PODSI Kalteng Pasang Target Besar, Tradisi Emas Dayung Ingin Dikembalikan
- account_circle D'Borneo
- calendar_month Ming, 30 Agu 2026
- visibility 37
- comment 0 komentar

Dok. Sekretaris Jenderal PB PODSI, Edy Suyono saat memberikan sambutan.
PALANGKA RAYA, Dayaborneo – Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kalimantan Tengah mulai menata ulang kekuatan. Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) PODSI Kalteng menjadi momentum bagi kepengurusan baru untuk membenahi organisasi sekaligus menyusun strategi agar prestasi dayung kembali berbicara di tingkat nasional.
Ketua Pengprov PODSI Kalteng periode 2026-2030, Prof. Juni Gultom, menilai pembenahan harus dimulai dari sistem organisasi. Menurutnya, kemampuan atlet saja tidak cukup untuk melahirkan prestasi jika tidak ditopang tata kelola yang profesional.
“Prestasi emas lahir dari sistem yang sehat,” tegas Juni, Minggu (30/8/2026).
Ia mengatakan kepengurusan baru akan memperkuat pembinaan atlet secara berjenjang, meningkatkan kualitas pelatih dan kompetisi, serta membangun koordinasi dengan pemerintah, komunitas, dunia usaha dan masyarakat.
Juni juga meminta Pengurus Cabang (Pengcab) PODSI di kabupaten dan kota tidak menjalankan pembinaan secara musiman. Pembinaan harus berlangsung sepanjang tahun sehingga proses pencarian dan pengembangan atlet dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Sekretaris Jenderal PB PODSI, Edy Suyono, mengingatkan jajaran PODSI Kalteng agar tidak lagi terjebak dalam persoalan masa lalu. Ia melihat daerah ini masih memiliki potensi besar untuk kembali menjadi kekuatan dayung nasional.
“Kita lupakan hal-hal lama. Kalteng memiliki potensi luar biasa, tinggal bagaimana potensi tersebut dibina secara serius dan berkelanjutan,” kata Edy.
Menurut Edy, talent scouting juga harus diperkuat untuk menemukan atlet potensial pada nomor rowing, canoeing dan dragon boat. Sistem pembinaan yang konsisten dinilai menjadi kunci agar atlet tidak muncul secara instan menjelang pertandingan.
Menghadapi Porprov 2026 di Kotawaringin Barat, Juni meminta seluruh Pengcab mempersiapkan atlet melalui proses seleksi yang ketat, jujur dan objektif.
Langkah tersebut tidak berhenti pada target Porprov. PODSI Kalteng juga membidik kualifikasi PON 2028 dengan harapan mampu mengirim lebih banyak atlet sekaligus menghidupkan kembali tradisi medali emas dayung Kalteng. (fe)
- Penulis: D'Borneo
- Editor: fe

Saat ini belum ada komentar