Anak Muda Kalteng Harus Kuasai Panggung Ekonomi Kreatif di Kalimantan
- account_circle D'Borneo
- calendar_month Sel, 10 Feb 2026
- visibility 160
- comment 0 komentar

Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif Yovie Widianto saat menghadiri kuliah umum di UIN Palangka Raya.
DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah membuka front baru pembangunan daerah: ekonomi kreatif diposisikan sebagai mesin pertumbuhan masa depan. Mewakili Gubernur Agustiar Sabran, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kalteng, Herson B. Aden, menegaskan komitmen itu dalam Studium Generale bertema “Ekonomi Kreatif sebagai Pilar Pemberdayaan Generasi Muda” di Aula UIN Palangka Raya, Selasa (10/2/2026).
Pemprov Kalteng tidak ingin generasi muda sekadar menjadi penonton di tengah arus transformasi digital. Herson menyatakan kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif, Yovie Widianto, menjadi suntikan energi nasional agar mahasiswa berani menatap ekonomi kreatif sebagai arena pertarungan profesional, bukan hobi semata.
“Forum ini harus melahirkan keberanian. Anak muda Kalteng wajib naik kelas dan menguasai panggung ekonomi kreatif,” tegasnya.
Herson menilai Kalteng memiliki modal besar: budaya Dayak yang kuat, lanskap alam yang ikonik, kriya, hingga produk olahan lokal yang siap dipoles menjadi komoditas bernilai tambah. Ia mendorong generasi muda mengemas potensi lokal dengan standar pasar yang kompetitif.
“Kami ingin potensi daerah diolah menjadi produk yang berdaya saing, bukan sekadar cerita,” ujarnya.
Pemprov Kalteng memperkuat ekosistem lewat pembinaan, pelatihan, pendampingan UMKM, dan kolaborasi kampus–industri. Herson menantang mahasiswa membangun inisiatif wirausaha kreatif sejak dini.
“Generasi muda adalah motor. Kalau mesinnya hidup, ekonomi daerah ikut bergerak,” katanya.
Rektor UIN Palangka Raya, Ahmad Dakhoir, memastikan kampus siap menjadi inkubator talenta kreatif. Ia menyebut kriya nyatu dan rotan sebagai bukti produk lokal bisa menembus pasar global bila dikelola serius.
Yovie Widianto menegaskan anak muda harus menguasai literasi digital, AI, dan data. “Kreativitas harus adaptif dan berakar pada nilai. Siapa yang berani berbenah, dia yang memimpin masa depan,” pungkasnya. (red-fe)
- Penulis: D'Borneo

Saat ini belum ada komentar