jagau Nyai Kalimantan Tengah Tahun 2026 digelar, Senin (18/5/2026) malam.
Ajang yang menjadi bagian dari Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2026 itu menghadirkan penampilan para finalis dari seluruh daerah di Kalimantan Tengah.
Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Linae Victoria Aden, hadir menyaksikan langsung jalannya acara sekaligus memberikan dukungan kepada para peserta yang disebutnya sebagai wajah masa depan budaya dan pariwisata daerah.
Sebanyak 13 pasangan perwakilan dari 12 kabupaten dan satu kota tampil membawakan kemampuan terbaik mereka melalui seni pertunjukan, budaya lokal, hingga inovasi kreatif yang mengangkat identitas daerah.
Linae menegaskan, pemilihan Jagau dan Nyai tidak boleh berhenti pada seremoni tahunan atau kompetisi panggung semata. Menurutnya, para finalis harus mampu mengambil peran lebih luas sebagai penggerak promosi budaya dan pariwisata Kalimantan Tengah.
“Jagau dan Nyai harus menjadi representasi anak muda yang mencintai budaya, mampu berkomunikasi dengan masyarakat, dan aktif memperkenalkan potensi daerah,” katanya.
Ia menilai sektor pariwisata memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah karena mampu mendorong ekonomi kreatif, membuka ruang usaha baru, hingga memperkuat identitas lokal.
Karena itu, keberadaan Jagau dan Nyai dinilai penting untuk menjembatani pelestarian budaya dengan perkembangan zaman.
“Budaya harus tetap hidup di tangan generasi muda. Mereka yang nanti akan membawa cerita Kalimantan Tengah ke panggung yang lebih luas,” ujarnya.
Pemilihan Jagau Nyai Kalteng 2026 merupakan salah satu agenda unggulan dalam FBIM yang berlangsung pada 17–23 Mei 2026.
Puncak Grand Final dijadwalkan berlangsung Selasa (19/5/2026) malam dan diperkirakan menjadi salah satu agenda paling menyita perhatian publik selama perayaan budaya terbesar di Kalimantan Tengah tersebut.
- Penulis: D'Borneo

Saat ini belum ada komentar