Gubernur Agustiar Rombak Pejabat Pemprov: Stop Kerja Seremonial
- account_circle D'Borneo
- calendar_month Sel, 26 Mei 2026
- visibility 27
- comment 0 komentar

Dok. Pelantikan Pejabat Tinggi Pratama di Istana Isen Mulang.
DAYABORNEO, Palangka Raya — Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran kembali mengguncang struktur birokrasi Pemerintah Provinsi Kalteng. Enam pejabat tinggi pratama resmi dilantik di Istana Isen Mulang, Selasa (26/5/2026), dengan pesan keras: jabatan bukan tempat nyaman, tetapi medan pengabdian untuk rakyat.
Pelantikan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Nomor 100.3.3.1/153/2026 tentang Pelantikan Pejabat Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026.
Enam pejabat yang dilantik yakni Eko Sulistiono sebagai Inspektur Daerah, M. Reza Prabowo sebagai Kepala Dinas Pendidikan, Agus Candra sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Rangga Lesmana sebagai Kepala Biro Umum Setda, Betri Susilawati sebagai Kepala Biro Organisasi Setda, serta Rus’ansyah sebagai Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Kalteng.
Di hadapan pejabat dan unsur Forkopimda, Agustiar menegaskan dirinya tidak membutuhkan pejabat yang hanya pandai berbicara tanpa hasil nyata di lapangan. Ia meminta seluruh pejabat segera membuktikan kapasitas dan loyalitas melalui kerja konkret yang dirasakan masyarakat.
“Jabatan ini bukan hadiah. Ini amanah besar. Saya minta dijawab dengan kerja nyata, bukan sekadar rutinitas dan laporan di atas meja,” tegas Agustiar.
Ia juga mengingatkan bahwa tantangan pembangunan Kalimantan Tengah ke depan semakin berat, mulai dari pendidikan, ketahanan pangan, pelayanan publik, hingga pemerataan pembangunan wilayah pedalaman. Karena itu, birokrasi dituntut bergerak cepat dan tidak terjebak pola kerja lama.
Menurut Agustiar, seluruh program perangkat daerah wajib sejalan dengan agenda nasional serta visi pembangunan Kalteng, termasuk mendukung program unggulan Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS).
“Setiap rupiah anggaran harus jelas manfaatnya untuk rakyat. Jangan ada program yang hanya habis di administrasi tanpa dampak nyata,” ujarnya.
Pelantikan ini dinilai menjadi sinyal kuat dimulainya konsolidasi pemerintahan Agustiar Sabran untuk mempercepat reformasi birokrasi dan memastikan mesin pemerintahan bekerja lebih agresif, efektif, dan berpihak pada masyarakat Kalimantan Tengah. (red-fe)
- Penulis: D'Borneo

Saat ini belum ada komentar