Sinode Umum GKE ke-25 Resmi Dimulai, Wagub Edy Ajak Gereja Hadir Menjawab Persoalan Rakyat
- account_circle D'Borneo
- calendar_month Rab, 8 Jul 2026
- visibility 113
- comment 0 komentar

Wakil Gubernur Edy Pratowo saat memberikan sambutan.
DAYABORNEO, Puruk Cahu – Sinode Umum ke-25 Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) resmi bergulir di Puruk Cahu, Kabupaten Murung Raya, Selasa (7/7/2026).
Forum tertinggi gereja yang diikuti sekitar 1.100 peserta itu tidak hanya menjadi ajang memilih arah pelayanan lima tahun ke depan, tetapi juga diharapkan melahirkan langkah nyata dalam menjawab berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat Kalimantan Tengah.
Pembukaan sinode dilakukan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo dengan membunyikan lonceng sebagai tanda dimulainya persidangan gerejawi yang akan berlangsung hingga 11 Juli mendatang di GOR TMTL (Tana Malai Tolung Lingu).
Dalam sambutan Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran yang dibacakannya, Edy menegaskan bahwa peran gereja tidak boleh berhenti di mimbar. Gereja harus hadir menjadi bagian dari solusi berbagai persoalan masyarakat, mulai dari kemiskinan, stunting, kerusakan lingkungan, hingga ancaman narkoba terhadap generasi muda.
“Sinode ini bukan sekadar agenda organisasi gereja. Ini adalah momentum memperkuat kebersamaan sekaligus mempertegas peran GKE dalam menjawab tantangan nyata yang dihadapi masyarakat,” tegas Edy.
Ia mengatakan, selama ini GKE telah menunjukkan kontribusi besar dalam bidang pendidikan, pelayanan sosial, pembinaan karakter, hingga menjaga kerukunan umat beragama. Peran tersebut diharapkan semakin diperkuat melalui keputusan-keputusan strategis yang lahir dari Sinode Umum ke-25.
Ketua Panitia Pelaksana, Perdie M. Yoseph, menyebut persidangan ini menjadi tonggak penting perjalanan GKE. Menurutnya, seluruh peserta akan mengevaluasi pelayanan gereja sekaligus menyusun arah kebijakan organisasi untuk lima tahun mendatang.
“Sinode ini menjadi ruang refleksi dan pengambilan keputusan agar pelayanan GKE semakin relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Mengusung tema “Hiduplah sebagai terang yang membuahkan kebaikan, keadilan, dan kebenaran,” GKE didorong memperluas kolaborasi dengan pemerintah dalam membangun Kalimantan Tengah.
Pemerintah Provinsi Kalteng berharap gereja terus menjadi mitra strategis dalam memperkuat nilai Huma Betang dan Belom Bahadat, menjaga toleransi, serta ikut mengawal pembangunan daerah agar tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga melahirkan masyarakat yang berkeadilan, rukun, dan bermartabat.
Bagi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, Sinode Umum ke-25 bukan sekadar peristiwa keagamaan. Forum ini menjadi panggung lahirnya gagasan dan komitmen baru agar gereja semakin kuat menjadi pelayan umat sekaligus mitra pemerintah dalam membangun Bumi Tambun Bungai. (red-fe)
- Penulis: D'Borneo

Saat ini belum ada komentar