Sabtu, 31 Okt 2026
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Sawit Kalteng Harus Jadi Kekuatan Strategis di Tengah “Perang Energi”

Sawit Kalteng Harus Jadi Kekuatan Strategis di Tengah “Perang Energi”

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Jum, 24 Apr 2026
  • visibility 228
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Jakarta – Anggota MPR RI/DPD RI dari Kalimantan Tengah, Agustin Teras Narang, menegaskan bahwa komoditas sawit harus menjadi kekuatan strategis daerah di tengah dinamika global yang kian mengarah pada “perang energi”.

Mengacu data Badan Pusat Statistik, luas perkebunan sawit di Kalteng mencapai sekitar 2,16 juta hektare. Angka ini menempatkan Kalteng sebagai salah satu wilayah kunci dalam rantai pasok energi berbasis nabati nasional, terutama dalam pengembangan biodiesel.

Teras menilai, besarnya potensi tersebut belum sepenuhnya dioptimalkan untuk kesejahteraan masyarakat. Ia mendorong pemerintah daerah menyusun desain kebijakan yang lebih strategis dan terukur.

“Kita harus memastikan sawit tidak hanya menjadi komoditas ekspor, tetapi juga memberi nilai tambah nyata bagi rakyat,” tegas Teras, dikutip dari unggahan media sosial Facebook nya, Jumat (24/4/2026).

Secara global, ketegangan geopolitik dan fluktuasi harga energi mendorong banyak negara beralih ke energi alternatif, termasuk biofuel. Indonesia sebagai produsen sawit terbesar memiliki peluang besar, namun juga menghadapi tantangan distribusi manfaat di tingkat daerah.

Teras menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor—mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga akademisi—untuk merumuskan kebijakan yang adil. Ia juga menyinggung persoalan klasik seperti kewajiban plasma perusahaan yang dinilai belum sepenuhnya berjalan optimal.

“Plasma harus kembali pada tujuan awalnya, yaitu menghadirkan keadilan bagi masyarakat sekitar perkebunan,” ujarnya.

Selain itu, ia mendorong penguatan forum kerja sama antarprovinsi penghasil sawit di Kalimantan guna memperkuat posisi tawar daerah terhadap pemerintah pusat.

Analisis menunjukkan, tanpa hilirisasi dan penguatan tata kelola, potensi sawit Kalteng berisiko hanya menjadi sumber bahan mentah. Padahal, dengan strategi yang tepat, sektor ini dapat menjadi motor pertumbuhan ekonomi sekaligus sumber kesejahteraan masyarakat.

Teras menutup pesannya dengan ajakan tegas: momentum harus dimanfaatkan sekarang. “Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?” (red-fe)

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hardiknas 2026: Saat Dunia Pendidikan Berubah Cepat, Kalteng Menjawab dengan Mimpi Satu Rumah Satu Sarjana

    Hardiknas 2026: Saat Dunia Pendidikan Berubah Cepat, Kalteng Menjawab dengan Mimpi Satu Rumah Satu Sarjana

    • calendar_month Sab, 2 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 hadir di tengah perubahan besar dunia pendidikan. Revolusi digital, perkembangan kecerdasan buatan, hingga perubahan kebutuhan dunia kerja menuntut sistem pendidikan bergerak lebih cepat, adaptif, dan merata. Sekolah hari ini tidak lagi cukup hanya mengajarkan membaca, menulis, dan berhitung. Pendidikan kini dituntut melahirkan generasi yang kritis, kreatif, melek teknologi, sekaligus memiliki […]

  • Gibran Kukuhkan 76 Paskibraka Nasional 2026

    Gibran Kukuhkan 76 Paskibraka Nasional 2026

    • calendar_month Sab, 15 Agu 2026
    • account_circle fe
    • visibility 92
    • 0Komentar

    JAKARTA, Dayaborneo — Detik-detik menuju peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia semakin dekat. Sebanyak 76 pelajar terbaik dari 38 provinsi kini resmi mengemban amanah sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Pusat Tahun 2026. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengukuhkan para anggota Paskibraka tersebut dalam upacara yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Sabtu (15/8/2026). Pengukuhan […]

  • Kadisdik Reza Prabowo Dorong Juara O2SN Buktikan Diri di Tingkat Nasional

    Kadisdik Reza Prabowo Dorong Juara O2SN Buktikan Diri di Tingkat Nasional

    • calendar_month Sab, 18 Jul 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 38
    • 0Komentar

    DAYANORNEO, Palangka Raya – Prestasi di tingkat provinsi bukan garis akhir. Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah mengingatkan para juara Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) 2026 agar tidak terlena dengan kemenangan, tetapi segera mempersiapkan diri menghadapi persaingan yang jauh lebih berat di tingkat nasional. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, M. Reza Prabowo, menegaskan kualitas atlet pelajar […]

