BNNP Kalteng Perkuat Perang Melawan Narkoba
- account_circle fe
- calendar_month Kam, 20 Agu 2026
- visibility 54
- comment 0 komentar

Foto bersama usai penandatanganan Bast Hibah
PALANGKA RAYA, Dayaborneo – Perang terhadap narkoba di Kalimantan Tengah tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum. BNN Provinsi Kalimantan Tengah mendorong keterlibatan pemerintah, masyarakat hingga generasi muda untuk memperkuat gerakan pencegahan dan pemberantasan narkotika.
Pesan tersebut mengemuka dalam rangkaian kegiatan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalteng yang digelar di Palangka Raya, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan tersebut diisi dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) hibah, pemberian penghargaan P4GN serta kuliah umum yang melibatkan sekitar 1.000 mahasiswa.
Kepala BNNP Kalteng Brigjen Pol Mada Roostanto mengatakan, kegiatan itu menjadi bagian dari upaya membangun kekuatan bersama menghadapi ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
Menurut Mada, persoalan narkoba memiliki dampak luas sehingga penanganannya membutuhkan kolaborasi banyak pihak.
“Yang penting kita bersatu, bersinergi dan bekerja sama untuk melangkah menuju kehidupan yang lebih baik,” ujar Mada.
Dalam kesempatan tersebut, BNNP Kalteng juga menandatangani BAST hibah untuk mendukung penguatan sarana dan prasarana pelaksanaan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
BNNP Kalteng turut memberikan penghargaan kepada Gubernur Kalteng Agustiar Sabran dan sejumlah kepala daerah. Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dukungan terhadap pelaksanaan program P4GN di daerah.
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh bersikap pasif menghadapi ancaman narkoba.
Menurutnya, kekuatan utama dalam memutus ancaman narkotika adalah kebersamaan dan kepedulian seluruh elemen masyarakat, terutama dalam melindungi generasi muda.
“Kita harus bergerak dengan tangan saling membantu. Yang penting kita bersatu dan bekerja sama,” kata Agustiar.
Sementara itu, kuliah umum yang diikuti sekitar 1.000 mahasiswa menjadi bagian penting dari kegiatan tersebut. Generasi muda diberikan pemahaman mengenai bahaya narkoba sekaligus didorong agar ikut menjadi bagian dari gerakan antinarkoba.
BNNP Kalteng menilai keterlibatan mahasiswa dan generasi muda menjadi penting karena mereka bukan hanya kelompok yang harus dilindungi, tetapi juga dapat menjadi kekuatan dalam mencegah penyalahgunaan narkotika di lingkungan masyarakat.
Melalui sinergi lintas sektor tersebut, BNNP Kalteng berharap program P4GN tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi terus berjalan secara berkelanjutan untuk mempersempit ruang peredaran narkoba di Kalimantan Tengah. (fe)
- Penulis: fe

Saat ini belum ada komentar