Prabowo Sambut Langsung Modi, Indonesia–India Perkuat Poros Strategis Indo-Pasifik
- account_circle D'Borneo
- calendar_month Sel, 7 Jul 2026
- visibility 57
- comment 0 komentar

Dok. BPMI Setpres
DAYABORNEO, Jakarta – Diplomasi Indonesia kembali mencuri perhatian dunia. Presiden Prabowo Subianto menyambut langsung kedatangan Perdana Menteri India Narendra Modi di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (6/7/2026).
Dalam sebuah prosesi kenegaraan yang sarat makna itu, sekaligus menegaskan betapa pentingnya posisi India sebagai mitra strategis Indonesia di kawasan Indo-Pasifik.
Pesawat yang membawa Narendra Modi mendarat sekitar pukul 17.20 WIB dengan pengawalan udara berlapis dari tiga jet tempur F-16 dan dua pesawat tempur Sukhoi TNI AU. Pengamanan tersebut menjadi simbol penghormatan tertinggi sekaligus menunjukkan arti penting kunjungan pemimpin negara dengan ekonomi terbesar kelima di dunia itu.
Prabowo menyambut Modi tepat di bawah tangga pesawat. Keduanya kemudian berjalan berdampingan melewati pasukan jajar kehormatan yang diiringi korps musik militer serta dentuman enam kali meriam salvo sebagai bentuk penghormatan resmi negara.
Penyambutan tidak berhenti pada seremoni militer. Pemerintah juga menampilkan tarian tradisional Nusantara yang menggambarkan kekayaan budaya Indonesia. Modi tampak menikmati pertunjukan tersebut sebelum melanjutkan agenda kenegaraan.
Kunjungan ini dipandang lebih dari sekadar pertemuan diplomatik. Indonesia dan India akan membahas berbagai agenda strategis, mulai dari peningkatan perdagangan dan investasi, kerja sama pertahanan, energi, teknologi, ketahanan pangan, hingga penguatan stabilitas kawasan Indo-Pasifik yang kini menjadi pusat perhatian geopolitik dunia.
Selama berada di Jakarta, Modi dijadwalkan menjalani upacara penyambutan resmi di Istana Kepresidenan, menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo, serta membahas peluang kerja sama baru yang dinilai mampu memperkuat posisi kedua negara sebagai kekuatan utama di Asia.
Bagi Indonesia, kunjungan ini menjadi sinyal bahwa pemerintahan Prabowo terus mengakselerasi diplomasi luar negeri dengan menggandeng negara-negara mitra strategis. Sementara bagi India, Indonesia tetap menjadi pintu penting untuk memperluas kerja sama ekonomi, keamanan, dan investasi di kawasan Asia Tenggara.
Pertemuan kedua pemimpin diharapkan melahirkan kesepakatan yang tidak hanya mempererat hubungan bilateral, tetapi juga memperkuat peran Indonesia dan India dalam menjaga stabilitas, perdamaian, dan pertumbuhan ekonomi kawasan. (red-fe)
- Penulis: D'Borneo

Saat ini belum ada komentar