Jumat, 30 Okt 2026
light_mode
Beranda » DPRD Kalteng » 300 Titik Karhutla Kepung Kalteng, DPRD Minta Polisi Teliti Sebelum Tetapkan Tersangka

300 Titik Karhutla Kepung Kalteng, DPRD Minta Polisi Teliti Sebelum Tetapkan Tersangka

  • account_circle fe
  • calendar_month Sel, 15 Sep 2026
  • visibility 19
  • comment 0 komentar

PALANGKA RAYA, Dayaborneo – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah kian mengkhawatirkan. DPRD mencatat sekitar 300 titik kebakaran tersebar di wilayah ini, dengan asap yang mulai membahayakan kesehatan masyarakat, Selasa (15/9/2026).

Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, H. Sugiyarto, menyebut angka 300 titik tersebut menjadikan penanganan karhutla sebagai persoalan besar yang membutuhkan perhatian serius semua pihak.

Sugiyarto mengapresiasi langkah tim gabungan yang telah bergerak menangani karhutla di lapangan. Tim tersebut melibatkan BPBD, kepolisian, dan sejumlah unsur terkait lainnya.

Meski begitu, ia menegaskan pencegahan harus lebih diperkuat. Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran yang dapat memperparah kondisi, baik yang dilakukan secara sengaja maupun akibat kelalaian.

Sugiyarto juga meminta kepolisian lebih cermat dalam menangani perkara karhutla, termasuk saat menetapkan tersangka. Menurutnya, unsur kesengajaan pelaku perlu ditelaah secara teliti agar penegakan hukum tepat sasaran.

“Yang lebih penting adalah bagaimana kita menyadarkan masyarakat supaya jangan sampai terkait dengan kebakaran ini menjadi bom waktu bagi kita,” kata Sugiyarto.

Ia menilai kondisi asap saat ini sudah cukup berbahaya, sehingga masyarakat yang beraktivitas di luar rumah perlu memperhatikan perlindungan kesehatan diri masing-masing.

Menurut Sugiyarto, dampak karhutla tidak hanya menyasar kesehatan warga. Aktivitas sekolah dan roda ekonomi masyarakat juga berpotensi terganggu seiring memburuknya kualitas udara akibat asap.

Ia mendorong pemerintah daerah untuk terus memperkuat pencegahan lewat penyuluhan kepada masyarakat, sembari memastikan titik-titik kebakaran yang sudah terjadi segera ditangani melalui berbagai upaya pemadaman.

Sugiyarto menambahkan, pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk menyiapkan masker dalam jumlah besar. Masker tersebut rencananya akan segera dibagikan kepada masyarakat sebagai salah satu langkah pencegahan dari sisi kesehatan di tengah kondisi udara yang memburuk. (fe)

  • Penulis: fe

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gibran Datang ke Kalteng, Karhutla Bukan Lagi Sekadar Soal Api

    Gibran Datang ke Kalteng, Karhutla Bukan Lagi Sekadar Soal Api

    • calendar_month Kam, 10 Sep 2026
    • account_circle fe
    • visibility 49
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah mendapat perhatian langsung dari pemerintah pusat. Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka datang ke Palangka Raya, untuk melihat kondisi di lapangan, termasuk dampak kabut asap terhadap aktivitas masyarakat, Kamis (10/9/2026). Kedatangan Gibran bersama rombongan melalui Bandara Tjilik Riwut. Ia disambut Gubernur […]

  • Sinode Umum GKE ke-25 Resmi Dimulai, Wagub Edy Ajak Gereja Hadir Menjawab Persoalan Rakyat

    Sinode Umum GKE ke-25 Resmi Dimulai, Wagub Edy Ajak Gereja Hadir Menjawab Persoalan Rakyat

    • calendar_month Rab, 8 Jul 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 134
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Puruk Cahu – Sinode Umum ke-25 Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) resmi bergulir di Puruk Cahu, Kabupaten Murung Raya, Selasa (7/7/2026). Forum tertinggi gereja yang diikuti sekitar 1.100 peserta itu tidak hanya menjadi ajang memilih arah pelayanan lima tahun ke depan, tetapi juga diharapkan melahirkan langkah nyata dalam menjawab berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat Kalimantan […]

  • Resep Wadi Bumbu Rempah, Sajian Tradisional Dayak yang Kaya Cita Rasa

    Resep Wadi Bumbu Rempah, Sajian Tradisional Dayak yang Kaya Cita Rasa

    • calendar_month Sen, 27 Jul 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 43
    • 0Komentar

    PALANGKARAYA, Wadi menjadi salah satu kuliner legendaris masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah yang hingga kini masih banyak dinikmati. Hidangan ini berasal dari teknik pengawetan ikan melalui proses fermentasi tradisional, sehingga menghasilkan rasa gurih, sedikit asam, dan aroma khas yang menjadi ciri utamanya. Dahulu, wadi dibuat sebagai solusi untuk menyimpan hasil tangkapan ikan air tawar agar […]

  • Ratusan Kilometer Demi Sebuah Mimpi

    Ratusan Kilometer Demi Sebuah Mimpi

    • calendar_month Jum, 26 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 75
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Tidak semua anak berani meninggalkan rumah demi mengejar masa depan. Namun, bagi Resi Septriasa, mimpi lebih besar daripada rasa takut berpisah dengan kampung halaman. Lulusan SMP Negeri 5 Selat, Kabupaten Kapuas, itu memilih merantau ke Palangka Raya untuk mengikuti Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Pelajaran 2026/2027 di SMKN 2 Palangka Raya, […]

  • Korupsi Program MBG Terbongkar, Eks Kepala BGN Jadi Tersangka

    Korupsi Program MBG Terbongkar, Eks Kepala BGN Jadi Tersangka

    • calendar_month Sab, 6 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 97
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang menjadi salah satu proyek strategis pemerintahan untuk meningkatkan kualitas gizi anak Indonesia kini terseret pusaran dugaan korupsi. Kejaksaan Agung menetapkan tiga petinggi Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai tersangka dalam perkara tata kelola program MBG periode 2025–2026. Ketiga tersangka adalah mantan Kepala BGN berinisial DH, mantan […]

  • Bupati Gunung Mas Soroti Dampak Kemarau, Bukan Hanya Karhutla yang Mengkhawatirkan

    Bupati Gunung Mas Soroti Dampak Kemarau, Bukan Hanya Karhutla yang Mengkhawatirkan

    • calendar_month Kam, 3 Sep 2026
    • account_circle fe
    • visibility 45
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo – Ancaman musim kemarau di Kabupaten Gunung Mas ternyata tidak hanya datang dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ketika titik api masih bisa dikendalikan, persoalan lain mulai muncul: sejumlah sumber air masyarakat perlahan mengering. Kondisi itu menjadi perhatian Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong setelah menghadiri Rapat Evaluasi Pencegahan dan Penanganan Karhutla di […]

expand_less