Selasa, 28 Jul 2026
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Sawit Kalteng Harus Jadi Kekuatan Strategis di Tengah “Perang Energi”

Sawit Kalteng Harus Jadi Kekuatan Strategis di Tengah “Perang Energi”

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Jum, 24 Apr 2026
  • visibility 196
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Jakarta – Anggota MPR RI/DPD RI dari Kalimantan Tengah, Agustin Teras Narang, menegaskan bahwa komoditas sawit harus menjadi kekuatan strategis daerah di tengah dinamika global yang kian mengarah pada “perang energi”.

Mengacu data Badan Pusat Statistik, luas perkebunan sawit di Kalteng mencapai sekitar 2,16 juta hektare. Angka ini menempatkan Kalteng sebagai salah satu wilayah kunci dalam rantai pasok energi berbasis nabati nasional, terutama dalam pengembangan biodiesel.

Teras menilai, besarnya potensi tersebut belum sepenuhnya dioptimalkan untuk kesejahteraan masyarakat. Ia mendorong pemerintah daerah menyusun desain kebijakan yang lebih strategis dan terukur.

“Kita harus memastikan sawit tidak hanya menjadi komoditas ekspor, tetapi juga memberi nilai tambah nyata bagi rakyat,” tegas Teras, dikutip dari unggahan media sosial Facebook nya, Jumat (24/4/2026).

Secara global, ketegangan geopolitik dan fluktuasi harga energi mendorong banyak negara beralih ke energi alternatif, termasuk biofuel. Indonesia sebagai produsen sawit terbesar memiliki peluang besar, namun juga menghadapi tantangan distribusi manfaat di tingkat daerah.

Teras menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor—mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga akademisi—untuk merumuskan kebijakan yang adil. Ia juga menyinggung persoalan klasik seperti kewajiban plasma perusahaan yang dinilai belum sepenuhnya berjalan optimal.

“Plasma harus kembali pada tujuan awalnya, yaitu menghadirkan keadilan bagi masyarakat sekitar perkebunan,” ujarnya.

Selain itu, ia mendorong penguatan forum kerja sama antarprovinsi penghasil sawit di Kalimantan guna memperkuat posisi tawar daerah terhadap pemerintah pusat.

Analisis menunjukkan, tanpa hilirisasi dan penguatan tata kelola, potensi sawit Kalteng berisiko hanya menjadi sumber bahan mentah. Padahal, dengan strategi yang tepat, sektor ini dapat menjadi motor pertumbuhan ekonomi sekaligus sumber kesejahteraan masyarakat.

Teras menutup pesannya dengan ajakan tegas: momentum harus dimanfaatkan sekarang. “Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?” (red-fe)

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Apa yang Ditemukan Inspektorat? Hasil Pemeriksaan Marka Biru Sudah Diserahkan ke Gubernur

    Apa yang Ditemukan Inspektorat? Hasil Pemeriksaan Marka Biru Sudah Diserahkan ke Gubernur

    • calendar_month Rab, 3 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 51
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Misteri di balik polemik marka jalan berwarna biru yang viral di Kota Palangka Raya mulai menemukan titik terang. Inspektorat Provinsi Kalimantan Tengah memastikan seluruh proses pemeriksaan terhadap proyek yang menuai kritik publik itu telah rampung dan hasilnya sudah berada di tangan Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran. Meski belum mengungkap isi lengkap […]

  • Ansyari Dukung Kereta Api Masuk PSN

    Ansyari Dukung Kereta Api Masuk PSN

    • calendar_month Sen, 8 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 76
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Harapan menghadirkan jaringan kereta api di Pulau Kalimantan kembali menemukan momentumnya. Setelah bertahun-tahun hanya menjadi wacana, proyek transportasi berbasis rel itu kini masuk dalam perhatian pemerintah pusat dan dinilai berpotensi mengubah wajah perekonomian Borneo, termasuk Kalimantan Tengah. Wakil Ketua II DPRD Kalimantan Tengah, Muhammad Ansyari, menilai pembangunan kereta api akan menjadi salah […]

  • Gubernur Agustiar Sabran Panggil Kepala Dinas: Jangan Main-Main dengan Anggaran

    Gubernur Agustiar Sabran Panggil Kepala Dinas: Jangan Main-Main dengan Anggaran

    • calendar_month Rab, 21 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 127
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Baru selesai menjalani pemulihan pascasakit, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran langsung mengambil alih kendali. Tanpa basa-basi, ia memanggil seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan memasang garis tegas: pembangunan harus jalan, tapi pengelolaan anggaran tidak boleh sembrono. Pertemuan yang digelar di Istana Isen Mulang, Selasa (20/1/2026), menjadi ruang evaluasi sekaligus peringatan […]

  • Kenapa Ada Hari Buruh Nasional dan Tetap Relevan Hari Ini

    Kenapa Ada Hari Buruh Nasional dan Tetap Relevan Hari Ini

    • calendar_month Jum, 1 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Setiap 1 Mei, Indonesia memperingati Hari Buruh Nasional. Bagi sebagian orang, tanggal itu identik dengan hari libur, aksi damai serikat pekerja, atau momentum menyuarakan tuntutan kenaikan upah. Namun di balik penetapan itu, tersimpan sejarah panjang tentang perjuangan buruh, dinamika politik ketenagakerjaan, serta pengakuan negara terhadap peran pekerja sebagai fondasi utama pembangunan nasional. Hari Buruh Nasional […]

  • Produksi Nikel Dipangkas, Penambang Berpeluang Raup Untung

    Produksi Nikel Dipangkas, Penambang Berpeluang Raup Untung

    • calendar_month Ming, 21 Des 2025
    • account_circle fe
    • visibility 118
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Rencana pemerintah memangkas target produksi bijih nikel nasional pada 2026 dinilai berpotensi menjadi titik balik bagi industri pertambangan nikel di Indonesia. Kebijakan tersebut diperkirakan mendorong pemulihan harga nikel global sekaligus memperbaiki profitabilitas penambang lokal yang sempat tertekan akibat kelebihan pasokan. Analis menilai pengurangan target produksi bijih nikel dari 379 juta ton pada […]

  • Kalimantan Tengah Lahir dari Perlawanan Rakyat Dayak

    Kalimantan Tengah Lahir dari Perlawanan Rakyat Dayak

    • calendar_month Sab, 23 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Kalimantan Tengah tidak lahir dari hadiah kekuasaan. Provinsi ini lahir dari tekanan, tuntutan, dan perjuangan panjang masyarakat Dayak yang merasa tanah mereka selama bertahun-tahun hanya menjadi halaman belakang pembangunan di Pulau Kalimantan. Jauh sebelum resmi berdiri pada 23 Mei 1957, suara kemarahan rakyat pedalaman sudah menggema dari Barito, Kapuas, hingga Kotawaringin. Masyarakat Dayak saat itu […]

expand_less