  • Presiden Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Desa Didorong Jadi Basis Baru Ekonomi Nasional

    Presiden Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Desa Didorong Jadi Basis Baru Ekonomi Nasional

    • calendar_month Sen, 18 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 119
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jawa Tengah – Pemerintah mulai mempercepat transformasi ekonomi desa melalui pengoperasian 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang diresmikan langsung Presiden Prabowo Subianto di Desa Nglawak, Sabtu (16/5/2026). Peresmian tersebut menandai dimulainya aktivitas koperasi secara serentak di dua provinsi, yakni Jawa Timur dan Jawa Tengah. Dari total jumlah yang dioperasikan, sebanyak 530 koperasi berada […]

  • Ketika Kritik Mahasiswa Dibalas Narasi Jasa Pemerintah dan “Beradab”

    Ketika Kritik Mahasiswa Dibalas Narasi Jasa Pemerintah dan “Beradab”

    • calendar_month Rab, 21 Okt 2026
    • account_circle fe
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Ada sesuatu yang patut menjadi perhatian publik setelah demonstrasi mahasiswa di Kantor Gubernur Kalimantan Tengah. Ketika mahasiswa menyuarakan tuntutan mengenai kebakaran hutan dan lahan (karhutla), percakapan di media sosial justru berkembang ke arah lain: tentang jasa pemerintah, penghormatan terhadap gubernur, harga diri seorang pemimpin, dan makna kata “beradab”. Pergeseran ini menimbulkan pertanyaan mendasar: apakah publik […]

  • Mentan Ancam Periksa Ratusan Perusahaan Sawit, Harga TBS Petani Diduga Masih Ditekan DAYABORNEO, Jakarta — Pemerintah mulai menunjukkan sikap tegas terhadap perusahaan-perusahaan sawit yang dinilai belum memberikan harga yang adil kepada petani. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengultimatum sekitar 270 hingga 300 perusahaan kelapa sawit yang diduga masih membeli Tandan Buah Segar (TBS) di bawah harga yang seharusnya, meski harga minyak sawit mentah (CPO) dunia sedang menguat. Langkah tersebut diambil setelah pemerintah menemukan ketidaksesuaian antara tren kenaikan harga komoditas global dengan harga yang diterima petani di sejumlah daerah sentra sawit. Bersama Satgas Pangan Polri, Kementerian Pertanian kini menyiapkan pemeriksaan terhadap perusahaan-perusahaan yang belum mengikuti ketetapan harga yang telah ditetapkan pemerintah daerah. «“Kalau harga CPO dunia naik dan nilai tukar dolar juga menguat, tidak ada alasan harga TBS petani justru turun,” tegas Mentan Andi Amran Sulaiman dalam rapat koordinasi nasional yang membahas stabilisasi harga sawit.» Data Kementerian Pertanian menunjukkan harga CPO global mengalami kenaikan sekitar 47 persen. Pada saat yang sama, nilai tukar dolar AS terhadap rupiah meningkat lebih dari 10 persen. Namun di lapangan, harga TBS yang diterima petani di sejumlah wilayah justru sempat merosot hingga sekitar 17 persen. Kondisi tersebut memicu perhatian serius pemerintah karena menyangkut kehidupan jutaan keluarga petani sawit di Indonesia. Sedikitnya 15 juta petani dan pekerja sektor sawit bergantung pada stabilitas harga komoditas tersebut. Amran mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap persoalan ini dan meminta pemerintah memastikan petani memperoleh haknya secara adil. Hasil evaluasi sementara menunjukkan sekitar 70 persen harga TBS di berbagai daerah telah mengalami pemulihan. Namun pemerintah menilai masih ada perusahaan yang belum menyesuaikan harga sesuai ketentuan. «“Data perusahaan yang belum patuh akan kami serahkan kepada aparat untuk ditindaklanjuti,” kata Amran.» Pemerintah menegaskan penertiban ini bukan untuk menghambat dunia usaha, melainkan menciptakan tata niaga sawit yang lebih sehat. Dengan harga yang adil di tingkat petani, Indonesia diyakini dapat memperkuat posisi sebagai produsen sawit terbesar dunia sekaligus mempercepat agenda hilirisasi dan pengembangan bioenergi nasional.

    Mentan Ancam Periksa Ratusan Perusahaan Sawit, Harga TBS Petani Harus Naik

    • calendar_month Sen, 8 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 110
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta — Pemerintah mulai menunjukkan sikap tegas terhadap perusahaan-perusahaan sawit yang dinilai belum memberikan harga yang adil kepada petani. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengultimatum sekitar 270 hingga 300 perusahaan kelapa sawit yang diduga masih membeli Tandan Buah Segar (TBS) di bawah harga yang seharusnya, meski harga minyak sawit mentah (CPO) dunia sedang menguat. […]

expand_less